Bantul (22/8). DPD LDII Kabupaten Bantul menggelar Camping Cinta Alam Indonesia (CAI) di Pusdiklat Senkom Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada 24–26 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pra Musyawarah Daerah IX LDII Kabupaten Bantul.
Sebanyak 550 peserta dan panitia dari kalangan generasi muda LDII se-Kabupaten Bantul mengikuti kegiatan tersebut. Wakil Ketua DPD LDII Bantul Tavif Raharja mengatakan Camping CAI menjadi bagian dari pembinaan generasi muda melalui penguatan 29 Karakter Luhur.
Menurut dia, pembinaan tersebut juga diarahkan untuk mendukung agenda pembangunan sumberdaya manusia yang dicanangkan pemerintah, “Kami ingin generasi muda memiliki karakter yang kuat sejak dini. Pembinaan kami juga sejalan dengan ‘7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat’ seperti bangun pagi, beribadah, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga, belajar, dan bersosialisasi,” kata Tavif.
Tavif mengatakan pembinaan generasi muda menjadi salah satu agenda penting LDII Bantul, dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Ia menilai konsolidasi menjelang Musda IX tidak hanya berkaitan dengan organisasi, tetapi juga perlu menyentuh kualitas sumber daya manusia.
“Musda merupakan bagian dari evaluasi organisasi. Di saat yang sama, kami perlu mempersiapkan generasi penerus agar memiliki kemampuan dan karakter yang sesuai dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.
Camping CAI Bantul 2026 mengangkat tema Membentuk Generasi Cinta Alam yang Berakhlak Peduli dan Bermanfaat bagi Sesama dan Alam Semesta. Peserta mengikuti berbagai kegiatan di alam terbuka untuk melatih kemandirian, kepemimpinan, kerja sama, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap lingkungan. Tavif mengatakan pendekatan tersebut penting agar pembentukan karakter tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di ruang kelas.
“Karakter akan lebih mudah dipahami ketika peserta mengalaminya langsung. Mereka belajar memimpin kelompok, bekerja sama, menjaga kebersihan, dan menyelesaikan persoalan bersama,” katanya.
Ketua Panitia CAI Bantul 2026 Darmanta mengatakan kegiatan berlangsung lancar dengan tingkat partisipasi yang tinggi. Sekitar 90 persen generasi penerus LDII di wilayah Bantul selatan mengikuti rangkaian kegiatan.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Peserta mengikuti agenda dari awal sampai akhir dengan baik. Kami mengapresiasi dukungan dari pemerintah dan seluruh pihak yang membantu penyelenggaraan,” ujar Darmanta.
Darmanta mengatakan kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan selama kegiatan berlangsung. Peserta dan panitia harus menghadapi udara dingin serta angin yang cukup kencang. Menurut dia, kondisi tersebut justru menjadi bagian dari proses pembelajaran di alam terbuka.
“Panitia harus memastikan seluruh peserta tetap aman dan kegiatan berjalan sesuai agenda. Cuaca menjadi pengalaman tersendiri bagi peserta untuk belajar beradaptasi dan menjaga kekompakan dalam kelompok,” katanya.
Kegiatan dibuka Panewu Anom Kapanewon Sanden Ibnu Raharja melalui pemukulan gong dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon Sanden. Ibnu mengapresiasi Camping CAI karena memadukan pembinaan karakter dengan aktivitas di alam.
“Kegiatan seperti ini melatih fisik sekaligus membangun kemandirian dan kerja sama. Generasi muda membutuhkan pengalaman seperti ini agar mampu menghadapi berbagai tantangan,” kata Ibnu.
Ibnu berharap pembinaan generasi muda melalui kegiatan seperti CAI terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak peserta. Tavif mengatakan DPD LDII Bantul akan mempertahankan kegiatan pembinaan generasi sebagai bagian dari agenda organisasi.
“Generasi muda memiliki posisi penting dalam perjalanan organisasi dan bangsa. Kami ingin mereka tumbuh dengan karakter luhur, memiliki kepedulian terhadap lingkungan, mampu bekerja sama, dan siap mengambil peran di masyarakat. Itu menjadi bagian dari kontribusi LDII dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Tavif.














