Kudus (21/7). Pondok Pesantren Baitul Qudus naungan DPD LDII Kabupaten Kudus kembali bekerja sama dengan UPTD Puskesmas Dersalam menggelar pemeriksaan kesehatan bagi santri baru. Sebanyak 36 santri mengikuti skrining kesehatan yang meliputi deteksi kondisi kesehatan dasar sebagai langkah awal untuk mengidentifikasi potensi gangguan kesehatan.
Pemeriksaan kesehatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Syaifuddin Zuhri, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Rabu (15/7/2026).
Kepala UPTD Puskesmas Dersalam, Tektona Graha Sanjaya, mengatakan pemeriksaan kesehatan di lingkungan pesantren merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif, untuk menjaga kualitas kesehatan peserta didik.
Menurutnya, aktivitas santri yang padat memerlukan kondisi fisik yang prima, agar proses belajar dapat berlangsung optimal, “Deteksi dini menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan para santri sebelum mereka menjalani berbagai aktivitas di pesantren. Apabila ditemukan gangguan kesehatan, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga tidak menghambat proses belajar maupun kegiatan sehari-hari,” ujar Tektona.
Ia menambahkan, pembiasaan hidup bersih dan sehat perlu menjadi budaya di lingkungan pesantren. Selain pemeriksaan kesehatan, edukasi mengenai pola makan, kebersihan diri, istirahat yang cukup, dan aktivitas fisik juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan para santri.
“Kami berharap para santri memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan secara mandiri. Kebiasaan hidup sehat yang dibangun sejak dini akan menjadi bekal yang bermanfaat hingga mereka kembali ke tengah masyarakat,” katanya.
Anggota Bagian Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) DPD LDII Kabupaten Kudus Anas Sugianto, menilai kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan di pesantren.
Menurutnya, pembinaan santri tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga membentuk pribadi yang mampu menjaga amanah, termasuk menjaga kondisi fisik sebagai penunjang aktivitas menuntut ilmu.
“Menuntut ilmu memerlukan fisik yang sehat, pikiran yang jernih, serta kedisiplinan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Karena itu, pendidikan di pesantren juga membiasakan pola hidup bersih, tertib, dan bertanggung jawab terhadap kesehatan diri,” ujar Anas.
Anas menambahkan, kolaborasi antara LDII melalui Ponpes Baitul Qudus dengan Puskesmas Dersalam menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Menurutnya, sinergi antara lembaga pendidikan dan fasilitas layanan kesehatan memberikan manfaat besar dalam mendukung proses pembinaan santri.
“Kami ingin para santri dapat mengikuti seluruh tahapan pendidikan dengan kondisi yang sehat sehingga mampu menyerap ilmu secara maksimal. Kerja sama seperti ini juga memperkuat pembinaan karakter karena santri dibiasakan menjaga kebersihan, kedisiplinan, dan tanggung jawab terhadap diri sendiri,” katanya.














