Nganjuk (25/3). Pondok Pesantren Al Ubaidah, Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menjadi tuan rumah kegiatan Safari Ramadan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Kegiatan menjelang akhir bulan suci Ramadan itu dihadiri Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati, Tri Handy Saputra serta jajaran Forkopimda pada Senin (16/3/2026).
“Safari Ramadan tahun ini dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Nganjuk. Awalnya kegiatan tersebut direncanakan digelar di 20 kecamatan, namun ditambah satu lokasi di Kecamatan Kertosono sehingga total menjadi 21 titik,” jelas Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi.
Ia menjelaskan kegiatan ini memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, sebagai sarana sosialisasi berbagai program pemerintah daerah agar masyarakat mengetahui program yang telah dan akan dijalankan oleh pemerintah.
“Kami menyampaikan sosialisasi program pemerintah supaya masyarakat tahu persis apa yang sudah kami lakukan dan apa yang akan kami lakukan ke depan,” ujar Marhaen.
Bupati Nganjuk menjelaskan tujuan kedua adalah untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, termasuk dari kalangan pondok pesantren. Menurutnya dengan adanya dialog tersebut, pemerintah dapat memahami kebutuhan masyarakat sehingga kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran.
“Di sinilah tempat untuk berdiskusi, menyerap aspirasi masyarakat agar pemerintah dan masyarakat, khususnya pondok pesantren, bisa saling selaras,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Safari Ramadan juga menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta mempererat hubungan antara pemerintah dan lembaga keagamaan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pondok pesantren yang dinilai berperan penting membantu pemerintah dalam membina spiritual dan karakter generasi muda.
“Pendidikan di pondok pesantren menjadi pelengkap bagi pendidikan umum, khususnya dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan, sehingga dapat melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Bupati Nganjuk tersebut menegaskan bahwa pendidikan umum memberikan ilmu pengetahuan, sedangkan dari pondok pesantren anak-anak mendapat pendidikan karakter dan tradisi keagamaan. Menurutnya jika keduanya berjalan seiring, maka cita-cita kita membentuk SDM yang berkualitas bisa terwujud.
“Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Kami menilai silaturahmi memiliki nilai penting dalam membangun kebersamaan dan keberkahan,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan kegiatan Safari Ramadan ini, Pemkab Nganjuk menghadirkan layanan kesehatan gratis serta pelayanan administrasi kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Di Nganjuk saat ini sudah Universal Health Coverage (UHC), seluruh masyarakat sudah diasuransikan melalui BPJS Kesehatan. Namun kami tetap menghadirkan pelayanan kesehatan dan dukcapil agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan, seperti pengurusan KTP maupun KK,” jelasnya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Al Ubaidah, Habib Ubaidillah Al Hasany, menyambut baik pelaksanaan Safari Ramadan di pesantren yang dipimpinnya. Ia menyebut kegiatan tersebut telah menjadi tradisi tahunan yang selalu dinantikan.
“Tahun ini kami merasa sangat senang dan bangga karena dihadiri langsung oleh orang nomor satu dan nomor dua di Kabupaten Nganjuk beserta jajaran pejabat lainnya,” ujarnya.
Habib Ubaidillah menjelaskan kehadiran pemerintah daerah menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pondok pesantren dan pemerintah. Ia juga menegaskan bahwa pesantren tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan berbagai pihak, terutama pemerintah daerah.
“Kami tidak berdiri sendiri. Apa pun yang kami miliki akan terasa kecil jika tidak didukung oleh komponen lain, khususnya pemerintah setempat,” tuturnya.
Ia berharap sinergi tersebut dapat semakin memperkuat upaya dalam mencetak generasi santri yang bermanfaat bagi bangsa, negara, dan agama. Menurutnya, kegiatan Safari Ramadan memberikan manfaat bagi para santri maupun masyarakat sekitar, terutama dalam menumbuhkan rasa kebangsaan dan ukhuwah.
“Kegiatan ini menumbuhkan rasa kebangsaan yang tinggi dan ukhuwah yang kuat. Para santri memahami bahwa Indonesia adalah negaranya dan harus didukung sepenuhnya,” tuturnya.
Habib Ubaidillah menjelaskan berbagai program yang dijalankan pemerintah diharapkan dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi masyarakat, khususnya bagi kalangan santri di Kabupaten Nganjuk.












