Jakarta (10/4). Hari ketiga Generus Festival (GenFest) menghadirkan workshop bertajuk “Cari Cuan dari Produk Digital” yang disampaikan oleh Founder Ruang Generus, Fiqhi Hidayatulah, pada Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini membahas peluang generasi muda dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menghasilkan pendapatan.
Dalam pemaparannya, Fiqhi menekankan pentingnya memulai dari tujuan yang kuat sebelum membangun usaha digital. Ia menjelaskan bahwa banyak orang cenderung fokus pada “apa” dan “bagaimana”, namun melupakan “mengapa” sebagai dasar utama. “Strong why itu penting agar kita tidak mudah menyerah, apalagi ketika tujuannya untuk membantu ekonomi dan menghindari masalah finansial,” ujarnya.
Ia menjelaskan produk digital menjadi salah satu peluang yang menjanjikan karena memiliki keunggulan dibanding produk fisik, seperti fleksibilitas, modal yang relatif kecil, serta dapat dijual berulang tanpa batas waktu. Produk digital yang dimaksud antara lain e-book, video pembelajaran, kelas online, hingga template atau panduan praktis yang memberikan solusi bagi kebutuhan pasar.
Menurutnya, kunci utama dalam membangun produk digital adalah menghadirkan solusi, bukan sekadar mengikuti minat pribadi. “Jangan hanya membuat produk yang kita suka, tapi buatlah produk yang dibutuhkan dan menjadi solusi,” jelasnya.
Selain itu, Fiqhi juga menyoroti pentingnya membangun personal brand dan kepercayaan audiens melalui platform digital seperti Instagram dan TikTok. Ia menyarankan peserta untuk membangun database audiens serta memiliki positioning yang jelas agar produk memiliki ciri khas dan mudah dikenali.
Dalam hal pemasaran, ia menegaskan konten memiliki peran penting sebagai jembatan antara brand dan audiens. Ia mengutip konsep S.T.E.P.P.S dalam strategi konten, seperti social currency, trigger, dan emotion, untuk menciptakan konten yang menarik dan mudah dibagikan. “Konten yang kuat adalah yang punya cerita dan bisa membangun kedekatan dengan audiens,” katanya.
Fiqhi juga menyampaikan bahwa kegagalan dalam menjual produk digital bukan akhir dari proses, melainkan bagian dari evaluasi. Ia menilai hal tersebut sebagai bentuk kemajuan karena sudah berani memulai. Selain itu, ia mendorong peserta untuk konsisten dalam berkarya dan tidak ragu memulai, bahkan tanpa harus langsung menampilkan diri di depan kamera.
Melalui workshop ini, peserta diharapkan mampu memahami peluang ekonomi digital serta mulai membangun produk dan konten yang bernilai, sehingga dapat menciptakan kemandirian finansial sejak dini. (Nisa)

