Kebumen (19/8). LDII Gombong menggelar Perkemahan Akhir Tahun Cinta Alam Indonesia (Permata CAI) 2026 di Kompleks Masjid Al-Ikhsan, Gombong, Kebumen, Jawa Tengah pada 20–22 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti puluhan generasi muda dari PC dan PAC LDII se-Kabupaten Kebumen.
Permata CAI menjadi bagian dari pembinaan generasi muda LDII untuk memperkuat karakter, kepemimpinan, kemandirian, dan kemampuan menghadapi perubahan zaman. Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Kebumen, Sudiyono mengatakan 29 Karakter Luhur LDII menjadi salah satu fondasi penting dalam pembinaan generasi muda.
Nilai tersebut diarahkan untuk membentuk pribadi yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap sesama, “Karakter luhur tidak cukup dipahami sebagai materi pembelajaran. Nilai tersebut perlu dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari agar generasi muda mampu menjadi pribadi yang dapat dipercaya dan memberikan manfaat di tengah masyarakat,” ujar Sudiyono.
Menurut Sudiyono, pembinaan generasi muda juga perlu memperhatikan kemampuan mereka dalam membangun hubungan sosial. Anak muda akan berhadapan dengan lingkungan yang semakin beragam dan perubahan yang berlangsung cepat.

“Generasi muda perlu memiliki pegangan moral sekaligus kemampuan beradaptasi. Mereka harus mampu menjaga hubungan baik dengan masyarakat dan tetap memiliki prinsip dalam menghadapi berbagai tantangan,” katanya.
Ketua DPD LDII Kabupaten Kebumen Gunardi mengatakan metode FGD digunakan untuk melatih peserta berpikir kritis dan sistematis. Peserta juga diarahkan untuk berani menyampaikan gagasan serta mempertanggungjawabkan solusi yang mereka tawarkan, “Kami ingin peserta tidak hanya mampu memahami persoalan, tetapi juga memiliki kemampuan mencari jalan keluar. Kemampuan menganalisis masalah dan bekerja dalam tim akan sangat dibutuhkan ketika mereka terjun ke masyarakat,” ujar Gunardi.
Ia menambahkan, Permata CAI menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang untuk menyiapkan generasi yang memiliki keseimbangan antara pemahaman agama, karakter, kepemimpinan, dan kemandirian.
“Kami berharap peserta membawa hasil pembinaan ini ke lingkungan masing-masing. Mereka dapat menjadi penggerak kegiatan positif dan ikut menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat,” katanya.












