Kutai Kartanegara (14/8). Pengurus Harian DPW LDII Kalimantan Timur (Kaltim) berkunjung ke Bank Sampah Sukses Sejati di Kelurahan Panji, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim. Kunjungan tersebut terkait rencana pengembangan pengelolaan limbah dan sampah di sekolah serta pondok pesantren.
Rombongan dipimpin Ketua DPW LDII Kalimantan Timur, Krishna P. Candra, didampingi Wakil Ketua Eko Budiono, Sekretaris Wildan Taufik, Bendahara Wahyu Hidayat, Ketua Biro Pendidikan Umum dan Pelatihan Edy Purwanto, serta Ketua Biro Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LISDAL) Arbani Effendi.
Kedatangan rombongan disambut Ketua RT 14 sekaligus Ketua Bank Sampah Sukses Sejati, Kusnan, serta Lurah Panji, Hanapi. Pengurus harian DPW LDII Kaltim berencana mempelajari konsep dan sistem kerja pengelolaan sampah yang telah dijalankan Bank Sampah Sukses Sejati selama beberapa tahun terakhir dan dinilai bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam pemaparannya, Kusnan menjelaskan, program bank sampah mendapat dukungan luas dari masyarakat karena mampu memberikan nilai ekonomi sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. “Program ini sangat didukung warga karena mempunyai nilai ekonomi yang membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. Sampah yang telah dipilah akan diproses oleh petugas untuk kemudian dijual kembali,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berbagai jenis sampah memiliki nilai jual yang berbeda, mulai dari botol air mineral, tutup botol, plastik label produk, plastik campuran, wadah bekas telur, hingga berbagai jenis limbah lainnya. Harga jualnya bervariasi, mulai dari Rp100 hingga Rp10.000 per kilogram, bahkan lebih untuk jenis tertentu.
Sementara itu, Lurah Panji Hanapi mengapresiasi kunjungan tersebut. Ia berharap, momen itu menjadi awal kerja sama yang baik dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
“Kami sangat senang menerima kunjungan dari LDII Kalimantan Timur. Semoga ini menjadi langkah awal kerja sama yang baik dalam menumbuhkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah yang benar dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Hanapi.
Sebagai tindak lanjut, Krishna P. Candra mengatakan, hasil kunjungan tersebut menjadi bahan penyusunan program edukasi bagi warga LDII, sekolah, dan pondok pesantren yang dinaungi LDII Kalimantan Timur.
“Kami berharap nantinya edukasi lebih luas kepada warga LDII, termasuk seluruh sekolah dan pondok pesantren, agar semakin peduli terhadap pengelolaan sampah dan limbah. Persoalan sampah bukan hanya tentang kebersihan lingkungan, tetapi juga bernilai ekonomis serta menjadi bagian dari pendidikan karakter,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Biro Pendidikan Umum dan Pelatihan DPW LDII Kaltim Edy Purwanto menilai, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah masih perlu ditingkatkan. “Pemahaman tentang pentingnya memilah sampah masih relatif rendah, padahal langkah sederhana tersebut memberikan dampak yang sangat besar,” ujarnya.
Selain mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan, pemilahan juga meningkatkan nilai manfaat sampah sehingga dapat diolah kembali. Menurut Edy, pihaknya juga mendorong gerakan sosialisasi dan edukasi secara berkelanjutan di lingkungan pondok pesantren dan sekolah agar budaya pengelolaan sampah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Usai berdiskusi, rombongan meninjau fasilitas penghancuran botol plastik yang menjadi bagian dari proses pengolahan sampah di Bank Sampah Sukses Sejati. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi salah satu pondok pesantren naungan LDII di Kelurahan Panji, yang telah menerapkan sistem pengelolaan sampah.
Candra optimistis, program serupa dapat diterapkan secara bertahap di berbagai pondok pesantren dan sekolah binaan LDII di Kalimantan Timur, khususnya di Balikpapan, Samarinda, dan Kutai Kartanegara yang telah memiliki lembaga pendidikan formal maupun pondok pesantren.
“Kami yakin program ini dapat berhasil apabila dibangun melalui edukasi, pembiasaan, dan kerja sama semua pihak. Pengelolaan sampah yang baik bukan hanya menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan membentuk karakter peduli lingkungan bagi generasi muda,” tutupnya.













