Madinah (13/6). Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Sektor Khusus (Seksus) Nabawi memperkuat layanan sekaligus edukasi bagi jamaah haji Indonesia gelombang kedua. Fokus utama diberikan kepada jamaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta kepatuhan terhadap tata tertib di Masjid Nabawi.
Kepala Seksus Nabawi, Muhammad Thoriq, mengatakan penguatan layanan ini penting dilakukan mengingat kondisi cuaca Madinah yang saat ini mencapai sekitar 42 derajat Celcius.
“Kami Seksus Nabawi menyiapkan kursi roda di setiap pos. Jika kurang, petugas ditugaskan meminjam ke Nusuk Care. Petugas juga membantu mengambilkan air minum, menyediakan sandal cadangan, dan membagikan water spray agar jemaah terhindar dari dehidrasi,” kata Thoriq saat ditemui Media Center Haji (MCH) di pelataran Masjid Nabawi, Kamis (11/6/2026).
Ia menambahkan, jamaah haji juga diberikan edukasi terkait penggunaan aplikasi Nusuk untuk mempermudah aktivitas ibadah selama di Madinah. Selain itu, petugas mengingatkan pentingnya mematuhi aturan di Masjid Nabawi, termasuk larangan mengambil foto atau video di area tertentu.
“Tujuannya agar jamaah bisa beribadah khusyuk tanpa berurusan dengan aparat keamanan Saudi,” ujarnya.
Untuk pelaksanaan ziarah Raudhah, Seksus Nabawi menerapkan sistem tasreh kolektif per kloter sehingga jamaah dapat masuk secara bersama-sama. Setiap hari, kapasitasnya mencapai sekitar 8.000 jamaah laki-laki dan perempuan.
Thoriq menyebutkan, jamaah gelombang kedua umumnya lebih siap secara pengalaman karena sebelumnya telah menjalani rangkaian ibadah di Makkah. “Akibatnya kasus jemaah tersasar, lupa jalan pulang ke hotel, atau kehilangan sandal lebih sedikit dibanding gelombang pertama,” katanya.
Ia berharap, dengan edukasi dan pendampingan yang intensif, seluruh jamaah Indonesia dapat menjalani ibadah di Masjid Nabawi dengan aman, nyaman, dan tertib. (Faqihu Sholih/MCH 2026).













