Kediri (19/8). Sekitar 100 santri Pondok Pesantren Wali Barokah (PPWB) ikut berpartisipasi dalam Kirab Bendera Raksasa Merah Putih. Kegiatan untuk menyambut HUT RI tersebut digelar Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur tersebut dihelat pada Minggu (16/8/2026).
Kegiatan itu melibatkan 1.147 pemuda dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kepemudaan, pelajar, mahasiswa, pondok pesantren, hingga tokoh lintas komunitas. Santri PPWB bergabung bersama ribuan peserta dan Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, membentangkan kain merah putih berukuran panjang 60 meter dan lebar 40 meter. Aksi kirab dimulai dari Balai Kota Kediri di Jalan Basuki Rahmat menuju kawasan Puncak Gunung Klotok.
“Di balik bendera yang kita arak dan kibarkan ini ada sejarah panjang perjuangan para pejuang kita. Karena dulu, para pejuang berkorban jiwa raga untuk meraih kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati.
Ia juga mengapresiasi atas antusiasme generasi muda Kota Kediri dengan penuh semangat ikut mengibarkan bendera merah putih. Menurutnya, melalui kegiatan tersebut menjadi semangat tambahan dalam membangun Kota Kediri.

Sementara itu, Ketua Ponpes Wali Barokah, KH. Sunarto, menyatakan bahwa keterlibatan para santri merupakan wujud komitmen pondok pesantren dalam menanamkan jiwa nasionalisme, kebangsaan dan cita tanah air.
“Keterlibatan 100 santri kami dalam kirab ini adalah bukti bahwa pesantren tidak pernah lepas dari sejarah perjuangan bangsa. Kami ingin para santri menghayati arti kemerdekaan dan siap melanjutkan perjuangan para pahlawan melalui karya dan kontribusi positif bagi negeri,” tegasnya.
KH Sunarto menjelaskan kehadiran para santri dalam momentum bersejarah tersebut, menjadi simbol kuat sinergi antara kalangan pesantren, masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Humas Ponpes Wali Barokah, Asyhari Eko Prayitno yang juga ikut sebagai peserta kirab menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana edukasi yang sangat bernilai bagi para santri, “Melalui kegiatan ini, santri belajar langsung tentang arti kebersamaan, toleransi, tolong menolong, gotong royong, dan persatuan. Berjalan beriringan bersama seluruh elemen masyarakat Kota Kediri memperkuat rasa persaudaraan dan cinta tanah air dalam diri para santri,” tutupnya.














