Bandar Lampung (9/9). DPW LDII Lampung menghelat Rapat Kerja Tahunan Tahun 2027. Acara itu diselenggarakan di kantor DPW LDII Lampung, pada Sabtu (5/9/2026), dengan peserta para pengurus DPW LDII Lampung.
“Tata kerja organisasi diperlukan sebagai pedoman teknis bagi pengurus dalam melaksanakan tugas dan fungsi organisasi. Pedoman tersebut juga perlu bersifat dinamis, agar dapat menyesuaikan dengan perubahan situasi dan kondisi lingkungan,” ujar Wakil Ketua DPW LDII Lampung, Heri Sensustadi.
Heri menjelaskan, tata kerja organisasi mengatur hubungan kerja, koordinasi, dan komunikasi kelembagaan secara vertikal dan horizontal, “Untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi. Penerapan tata kerja juga diarahkan untuk mendukung seluruh instrumen organisasi agar dapat berdaya guna, dan berhasil guna,” tuturnya.
Lebih lanjut, Heri menegaskan urgensi koordinasi antarbidang untuk meningkatkan kinerja organisasi. “Ketua biro dapat menjalin kerja sama lintas bidang. Sementara itu, pembinaan kewilayahan dilakukan melalui fasilitasi, koordinasi, konsultasi, pemantauan, dan evaluasi terhadap implementasi program LDII,” tegasnya.
Dalam konteks RKT 2027, peserta diberikan kerangka untuk menyusun program secara lebih terarah, terkoordinasi dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing, “Dengan mempertimbangkan keberlanjutan pelaksanaan program di berbagai bidang pengabdian,” imbuh Heri.
Sementara itu, Sekretaris DPW LDII Lampung, Ahmat Nurdin menyampaikan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2026. “Sepanjang tahun 2026, LDII Lampung telah menjalankan berbagai program yang mencakup konsolidasi internal, penguatan organisasi, silaturahim dan sinergi internal, program dakwah dan pembinaan umat, serta kontribusi sosial dan pengabdian masyarakat,” pungkasnya.
Nurdin menjelaskan, empat kelompok kegiatan tersebut menjadi gambaran kiprah LDII Lampung dalam menjalankan program organisasi. Ia menegaskan, evaluasi tidak berhenti pada terlaksana atau tidaknya sebuah kegiatan, “Tetapi perlu melihat relevansi program dengan delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa,” katanya.
Dalam evaluasi tersebut, aspek keberlanjutan dan dampak program juga menjadi perhatian. Nurdin menekankan, kegiatan ke depan diarahkan pada program yang berkelanjutan dan memberikan dampak bagi masyarakat, “Bukan sekadar kegiatan seremonial yang selesai pada saat pelaksanaan. Pendekatan ini diharapkan membuat setiap program memiliki manfaat yang lebih terukur dan mampu memberikan nilai tambah bagi organisasi maupun masyarakat,” tutupnya.















