Ketapang (31/3). LDII Kabupaten Ketapang silaturrahim memanfaatkan momen Syawal dengan Pondok Pesantren Mambaul Khairat, Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), pada Senin (23/3/2026) lalu. Ketua LDII Ketapang Tunggono mengatakan silaturrahim itu untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan umat.
“Alhamdulillah selama ini jalinan ukhuwah sesama umat sudah baik. Maka silaturahmi ini bukan sekedar tradisi tahunan melainkan momentum strategis untuk memperkuat ukhuwah dan merawat kekompakan umat,” jelasnya.
Menurut Tunggono, perbedaan furu’iyah semestinya tak lagi diperdebatkan, namun mengutamakan titik temu, seperti pada penentuan Syawal. “Akhir-akhir perbincangan di media sosial tak sedikit yang mempersoalkan adanya perbedaan, seperti soal 1 Syawal kemarin. Sehingga perlu peran pimpinan ormas atau tokoh-tokoh agama termasuk pimpinan pesantren agar perselisihan dari dunia maya tidak bergeser ke dunia nyata. Ini yang mesti dicegah dan diantisipasi,” imbuh dia.
Hal serupa juga ditegaskan Pimpinan Pondok Pesantren Mambaul Khairat KH Abdullah Al Faqir agar ukhuwah terus ditingkatkan. Ia menilai silaturrahim menjadi kunci dalam menjaga harmoni sosial dan mempererat persaudaraan. “Silaturrahim seperti ini sangat penting untuk membangun kebersamaan dan memperkuat nilai keislaman di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar sinergi antara pesantren dan lembaga dakwah terus ditingkatkan dalam membina umat dan mencetak generasi berakhlak mulia. “Jalinan ukhuwah ini mesti diperkuat dengan sinergisitas dengan kelembagaan yang ada baik Omas dan pesantren. Jika mampu kolaborasi maka itulah wujud nyata dari jalinan ukhuwah, karena sudah satu frekuensi,” ujar KH Abdullah.
KH Abdullah juga mengapresiasi peran seluruh ormas Islam termasuk LDII dan Pimpinan Hidayatullah yang sudah melakukan silaturahmi dan memiliki komitmen merawat kerukunan. “Sampaikan salam kami dengan seluruh pimpinan ormas Islam, dan komitmen menjaga kerukunan umat harus tertanam dalam diri kita semua,” jelasnya.
Hal yang sama juga dilakukan DPW LDII Kalimantan Barat yang menggelar silaturahmi syawal 1447 H di Aula Pesantren Al Muqorrobun Pontianak, Rabu (25/3/2026). Kegiatan yang dihadiri ribuan warga dan pengurus LDII itu sekaligus untuk mempererat komunikasi internal antara pengurus dan warga dan silaturrahim.
Ketua DPW LDII Kalbar Susanto menyatakan Silaturrahim Syawal juga merupakan ajang komunikasi dan keakraban antarwarga. “Silaturahmi syawal adalah rangkaian dari kesempurnaan ibadah selama bulan ramadan, dengan saling memaafkan dan memperkuat kerukunan. Tetapi terkandung maksud juga untuk membangun komunikasi yang lebih efektif dalam menjalankan program organisasi,” jelasnya.
Susanto mengingatkan komunikasi yang baik menjadi kunci utama dalam menjaga soliditas organisasi. “Rukun kompak tidaklah sempurna tidak belum mampu saling memperkuat dan kerjasama yang baik. Dengan komunikasi yang baik, maka sinergi antara pengurus dan warga akan semakin kuat, sehingga program kerja dapat berjalan lebih optimal,” kata Susanto.

