Jakarta (7/4). Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso membuka membuka perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) X LDII pada Selasa (7/4/2026). Bertempat di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta, Munas tersebut mulai 7 hingga 9 April 2026.
Dalam sambutannya, KH Chriswanto Santoso menegaskan bahwa Munas X merupakan momentum krusial bagi LDII untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap pertanggungjawaban kepengurusan periode 2021-2026, “Lebih dari sekadar seremoni, forum ini dirancang untuk melahirkan program kerja yang terkekinian dan adaptif terhadap dinamika lingkungan strategis terkini, merekomendasi rumusan strategi organisasi lima tahun ke depan dan memilih kepengurusan yang baru,” ujar KH Chriswanto.
Munas X LDII mengusung tema “Mengokohkan Peran LDII dalam Membangun Indonesia yang Berdaulat, Harmonis, dan Berkeadaban untuk Perdamaian Dunia”, didasarkan bahwa dunia saat ini sedang berada dalam pusaran ketidakpastian tinggi. Konflik geopolitik yang kian memanas di berbagai belahan dunia menjadi latar belakang utama bagi LDII, untuk memosisikan diri sebagai pilar penguat kebangsaan.
“Dampaknya konflik Timur Tengah sangat nyata, mulai dari terganggunya rantai pasok energi dan pangan hingga ketidakstabilan perdagangan internasional. Kondisi ini menuntut kewaspadaan nasional, di mana Indonesia dipaksa untuk tetap kokoh berdiri di tengah ancaman krisis yang menghantui banyak negara di dunia,” tegasnya.
Menyikapi hal tersebut, KH Chriswanto mengajak seluruh kader LDII untuk mendukung visi “Asta Cita” Presiden Republik Indonesia dalam menjaga ketahanan nasional. Ketahanan yang dimaksud tidak hanya bertumpu pada aspek militer, melainkan mencakup kedaulatan pangan, ekonomi, energi, hingga kebudayaan. Indonesia diharapkan mampu bertahan di tengah badai global melalui sinergi yang kuat antara masyarakat dan pemerintah.
Ia mengapresiasi pemerintah yang mampu menekan harga BBM. Sebagai perbandingan, ia merujuk beberapa negara seperti Filipina, Pakistan, dan Bangladesh kini tengah melakukan penghematan energi ekstrem. “Kami mengapresiasi tinggi kepada pemerintah atas kebijakan stabilisasi harga BBM yang saat ini tercatat paling terjangkau di kawasan ASEAN. Kesadaran untuk berhemat dan terus berkarya ditekankan sebagai tanggung jawab kolektif setiap warga LDII demi menjaga stabilitas negara tempat mereka lahir, hidup, dan mengabdi,” ungkap KH Chriswanto.
Untuk mengonkretkan kontribusi terhadap bangsa, LDII mengandalkan “8 Program Prioritas” yang dinilai masih sangat relevan dengan kebutuhan nasional saat ini. Program-program tersebut dirancang agar bersinergi dan beririsan langsung dengan agenda pembangunan pemerintah. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi mesin penggerak bagi warga LDII di seluruh Indonesia untuk memberikan dampak positif, sekecil apa pun bentuk kontribusinya.

Dukungan pun mengalir dari berbagai pihak, salah satunya dari Pondok Pesantren (Ponpes) Gadingmangu. Sekretaris Ponpes Gadingmangu, Nurul Firdaus, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Munas X yang dinilai sangat responsif terhadap perubahan dinamika global.
“Arah dan tujuan LDII kini semakin jelas dan terukur, sehingga keberadaan organisasi ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata yang lebih luas bagi masyarakat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Firdaus.











