Jakarta (24/8). Hari ketiga Pelatihan Jurnalistik LINES Batch 7 yang diselenggarakan oleh DPP LDII berfokus pada penguatan keterampilan produksi konten televisi. Pelatihan sesi ketiga pada Minggu (23/8/2026) tersebut, dibimbing oleh kru LDII TV.
Sesi diawali dengan materi ”Jurnalisme Rasa” yang dibawakan oleh Fitri Utami dan Altin Raffika. Keduanya membagikan kiat mendalam mengenai penyusunan storyboard untuk penulisan feature televisi.
Fitri dan Altin mengajak peserta mengasah seni bercerita (storytelling) lewat tampilan audio visual. Tujuannya, agar tayangan menjadi lebih hidup dan menarik bagi audiens, “Dalan feature televisi, kita bisa mengembangkan sebuah fakta menjadi cerita faktual sehingga audiens bisa masuk ke dalam cerita,” ujar Fitri.
Pembekalan kemudian berlanjut ke tahap teknis produksi. Materi pengambilan gambar video disampaikan oleh Dimas Maulana Ichsan dan Renald Hadi Prasetya, “Saat berada di lapangan, itu momen seorang videographer mempertemukan imajinasi dengan realita. Videographer diharapkan dapat mempertahankan imajinasi, tapi juga harus peka dengan apa yang ditawarkan oleh realita,” kata Renald.
Setelah itu, Dandi Ramadhan dan Bimo membawakan materi penyuntingan video (editing). Materi ini bertujuan untuk memandu peserta dalam mengolah hasil rekaman menjadi tayangan yang utuh, “Rasa dalam video menjadi hal yang penting dalam produksi video. Perbanyak referensi dan jam terbang untuk mengasah skill editing, karna skill bisa dicari tapi rasa (taste) tidak bisa dimanipulasi,” ungkap Dandi.
Rangkaian pelatihan semakin lengkap dengan materi Voice Over (VO) dari Eko Mugianto, Elgania Aulia Gemintang dan Chera Rossyanda. Ketiganya mengajarkan teknik pengisian suara dan penjiwaan narasi, “Voice over itu teknik perekaman suara yang diperuntukan untuk pembacaan berita, periklanan, dan company profile. Pentingnya VO untuk melengkapi video yang sudah ada agar lebih bagus untuk ditampilkan,” kata Eko.
Sebagai penutup, Prima Tia Putra dan Arini Eka Setiatin Lestari menghadirkan materi seputar produksi podcast. Materi ini membekali peserta dalam mengemas konten perbincangan digital secara profesional, “Podcast yang baik bukan hanya terdengar menarik, tetapi juga lahir dari proses yang terencana, komunikasi dan kolaborasi yang baik. Mulai dari membangun ide hingga bagaimana konten sampai kepada audiens,” ujar Arin.
Melalui seluruh tahapan tersebut, peserta diharapkan dapat memahami alur kerja produksi media secara holistik. Mulai dari perencanaan konsep, teknik pengambilan gambar, hingga tahap post-production.















