Bandung (25/10). DPD LDII Kota Bandung menghadiri Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kota Bandung. Kegiatan tersebut untuk memperkuat semangat kebangsaan dan sinergi dengan pemerintah daerah serta organisasi kemasyarakatan Islam.
HSN juga menjadi pengingat atas peran ulama dan santri dalam perjuangan kemerdekaan serta pembangunan bangsa. Upacara berlangsung di Plaza Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Nomor 2, Kamis (22/10/2026), dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhamad Farhan.
DPD LDII Kota Bandung diwakili Bendahara Umum Imam Kusnandar dan Anggota Bidang Pendidikan Keagamaan dan Dakwah Ahmad Mukhlis.
Dalam sambutannya, Walikota Bandung, Muhamad Farhan menekankan pentingnya pendidikan karakter secara langsung untuk membekali generasi muda menghadapi derasnya arus informasi digital. “Pesantren memiliki keunggulan melalui pembelajaran tatap muka dan pembiasaan disiplin dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Pesantren memungkinkan pendidikan dan pembentukan karakter melalui kegiatan tatap muka dan teladan sehari-hari. Ia menggambarkan ruang digital sebagai lingkungan yang penuh tantangan sehingga generasi muda perlu memiliki fondasi karakter yang kuat.
“Di dalam dunia digital yang sekarang masih terasa sangat dalam tanda kutip seperti rimba belantara. Untuk bisa bertahan di dalamnya harus diberikan dulu karakter yang kuat,” katanya.
Farhan juga menyoroti pola pendidikan di pesantren yang membentuk kedisiplinan melalui pendampingan sepanjang hari. “Pendidikan face to face dalam bentuk asrama, boarding house 24 jam, dididik dengan kedisiplinan dari sejak sebelum subuh sampai isya. Ini adalah bagian dari untuk membangun karakter tersebut,” tuturnya.
Ia berharap nilai-nilai pendidikan pesantren dapat menginspirasi pembentukan karakter generasi muda di lingkungan keluarga dan pendidikan. “Semoga kita semua menjadi santri-santri bangsa,” ujarnya.
Bendahara Umum DPD LDII Kota Bandung, Imam Kusnandar mengungkapkan peringatan Hari Santri Nasional menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan mengembangkan kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Hari Santri Nasional mengingatkan masyarakat pada kontribusi ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peran tersebut berlanjut melalui pendidikan, dakwah, pembinaan moral, serta keterlibatan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ungkapnya.
Menurutnya, bagi LDII Kota Bandung, nilai-nilai tersebut sejalan dengan upaya membina generasi penerus yang berkarakter luhur, berilmu, mandiri, dan memiliki semangat kebangsaan.
Upacara tersebut juga dihadiri berbagai unsur pemerintah, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan Islam, di antaranya Kementerian Agama Kota Bandung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), Persatuan Umat Islam (PUI), dan Mathlaul














