Tegal (20/7). DPD LDII Kabupaten Tegal mengukuhkan pengurus Pimpinan Cabang (PC) tingkat kecamatan dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) tingkat desa/kelurahan se-Kabupaten Tegal. Pelantikan yang berlangsung di Kantor DPD LDII Kabupaten Tegal, pada Jumat (26/6) itu, menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur organisasi sekaligus mempercepat pelaksanaan program kerja hingga ke tingkat paling bawah.
Pelantikan dipimpin Ketua DPD LDII Kabupaten Tegal, Wijiyanto, didampingi jajaran pengurus harian DPD. Ratusan pengurus dari berbagai kecamatan dan desa hadir mengikuti prosesi yang meliputi pembacaan Surat Keputusan, pengambilan sumpah jabatan, serta penyerahan pataka organisasi kepada perwakilan ketua PC.
Pengukuhan tersebut menandai dimulainya masa kerja kepengurusan baru untuk menjalankan program organisasi di wilayah masing-masing. Dalam arahannya, Wijiyanto menilai keberadaan PC dan PAC memiliki peran strategis sebagai penghubung antara organisasi dengan masyarakat.
Menurutnya, pengurus di tingkat kecamatan dan desa menjadi ujung tombak pelaksanaan berbagai program LDII sehingga diperlukan konsolidasi yang kuat sejak awal masa kepengurusan. Ia meminta seluruh pengurus segera memetakan potensi wilayah, menyusun program yang sesuai kebutuhan masyarakat, serta membangun koordinasi yang baik dengan pemerintah setempat.
“PC dan PAC menjadi garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Setelah dilantik, pengurus perlu bergerak cepat menyusun langkah kerja, memperkuat koordinasi, dan menjalankan amanat organisasi dengan budaya gotong royong,” ujar Wijiyanto.
Wijiyanto juga menekankan kepengurusan yang baru memiliki tanggung jawab mendukung implementasi Delapan Program Pengabdian LDII untuk Bangsa di Kabupaten Tegal. Program tersebut mencakup penguatan wawasan kebangsaan, pembinaan keagamaan, pengembangan ekonomi syariah, pendidikan karakter, ketahanan pangan, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, pemanfaatan teknologi digital, hingga pengembangan energi baru terbarukan.
“Kami meminta seluruh program perlu diterjemahkan menjadi kegiatan yang dapat dirasakan masyarakat sesuai karakteristik masing-masing wilayah. Setiap daerah memiliki tantangan dan potensi berbeda. Pengurus perlu menyusun kegiatan yang relevan sehingga manfaat program dapat dirasakan masyarakat secara luas,” katanya.
Ia juga mendorong pengurus PC dan PAC membangun sinergi dengan unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), mulai dari camat, kapolsek, danramil, hingga kepala desa dan lurah. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, pembinaan generasi muda, pemberdayaan masyarakat, serta program keagamaan yang selaras dengan agenda pembangunan daerah.














