Surabaya (10/2). Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch Amrodji Konawi menegaskan pentingnya peran wartawan dalam menyampaikan informasi yang benar dan berimbang kepada masyarakat. Pesan tersebut disampaikannya dalam Pelatihan Jurnalistik yang digelar DPW LDII Jatim melalui Biro KIM bekerja sama dengan Dinas Kominfo Jawa Timur pada Minggu (7/2/2026) di GSG Sabilurrosyidin, Surabaya.
“Dia bisa menyampaikan apa yang dilihat, apa yang dianalisis, dan apa yang ditulis secara apa adanya, sehingga informasi yang diterima masyarakat benar dan berimbang. Kami berpesan agar peserta diklat menjadi jurnalis yang baik dengan menyampaikan informasi yang faktual dan apa adanya,” tegas Amrodji.
Ia juga menyoroti maraknya praktik pemberitaan yang keluar dari substansi kebenaran. Dalam kondisi tersebut, informasi yang tidak tepat kerap dibingkai sedemikian rupa sehingga tampak seolah-olah benar. Ia menekankan kepada jurnalis LDII harus tetap menyampaikan informasi secara jujur dan proporsional.
“Jurnalis memiliki peran penting dalam melawan hoaks. Hoaks memang memiliki daya rusak yang sangat besar karena mengandung fitnah dan dapat memecah belah masyarakat. Oleh sebab itu, jurnalis LDII tidak hanya harus menghindari hoaks, tetapi juga aktif mencegah penyebarannya,” jelasnya.
Amrodji menjelaskan sepanjang 2026, DPW LDII Jawa Timur menargetkan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan bagi sedikitnya 400 kader. Taget tersebut diawali oleh Biro KIM DPW LDII Jatim dengan menyelenggarakan kegiatan diklat untuk mengkader dalam bidang pemberitaan dan media.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan literasi media sesuai dengan tema yang diusung. Tugas seorang jurnalis meliputi proses melihat, mengamati, menganalisis, menulis, hingga menyampaikan informasi kepada masyarakat secara bertanggung jawab. Ini tugas yang mulia karena termasuk syiar. Harapannya, jurnalis mampu menyampaikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami dan diterima masyarakat,” pesan Amrodji.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustina menilai pelatihan jurnalistik ini sebagai kegiatan yang positif di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Ia menjelaskan penetrasi internet di Jawa Timur telah mencapai 82,19 persen yang berarti sebagian besar masyarakat sudah terhubung dengan internet.
“Di satu sisi, kondisi tersebut membuat arus informasi semakin cepat dan efektif. Namun di sisi lain, risiko munculnya hoaks dan disinformasi juga semakin besar dan perlu mendapat perhatian serius. Karena itu, kehadiran teman-teman jurnalis di LDII atau yang dikenal sebagai KIM sangat tepat. Ini menjadi bagian penting dari upaya penguatan literasi digital yang dilakukan LDII,” tutup Sherlita.











