Jakarta (16/4). Hari ketiga GenFest di Munas X LDII diisi dengan workshop melukis yang menghadirkan pendiri Sanggar Mandiri Barokah, Andi Sailan. Kegiatan itu berlangsung di Padepokan Persinas ASAD Ponpes Minhaajurrosyidin, pada Kamis (9/4) lalu.
Dalam paparannya, Andi menceritakan perjalanan panjangnya menekuni dunia seni lukis sejak usia 12 tahun, saat masih sekolah dasar, hingga ia berkarya lebih dari 40 tahun. Ia juga memperkenalkan sejumlah konsep seni yang dikembangkannya, seperti “reklaira” yakni teknik melukis terbalik di atas kaca.
Selain itu, ia juga mendirikan beberapa sanggar minat bakat di antaranya Sanggar Ababora yang mewadahi bakat anak-anak yang belum terasah, Sanggar Big Boss pada 2024, serta Sanggar Mandiri Barokah pada 2025 bersama tim Penggerak Pembina Generasi Penerus yang dinaungi LDII.
Sebelum mendirikan sanggar, Andi mengungkapkan, perjalanan menjadi seniman tidak selalu mudah. Ia pernah mengalami masa sulit saat karya lukisannya kurang diminati pasar.
Karya-karya Andi dikenal mengusung gaya naturalis dan kaligrafi, dengan dominasi tema pemandangan alam. Dalam berkarya, ia juga lebih sering memakai cat akrilik dibandingkan cat minyak atau cat air, “Biasanya saya menggunakan cat lukis jenis akrilik karena mudah ditimpa dan tidak terlalu lama proses keringnya,” kata Andi.
Dari proses teknik melukis itu, ia pernah menawarkan lukisannya namun belum laku. “Saya jadi belajar bahwa karya yang mahal dan diminati biasanya berasal dari pelukis yang sudah dikenal,” ujarnya.
Meski demikian, pengalaman tersebut tidak menyurutkan semangatnya. Ia terus berkarya hingga akhirnya mendapatkan apresiasi.
Pada tahun 2013 misalnya, salah satu lukisannya pernah ditawar hingga puluhan juta rupiah oleh seorang pembeli yang tiba-tiba datang ke sanggarnya. Andi mengingatkan, yang terpenting calon seniman punya kemauan dan tekad kuat ketika ingin menjadi pelukis.
Sementara itu dalam workshop tersebut, Andi juga membagikan teknik dasar melukis kepada peserta yang diikuti berbagai kalangan usia.
Andi menerangkan tiga tahap melukis, yakni teori dan praktik dasar, teknik pencahayaan, serta peningkatan detail karya seni. “Melukis dimulai dari membuat sketsa terlebih dahulu, baru kemudian dikembangkan menjadi karya utuh,” jelasnya. (inggri)

