Banyuwangi (29/6). DPD LDII Kabupaten Banyuwangi menggelar acara bertajuk “Tak Kenal Maka Ta’aruf VII”. Kegiatan yang diikuti 200 generasi muda itu dihelat pada Minggu (31/5) di Pantai Cemara Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur.
Mereka berusia minimal 18 tahun dan sebagian besar sudah memasuki usia nikah atau Generasi Siap Mandiri (GSM) mengikuti kegiatan tersebut. “Acara ini untuk menjaga kesehatan mental dan pola pikir yang benar sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Kesiapan menempuh hidup baru harus diawali dengan kemandirian yang matang,” ujar Ketua Dewan Penasihat DPD LDII Banyuwangi, KH Hariadji Sugito.
Ia menjelaskan salah satu hal yang harus disiapkan sebelum menikah adalah kemandirian. Menurutnya kemandirian yang harus disiapkan yaitu mandiri secara kefahaman agama, sosial, dan ekonomi.
“Era digital ini, tekanan kehidupan sosial terus meningkat. Ini dapat memengaruhi kondisi mental seseorang jika tidak dibarengi dengan ketahanan spiritual dan pemahaman agama yang baik,” ungkapnya.
Hariadji menuturkan, hal tersebut yang mendasari bahwa fase usia mandiri bukan lagi masa untuk coba-coba. Menurutnya usia mandiri merupakan momentum untuk serius menentukan arah hidup dan bertanggung jawab atas setiap pilihan.
Dalam kesempatan tersebut, KH Hariadji juga mengingatkan para peserta mengenai batasan aturan syar’i yang harus dipatuhi oleh calon suami dan istri sebelum menikah, “Seperti sabda Nabi Muhammad SAW menerangkan bahwa pernikahan adalah sunahku, barangsiapa yang membenci sunahku, maka bukan dari golonganku. Barangsiapa yang menghidupkan sunahku, maka sungguh ia mencintaiku,” jelasnya.
Ia menuturkan bawa rumah tangga bahagia itu dibangun di atas cinta, saling menghormati, dan kepercayaan. Menurutnya, suami harus menjadi figur yang adil, bijaksana, penuh perhatian, dan ramah. Sedangkan istri diharapkan menjadi pribadi yang setia, sabar, dan tabah, “Jodoh merupakan cerminan diri. Jika ingin mendapatkan pasangan yang salih atau salihah, maka jadilah pribadi yang salih atau salihah terlebih dahulu,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pemuda LDII Banyuwangi, Suhariyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja dikemas dengan konsep yang menyenangkan, dilengkapi dengan berbagai permainan dan sesi ramah ramah, “Konsepnya santai tapi pasti. Intinya kegiatan ini bertujuan membentuk generasi penerus (generus) yang tangguh, mandiri, dan siap menghadapi tantangan zaman,” jelasnya.
Suhariyanto menambahkan, pada jenjang usia mandiri (GSM), pembinaan generus LDII difokuskan pada penguatan kemandirian ekonomi agar mereka memiliki usaha atau penghasilan sendiri. Mereka dibekali wawasan tentang cara menjemput rezeki secara bertanggung jawab agar siap secara finansial untuk menikah.
“Saat ini banyak di media sosial yang membahas ketakutan menikah dan kebingungan soal persiapan sebelum nikah. Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu peserta mempersiapkan diri secara menyeluruh, baik lahir maupun batin. Syukur-syukur di acara ini ada yang menemukan jodohnya dan berlanjut hingga menikah,” imbuhnya.

