Tegal (23/7). DPD LDII Kabupaten Tegal menggelar pelatihan batik ecoprint untuk pemberdayaan ekonomi warga. Pelatihan yang berlangsung di Masjid Al Huda Manshurin, Tegal, Jawa Tengah pada Sabtu (27/6/2026) itu, memadukan pendekatan ekonomi kreatif dan pelestarian lingkungan.
Ketua DPD LDII Kabupaten Tegal, Wijiyanto, mengatakan pelatihan ini dirancang untuk membuka peluang usaha baru bagi warga, sekaligus memperkuat kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Menurutnya, keterampilan praktis seperti ecoprint dapat menjadi alternatif usaha rumahan yang memiliki prospek pasar cukup luas.
“Kami ingin masyarakat memiliki bekal keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan. Di sisi lain, kegiatan ini juga mengajak peserta memanfaatkan potensi alam secara bertanggung jawab dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Wijiyanto.
Wijiyanto menambahkan, penguatan ekonomi keluarga menjadi salah satu fokus pembinaan LDII yang dijalankan melalui berbagai pelatihan berbasis keterampilan. Ia berharap peserta tidak berhenti pada proses belajar, tetapi mampu mengembangkan hasil pelatihan menjadi produk bernilai jual.
“Kami mendorong lahirnya pelaku usaha baru dari lingkungan warga LDII, terutama kalangan ibu-ibu dan generasi muda. Apabila keterampilan ini terus diasah, produk ecoprint memiliki peluang bersaing di pasar sekaligus memperkuat ekonomi keluarga,” katanya.
Pelatihan dipandu instruktur ecoprint, Dwimaya Mardelia Winarni, yang membimbing peserta mulai dari proses mordanting atau persiapan kain, penyusunan komposisi daun dan bunga, teknik pounding, hingga proses steaming untuk mengunci warna alami pada kain. “Berbagai media digunakan dalam praktik, seperti jilbab, tas kain (totebag), dan kain katun yang siap diolah menjadi produk kerajinan,” katanya
Menurut Dwimaya, setiap motif yang dihasilkan memiliki karakter berbeda karena berasal dari bentuk dan warna alami dedaunan. “Keunikan ecoprint terletak pada hasil motif yang tidak pernah sama. Hal ini menjadi nilai tambah yang membuat setiap produk memiliki ciri khas tersendiri. Saya berharap peserta terus berlatih dan mengembangkan kreativitas agar mampu menghasilkan produk berkualitas,” ujarnya.
Selain praktik pembuatan ecoprint, peserta memperoleh pembekalan mengenai pengelolaan usaha mikro dan strategi pemasaran melalui platform digital. Materi tersebut diberikan agar peserta memahami tahapan membangun usaha, mulai dari produksi, penentuan harga, pengemasan, hingga pemasaran secara daring. Pelatihan ditutup dengan pameran hasil karya peserta yang dibuat selama kegiatan berlangsung.














