Jakarta (27/9). Mentri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta membuka acara gala dinner International Grand Imam Conference (IGIC) 2026 di Jakarta pada Jum’at (25/9/2026). Acara tersebut bertajuk “Keharmonisan Masjid, Diplomasi Keagamaan dan Perdamaian Dunia.”
“Ini momen bahagia, 29 imam besar yang tersohor di negara masing-masing duduk bersama. Ini pertama di dunia, momen persahabatan, refleksi dan komitmen bersama,” tegas Menag.
Ia menjelaskan, momen tersebut mempersatukan dengan satu tanggung jawab yang sama, memastikan agama terus menjadi inspirasi kebijaksanaan, kasih sayang, kerukunan, dan kepedulian terhadap dunia yang telah diamanahkan Allah.
“Jika acara ini sukses, ke depannya tidak hanya imam besar saja, tetapi mengajak pemimpin rumah ibadah yang lain untuk duduk bersama. Kita butuh banyak keselarasan agama untuk menyadarkan masyarakat tidak membakar hutan, tidak mubazir menggunakan energi, tidak membuang sampah di sungai dan lainnya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) DPP LDII Dody Taufiq Wijaya, mengucapkan terima kasih atas undangan dari penyelenggaraan Masjid Istiqlal dan Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM). Ia mengharapkan adanya deklarasi yang menegaskan bahwa harmoni dalam keberagaman harus lahir dari masjid.
“Diplomasi bernuansa keagamaan perlu lebih diutamakan guna mewujudkan perdamaian dunia secara bersama-sama. Acara IGIC harapanya membawa perdamaian dunia yang lebih baik dan nyaman,” jelasnya.
Ketum menegaskan masjid bukan hanya sebagai tempat salat dan beribadah, tetapi juga dapat difungsikan untuk mencari solusi masalah yang ada di masyarakat. Menurutnya, masjid diharapkan mampu mengharmonikan keberagaman di tengah masyarakat Indoneisa yang majemuk sekaligus mencari solusi atas berbagai permasalahan sosial.
“Masjid di bawah naungan LDII yang tersebar di seluruh Indonesia memang sudah terbiasa difungsikan tidak hanya sebagai tempat salat, tetapi juga tempat belajar bagi anak-anak, remaja, hingga dewasa melalui kegiatan pengajian. Selain untuk membina generasi penerus, masjid juga menjadi tempat bermusyawarah bagi pengurus majelis taklim untuk menyelesaikan berbagai permasalahan jemaah,” tutupnya.

