Sumedang (4/7). DPD LDII Kabupaten Sumedang menghadiri Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. Rapat tersebut dipimpin Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, di Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), pada Senin (29/6/2026).
Rapat tersebut menjadi langkah awal Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam menyusun program pencegahan yang terintegrasi, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Dalam arahannya, Bupati Dony Ahmad Munir menegaskan Rencana Aksi Daerah harus memiliki sasaran yang jelas, indikator keberhasilan yang terukur, serta mekanisme pelaksanaan, pengawasan, dan pelaporan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Program yang disusun harus jelas, terukur, dan melibatkan seluruh pihak agar upaya pencegahan dan penanganan dapat berjalan secara efektif,” ujarnya.
Selain membahas pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, rapat juga membahas penguatan ketahanan keluarga dan pendidikan karakter, dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang di masyarakat.
“Upaya ini dilakukan melalui pembinaan nilai agama dan moral, layanan konseling, peningkatan literasi kesehatan mental dan kesehatan reproduksi, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung edukasi dan sistem pelaporan,” lanjutnya.
Ia menambahkan, sekolah didorong memperkuat pendidikan karakter, etika, literasi digital, serta layanan bimbingan dan konseling. Sementara di tingkat desa, peran PKK, kader Posyandu, tokoh agama, dan masyarakat dioptimalkan dalam deteksi dini serta pendampingan keluarga yang membutuhkan, “Pemerintah maupun masyarakat harus saling menguatkan, bukan saling menyalahkan. Keluarga merupakan benteng utama dalam membentuk karakter generasi muda,” katanya.

Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Sumedang, Riskenda, yang hadir dalam kesempatan itu menyatakan kesiapan LDII mendukung berbagai program pemerintah daerah, yang bertujuan memperkuat ketahanan keluarga dan melindungi perempuan serta anak.
“Pembinaan karakter, pendidikan agama, dan penguatan peran keluarga merupakan bagian dari program pembinaan yang selama ini dijalankan LDII untuk membentuk generasi yang berakhlak mulia dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD), aparat penegak hukum, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, akademisi, serta perwakilan masyarakat, termasuk LDII.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat berjalan lebih efektif serta menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang generasi penerus.












