Makkah (31/5). Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI langsung mengalihkan fokus pada persiapan operasional Haji 2027, tepat setelah seluruh jemaah haji Indonesia dinyatakan sepenuhnya meninggalkan Mina pada Sabtu (30/5/2026) sore waktu Arab Saudi. Langkah ini diambil setelah Kemenhaj menerima informasi awal dan timeline resmi dari Pemerintah Arab Saudi pada (29/5/2026) lalu.
Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf menegaskan, evaluasi dan persiapan sejak dini menjadi kunci penting untuk mendongkrak kualitas layanan tahun depan. Pengalaman pada operasional haji tahun ini membuktikan bahwa manajemen waktu yang lebih awal berdampak besar pada keteraturan di lapangan.
Baca Juga: Mengenal Rukun Haji, Amalan yang Menentukan Sahnya Ibadah
“Evaluasi dan persiapan harus dilakukan sejak dini. Pengalaman tahun ini menunjukkan bahwa persiapan lebih awal memberikan dampak besar terhadap keteraturan, kualitas layanan, dan kesiapan seluruh unsur penyelenggara,” ujar Irfan Yusuf dalam keterangan resminya di Makkah, Sabtu (30/5/2026).
Untuk mematangkan rencana tersebut, Kemenhaj berkomitmen untuk memperkuat sinergi dengan DPR RI. “Target utamanya adalah merancang operasional Haji 2027 yang lebih tertata, ramah lansia, serta menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah sejak dari tanah air hingga Tanah Suci,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait kondisi di lapangan, fase Mina dinyatakan rampung berbarengan dengan kembalinya jemaah Nafar Tsani ke hotel masing-masing di Makkah pada 13 Zulhijjah 1447 H pukul 15.00 WAS. Setelah fase puncak ini klir, petugas kini fokus mengawal jemaah yang akan menyelesaikan tawaf ifadah serta mempersiapkan fase kepulangan bertahap yang dijadwalkan mulai 1-30 Juni 2026 mendatang.












