Jakarta (14/8). DPP LDII menilai gerakan Pramuka memiliki peran strategis sebagai wahana penting dalam pembinaan karakter generasi muda di era modern. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Umum DPP LDII, Tri Gunawan Hadi, menanggapi Hari Pramuka yang diperingati setiap tanggal 14 Agustus.
Pramuka merupakan akronim dari Praja Muda Karana, yang bermakna “Jiwa Muda yang Suka Berkarya”. Hari tersebut ditetapkan pada 14 Agustus 1961 oleh Presiden RI Soekarno untuk menjadi suatu organisasi yang mencetak generasi muda yang tangguh.
Menurut Tri Gunawan, kegiatan kepanduan mampu memadukan pendidikan moral agama dengan nilai-nilai Dasa Darma dan Tri Satya. Kombinasi ini menjadi perisai kuat bagi para pemuda di tengah tantangan zaman.
“Gerakan Pramuka adalah sarana pembentukan akhlakul karimah. Nilai Dasa Darma dan Tri Satya yang dipadukan dengan pendidikan moral agama dimaksudkan agar generasi muda tahan terhadap disinformasi, degradasi, serta dekadensi moral,” ujar Tri Gunawan, Jumat (14/8/2026).
Selain membentengi moral, ia menekankan bahwa aktivitas luar ruangan *(outdoor)* dalam Kepramukaan turut membentuk ketahanan fisik dan mental yang tangguh. Kecerdasan intelektual pemuda perlu dilengkapi dengan karakter tahan uji, kemandirian, serta jiwa kepemimpinan kolektif.
“Dalam Pramuka, generasi muda diajarkan bagaimana bertanggung jawab, mengambil keputusan, dan bekerja sama secara kolektif. Ini melatih ketangguhan fisik dan mental mereka,” jelasnya.
Sebagai bentuk kontribusi nyata, DPP LDII terus memperkuat pembinaan karakter berbasis komunitas melalui pembentukan Satuan Komunitas (Sako) dan Gugus Depan (Gudep) di berbagai basis binaan, seperti masjid, pondok pesantren, dan sekolah.
“DPP LDII membentuk satuan komunitas dengan basis pembentukan Gudep di masjid-masjid, pondok pesantren, dan sekolah-sekolah yang dibina LDII. Ini menjadi pintu gerbang pembinaan moral keagamaan dan karakter generasi muda,” tegas Tri Gunawan.
Melalui wadah tersebut, para anggota tidak hanya dibekali pemahaman agama dan pendidikan karakter. Mereka juga ditanamkan nilai-nilai kebangsaan serta kegotongroyongan.
“Ini menjadi komitmen dan kontribusi LDII dalam membina generasi muda agar tumbuh menjadi generasi yang unggul, berakhlakul karimah, dan mandiri,” pungkasnya.












