Belu (30/6). Dalam menjaga kerukunan, persaudaraan dan persatuan di tengah masyarakat, diperlukan saling toleransi, saling menjaga dan saling memaafkan. Warga jangan melihat perbedaan latar belakang suku, agama, dan ras, tetapi kita harus bersama menjaga keutuhan bangsa dan negara.
Hal itu diungkapkan Ketua DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Belu, Kino Basqoro saat berdiskusi dengan warga, (27/6). Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat toleransi dalam keberagaman di wilayah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.
“Sebagai wujud tanggung jawab kita bersama dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara maka kita wajib menjaga toleransi antar umat beragama, merawat silaturahim dan kebinnekaan bersama dari berbagai elemen masyarakat. Kita bersama-sama harus menjaga Rai Belu yang kita cintai ini,” ujar Kino.
Menurutnya, kegiatan-kegiatan itu harus digaungkan melalui berbagai media modern saat ini agar menjadi bagian dari pengingat bagi seluruh elemen warga negara di seluruh penjuru Indonesia. “Para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan dan pemuda harus memberikan keteladanan sehingga dapat menjadi contoh positif untuk diikuti,” tambahnya.
Ia juga menegaskan, LDII Kabupaten Belu senantiasa siap memberi dukungan pada jajaran Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. “Bahkan lebih besar lagi, LDII siap menjaga keutuhan negara dari berbagai gangguan, terkhusus tindakan intoleransi, radikalisme, dan kriminalisasi bermotif suku, ras, agama dan golongan. LDII siap meningkatkan kemitraan dengan kepolisian dalam bidang keamanan, kebencanaan, serta kegiatan sosial,” tegas Kino.
Ia juga mengungkapkan bahwa LDII merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan Islam yang bergerak di bidang dakwah, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat di Indonesia. “DPD LDII Kabupaten Belu selalu terbuka dan mengutamakan silaturahim serta menjalin hubungan dengan semua elemen masyarakat dalam menjaga keutuhan NKRI,” pungkasnya.

