Magelang (2/9). DPD LDII Kabupaten Magelang memperkuat pembinaan keagamaan melalui pengajian rutin bagi para takmir masjid binaan di wilayah Sawangan dan sekitarnya. Kegiatan berlangsung di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin, Kecamatan Sawangan, pada Selasa, (4/8/2026).
Materi pengajian kali ini, membahas tata cara berpakaian muslimah sesuai tuntunan syariat Islam. Ketua Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Magelang sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin, KH Modrik Santoso mengatakan pemahaman mengenai pakaian muslimah perlu diberikan secara berkala kepada jamaah.
Menurut dia, menutup aurat merupakan bagian dari ibadah yang perlu dilaksanakan sesuai tuntunan agama, “Menutup aurat bukan hanya soal penampilan. Ini bagian dari ketaatan kepada Allah dan Rasul. Karena itu, pakaian yang dikenakan perlu memenuhi ketentuan syariat,” kata Modrik.
Modrik menjelaskan kerudung muslimah perlu menutup rambut, leher, dan dada. Bahan kerudung juga perlu diperhatikan agar tidak tipis atau transparan. Ia menyarankan penggunaan inner hijab atau ciput untuk menjaga rambut tetap tertutup.
“Kerudung perlu dikenakan dengan benar. Jangan hanya menutup rambut dan leher, tetapi bagian dada juga harus tertutup. Pemilihan bahan juga perlu diperhatikan agar tidak menerawang,” ujarnya.
Menurut Modrik, ketentuan berpakaian juga mencakup pakaian bagian atas dan bawah. Baju dianjurkan berlengan panjang hingga pergelangan tangan dan dapat menggunakan manset bila diperlukan. Panjang baju diupayakan mencapai lutut atau setidaknya pertengahan paha. Pakaian bagian bawah perlu menutup hingga melewati mata kaki. Busana juga tidak ketat dan tidak tembus pandang.
Ia juga mengingatkan muslimah untuk tetap memperhatikan aurat dalam berbagai aktivitas. Saat menggunakan sepeda motor dengan pakaian berupa rok, misalnya, perempuan dianjurkan menggunakan celana panjang sebagai pelapis.
“Ketentuan menutup aurat tetap perlu diperhatikan saat beraktivitas di luar rumah. Kenyamanan penting, tetapi pakaian juga harus tetap memenuhi ketentuan agama,” kata Modrik.
Modrik mengatakan pembinaan tersebut tidak hanya ditujukan untuk menambah pengetahuan. Para takmir diharapkan dapat meneruskan materi kepada jamaah perempuan di masjid masing-masing.
“Takmir memiliki peran penting dalam menyampaikan pembinaan yang intens. Materi yang diterima di sini perlu diteruskan secara bertahap agar pemahaman masyarakat semakin baik,” pungkasnya.













