Serang (13/8). BPJS Kesehatan Kantor Cabang (KC) Serang menyosialisasikan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan aplikasi Mobile JKN kepada guru agama LDII Kramatwatu. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) LDII Kabupaten Serang, Banten, pada Selasa (4/8/2026).
Ketua Guru Agama LDII Kramatwatu, Parsono, mengatakan sosialisasi penting dilakukan agar para guru agama memahami program JKN dan dapat mengakses layanan kesehatan dengan baik. “Kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi antara LDII dan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai Program JKN-KIS,” ujar Parsono.
Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan Cilegon, Regi Fauzan, menjelaskan perbedaan antara BPJS Kesehatan sebagai badan penyelenggara dan JKN sebagai program yang bertujuan menjamin akses kesehatan masyarakat. Ia juga memaparkan dasar hukum pelaksanaan JKN yang merujuk pada UUD 1945, UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, serta UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS.
“Tujuan utama JKN adalah memberikan perlindungan kesehatan yang menyeluruh bagi seluruh rakyat Indonesia dengan prinsip gotong-royong, sehingga setiap peserta mendapatkan manfaat pelayanan kesehatan yang layak,” ujar Regi.
Sementara itu, materi sosialisasi juga disampaikan Kepala BPJS Kesehatan KC Serang yang diwakili Eva Herfianti dan Reviyanti dari bagian mutu layanan KC Serang. Keduanya bersama Regi Fauzan menjelaskan hak dan kewajiban peserta JKN, tata cara pembayaran iuran, serta fasilitas dan manfaat layanan Program JKN.
Eva Herfianti menegaskan bahwa Program JKN merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, literasi peserta menjadi faktor penting agar masyarakat memahami hak sekaligus kewajiban sebagai peserta JKN.
“Melalui kegiatan sosialisasi ini kami berharap seluruh guru agama LDII Kramatwatu semakin memahami mekanisme pelayanan Program JKN, mulai dari pentingnya memastikan status kepesertaan tetap aktif, alur pelayanan kesehatan yang benar, hingga pemanfaatan berbagai kanal layanan digital BPJS Kesehatan. Dengan pemahaman yang baik, peserta akan lebih mudah mengakses layanan kesehatan secara cepat, mudah, dan tanpa kendala,” ujar Eva.
Para peserta mengikuti sosialisasi dengan serius dan aktif menyimak materi yang disampaikan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab untuk memberikan kesempatan kepada peserta memperdalam informasi mengenai kepesertaan dan pelayanan JKN.
Melalui sosialisasi tersebut, pemahaman guru agama LDII Kramatwatu mengenai BPJS Kesehatan dan Program JKN diharapkan semakin meningkat. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu peserta memahami dan menerapkan mekanisme layanan JKN dalam kehidupan sehari-hari.












