Mamuju (4/2). Pengurus DPW LDII Sulawesi Barat silaturahim dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Barat. Pertemuan yang diisi dengan diskusi santai tersebut berlangsung di Kopi Kulo, Mamuju, Sulawesi Barat, pada Jumat (30/1/2026).
Hadir pada pertemuan tersebut, Ketua DPW LDII Sulawesi Barat Rianto, Ketua DPD LDII Mamuju Bambang Cahyadi, dan Sekretaris FKUB Sulawesi Barat Nur Salim Ismail. Pada kesempatan itu, turut hadir cendekiawan muda Nahdlatul Ulama (NU) Ahmad Ali didampingi Anggota Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) DPP LDII Dwi Pramono.
Pertemuan tersebut bertepatan dengan upaya Ahmad Ali tengah melakukan riset bertema “Nasionalisme dan Peran Dakwah LDII di Indonesia”. Melalui diskusi ini, ia ingin menggali pandangan FKUB terkait keterlibatan aktif LDII dalam mendukung program-program pemerintah, serta keikutsertaannya dalam forum-forum kerukunan umat beragama.
Ahmad Ali menyoroti pandangan FKUB mengenai keterlibatan aktif LDII dalam mendukung program pemerintah, serta keaktifan dalam forum kerukunan umat beragama. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris FKUB Sulawesi Barat Nur Salim Ismail mengatakan hubungan LDII dengan organisasi kemasyarakatan Islam lainnya, seperti NU dan Muhammadiyah, secara umum terjalin dengan baik. “Memang ada dinamika internal dan perbedaan kondisi di daerah, tetapi komunikasi tetap berjalan,” ujar Nur Salim.
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini unsur LDII belum secara formal tergabung dalam FKUB. “Namun demikian, telah ada upaya dan diskusi terkait kemungkinan keterwakilan serta keikutsertaan LDII dalam forum tersebut,” katanya.
Lebih lanjut, Nur Salim menambahkan keterlibatan LDII di Majelis Ulama Indonesia (MUI) dinilai cukup aktif, khususnya melalui komisi pendidikan dan kaderisasi serta pemberdayaan ekonomi umat. “Ini menunjukkan peran LDII dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan kemandirian umat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Sulawesi Barat, Rianto, menegaskan komitmen LDII untuk terus memperkuat kerja sama dengan FKUB dan berbagai elemen masyarakat dalam membangun kerukunan umat beragama dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan. “LDII ingin berperan aktif dalam membangun masyarakat yang harmonis dan sejahtera, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.
Ahmad Ali menambahkan bahwa LDII memiliki peran strategis dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945, terutama melalui pendidikan, dakwah, serta keterlibatan langsung dalam forum-forum kerukunan umat beragama sebagai jembatan antarumat dan lintas organisasi.
Ia juga berharap hasil riset yang sedang dilakukannya dapat ditindaklanjuti dalam bentuk rekomendasi, baik untuk internal organisasi maupun pihak eksternal. “Sehingga dapat memperkuat kontribusi LDII dalam kehidupan kebangsaan serta memberikan masukan yang konstruktif bagi pembangunan masyarakat yang harmonis dan sejahtera,” harapnya.
Ahmad Ali berharap hasil riset yang sedang ia lakukan dapat menjadi referensi akademik yang bermanfaat bagi masyarakat luas.











