Mataram (29/6). Warga LDII Nusa Tenggara Barat (NTB), Rosalina Utamy, resmi meraih gelar doktor pada Program Pascasarjana UIN Mataram. Ia berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Fenomena LGBT Perspektif Hukum Keluarga Islam di Kota Mataram” dalam Ujian Promosi Doktor yang digelar Selasa (26/5/2026).
“Kontribusi utama penelitian ini adalah pengembangan kerangka teoritik baru yang mengintegrasikan Health Belief Model (HBM) dengan konsep Maqāṣid al-Sharī‘ah. Integrasi tersebut melahirkan pendekatan inovatif yang disebut Maqāṣid Health Belief Approach (MHBA),” kata Rosalina.
Ia menjelaskan, MHBA merupakan sebuah model yang menjembatani dimensi perilaku kesehatan dengan nilai-nilai maqāṣid dalam Islam. Pendekatan ini menegaskan bahwa kesadaran risiko, persepsi manfaat, hambatan, pemicu tindakan, dan keyakinan diri merupakan faktor penting dalam membentuk perilaku kesehatan yang konstruktif.
Rosalina dalam disertasinya mengeksplorasi fenomena LGBT di Kota Mataram melalui pendekatan fenomenologi dengan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Penelitian itu mengidentifikasi berbagai faktor yang melatarbelakangi fenomena tersebut, mulai dari pencarian jati diri, kebutuhan akan penerimaan sosial, hingga pengalaman traumatis dalam keluarga.
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena LGBT berkembang sebagai realitas sosial yang relatif tersembunyi, namun memunculkan berbagai persoalan di tengah masyarakat. Adapun dampak yang ditemukan meliputi stigma, diskriminasi, marginalisasi, serta pengaruh terhadap kesehatan mental, hubungan sosial, dan kehidupan bermasyarakat,” papar Rosalina.
Penelitian itu juga merekomendasikan langkah pencegahan secara komprehensif melalui edukasi kesehatan, layanan yang inklusif, dukungan psikososial, dan kebijakan publik yang responsif. Serta intervensi berbasis komunitas dan penguatan peran keluarga sebagai pusat pendidikan nilai dan moral.
“Dalam perspektif Hukum Keluarga Islam, keluarga diposisikan sebagai benteng sosial yang berlandaskan prinsip maqāṣid al-sharī‘ah, khususnya perlindungan jiwa (ḥifẓ al-nafs), akal (ḥifẓ al-‘aql), keturunan (ḥifẓ al-nasl), dan agama (ḥifẓ al-dīn),” jelasnya.
Diketahui, Rosalina merupakan pegawai RSUD Provinsi NTB yang memiliki rekam jejak akademik dan profesional yang kuat di bidang kesehatan dan keislaman. Perjalanan pendidikannya dimulai dari pendidikan kebidanan yang diselesaikan pada tahun 2009.
Latar belakang tersebut membentuk kompetensi klinis yang kokoh, khususnya dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak serta kesehatan reproduksi. Komitmennya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan mendorongnya melanjutkan pendidikan Magister Kesehatan Masyarakat pada tahun 2016 dengan konsentrasi Kesehatan Ibu dan Anak serta Kesehatan Reproduksi.
Selama menjalani pendidikan dan praktik profesional, Rosalina aktif terlibat dalam berbagai program kesehatan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kualitas kesehatan perempuan, anak, dan keluarga. Pada jenjang magister, ia juga melakukan penelitian terkait HIV/AIDS yang berfokus pada upaya pencegahan, edukasi masyarakat, serta dampaknya terhadap kesehatan reproduksi.
Untuk memperluas perspektif keilmuan dan menjawab kompleksitas persoalan sosial kontemporer, Rosalina melanjutkan studi doktoral pada Program Pascasarjana UIN Mataram di bidang Hukum Keluarga Islam. Pilihan bidang studi tersebut memperkaya pemahamannya mengenai aspek hukum, etika, dan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan keluarga, termasuk isu kesehatan reproduksi, perlindungan perempuan, hak anak, dan dinamika sosial masyarakat.
Selain aktif dalam dunia akademik, Rosalina juga memiliki pengalaman internasional sebagai pembicara pada seminar dan konferensi yang diselenggarakan di Malaysia dan Brunei Darussalam pada tahun 2024. Dalam forum tersebut, ia mempresentasikan kajian mengenai isu LGBT dari perspektif kesehatan masyarakat dan hukum Islam.

Paparannya menyoroti integrasi pendekatan ilmiah kesehatan dengan kajian normatif keislaman, khususnya terkait kesehatan reproduksi, perilaku berisiko, serta implikasi sosial dan hukum dalam konteks keluarga dan masyarakat.
Sementara itu, UIN Mataram memandang penelitian ini sebagai kontribusi akademik yang penting dalam menjawab persoalan sosial kontemporer. Disertasi ini memperkaya pengembangan teori perilaku kesehatan melalui pendekatan MHBA yang berbasis konteks lokal dan nilai-nilai Islam.
Selain itu, menawarkan rekomendasi praktis bagi pemerintah, lembaga keagamaan, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam merumuskan strategi pencegahan yang humanis, holistik, berbasis bukti ilmiah, serta berkelanjutan.
Dengan gelar doktor yang diraihnya, Rosalina Utamy berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan kebijakan, pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan yang holistik, humanis, berbasis bukti ilmiah, serta selaras dengan nilai-nilai sosial dan keagamaan. Berbekal kombinasi latar belakang kebidanan, kesehatan masyarakat, pengalaman program kesehatan, dan keilmuan Hukum Keluarga Islam menjadi landasan dalam mendukung kontribusi tersebut.












