Kediri (28/7). Kader Posyandu se-Kecamatan Pesantren menggelar kegiatan studi tiru ke Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Seruni. Posyandu tersebut berlokasi di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah, Kelurahan Burengan, pada Rabu (15/7/2026).
Tujuannya sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat berbasis berbasis komunitas. Sekaligus sebagai ajang saling belajar dan berbagi pengalaman dalam menerapkan transformasi pelayanan Posyandu terintegrasi yang mampu mengakomodasi kebutuhan kesehatan seluruh kelompok usia.
“Kami mengapresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Posyandu Seruni sebagai lokasi percontohan. Kami menekankan keberadaan Posyandu Sruni di lingkungan pesantren merupakan bentuk dukungan dan aksi nyata lembaga dalam mendampingi tumbuh kembang keluarga dan persiapan generasi mendatang,” ungkap Ketua Ponpes Wali Barokah, KH Sunarto.
Ia mengungkapkan alasan Ponpes Wali Barokah memfasilitasi kegiatan tersebut untuk kepentingan keluarga dan generasi masa depan, “Persiapannya bahkan tidak hanya dimulai sejak anak dalam kandungan, tetapi sejak seseorang memilih pasangan hidup dan mempersiapkan kehidupan berkeluarga,” ujarnya.
KH Sunarto menjelaskan, Posyandu 6 SPM Seruni hadir dengan cakupan layanan yang lebih luas. Menurutnya, pelayanan tidak lagi sebatas melayani balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, melainkan menyasar seluruh tingkatan usia, termasuk para dewasa dan lansia.
“Saya pribadi juga turut serta memanfaatkan layanan pemeriksaan rutin kesehatan secara langsung di lokasi ini,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kediri, Faiqoh Azizah Muhammad Qowimuddin menyambut baik semangat para kader Posyandu se-Kecamatan Pesantren yang hadir untuk saling menginspirasi dan memperkuat kapasitas pelayanan.
“Kami menekankan pentingnya pelaksanaan Posyandu 6 SPM secara adaptif dan berkesinambungan tanpa mengesampingkan praktik-praktik baik dari penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang telah berjalan selama ini,” ungkapnya.
Ia menjelaskan Pelaksanaan Posyandu 6 SPM ini kita lakukan bertahap. Ia menuturkan apabila belum mampu menjalankan seluruh enam bidang pelayanan sekaligus, cukup dimulai dari dua atau tiga bidang yang paling memungkinkan, lalu ditambah secara bertahap.
“Jangan sampai kader merasa terbebani tanpa adanya penyesuaian tempat, tenaga, maupun mekanisme pelayanan,” terangnya.
Azizah berpesan agar proses adaptasi dilakukan secara harmonis, sehingga kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kota Kediri terus meningkat seiring dengan kenyamanan para kader dalam bertugas.
“Melalui kegiatan studi tiru ini, diharapkan terjadi ruang diskusi yang setara antara Posyandu Seruni sebagai tuan rumah dan para kader se-Kecamatan Pesantren,” jelasnya.
Ia menjelaskan masukan serta pengalaman yang dibagikan selama kegiatan diharapkan dapat langsung diadaptasi secara konkret di wilayah masing-masing demi mewujudkan keluarga Kediri yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.

