Kupang (23/5). Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya menegaskan konsolidasi organisasi, penguatan kapasitas kepengurusan hingga tingkat akar rumput, serta peningkatan pengabdian kepada masyarakat menjadi fokus utama kepemimpinannya dalam masa bakti 2026–2031. Hal tersebut disampaikan Dody saat Musyawarah Wilayah LDII Nusa Tenggara Timur (NTT), di Neo Hotel Kupang, NTT, pada Sabtu (23/5/2026).
“Tantangan lima tahun ke depan merupakan sejarah yang terulang, saat negara-negara dunia resah akibat agresi negara adidaya, yang mengakibatkan perekonomian dunia sulit, yang memicu krisis sosial di berbagai negara akibat ketidakpastian ekonomi. Kondisi ini butuh organisasi kemasyarakatan yang responsif,” tegas Dody.
Menurut Dody, kesiapan LDII untuk menghadapi tantangan bangsa adalah menyegarkan para pengurus dengan wajah baru, yang merupakan kader-kader organisasi. Kader-kader muda itu, digadang-gadang membuat organisasi menjadi semakin adaptif, profesional, terbuka, dan relevan dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar keislaman yang menjadi fondasi organisasi.
Ia menekankan, konsolidasi internal bukan sekadar penataan struktur, tetapi memastikan seluruh jajaran mulai dari DPW, DPD, PC hingga PAC bergerak searah, sejalan, dan senada dalam menjalankan program organisasi, “LDII harus semakin kuat dari bawah. Pengurus di tingkat PC dan PAC adalah ujung tombak organisasi yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu, capacity building dan penguatan komunikasi harus terus ditingkatkan agar kontribusi LDII benar-benar dirasakan hingga akar rumput,” ujar Dody.
Dody menjelaskan, penguatan organisasi akan berjalan beriringan dengan pengabdian nyata kepada masyarakat. LDII, menurutnya terus mendorong “8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa” agar tidak berhenti sebagai konsep, tetapi diwujudkan dalam kerja konkret yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Mulai dari pembinaan generasi muda, pendidikan karakter, pemberdayaan ekonomi, lingkungan hidup, hingga pembangunan sosial kemasyarakatan.
Menurutnya, LDII harus terus menjadi organisasi yang berkontribusi nyata dalam pembangunan nasional, termasuk di bidang pemberdayaan masyarakat dan transformasi desa.
“LDII sebagai organisasi dakwah, ingin hadir dengan membawa manfaat luas bagi masyarakat. Konsolidasi organisasi harus bermuara pada pengabdian, sehingga keberadaan LDII semakin dirasakan dan memberi kontribusi positif bagi bangsa,” tegas Dody.
Ia menambahkan, kepemimpinan LDII periode 2026–2031 akan diarahkan pada penguatan tata kelola organisasi yang profesional, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta sinergi lintas sektor agar LDII semakin adaptif dan mampu menjawab tantangan zaman.
Semangat tersebut, lanjut Dody, menjadi bagian dari upaya membawa LDII tampil dengan wajah baru yang progresif, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat serta bangsa.

Merespon hal tersebut, itu Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Politik dan Pemerintahan, Petrus Seran Tahuk, yang mewakili Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena membuka Muswil IX LDII NTT, mengatakan “8 program pengabdian LDII untuk bangsa” merupakan tugas mulia dan luar biasa, “Kami siap berkolaborasi dengan DPW LDII NTT dalam implementasinya,” ujarnya.
Sementara itu Wakil Ketua Umum MUI NTT H. Jamaludin Ahmad, dalam paparannya menyatakan komunikasi LDII di NTT semakin baik dan ekspansinya luar biasa ke wilayah-wilayah yang kurang tersentuh. “Meskipun baru ada tujuh DPD LDII se-NTT tapi LDII ini sangat solid, kami siap memfasilitasi pendirian DPD-DPD LDII di Kabupaten yang lain,” ujar Jamaludin.
Selain itu, Jamaludin juga mengapresiasi komitmen kebangsaan LDII sebagaimana termuat dalam “8 program pengabdian LDII untuk bangsa” yang dipaparkan oleh Ketua Umum DPP LDII.











