Demak (24/10). Warga Desa Pundenarum, Kecamatan Karangawen, mendapat akses berbagai layanan gratis melalui Gebyar Harmoni Pemberdayaan Ormas. Kegiatan yang digelar Rabu (14/10/2026) tersebut mengusung tema “Harmonisasi Multipihak dalam Pengentasan Kemiskinan”.
Bupati Demak Eisti’anah mengapresiasi kolaborasi LDII bersama pemerintah dan berbagai elemen masyarakat. Ia mengatakan, Gebyar Harmoni yang berlangsung selama tiga tahun berturut-turut di sejumlah wilayah Demak menunjukkan peran organisasi kemasyarakatan. Menurutnya, kolaborasi tersebut memungkinkan masyarakat mengakses program pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat.
“Kolaborasi ini bukan hanya memberikan manfaat bagi organisasi kemasyarakatan, tetapi juga bisa dinikmati seluruh masyarakat melalui program pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan yang melibatkan pemerintah, LDII, tokoh agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), MUI, Kementerian Agama, PMI, serta berbagai unsur masyarakat ini dapat terus menjadi contoh kolaborasi yang membawa manfaat nyata. Ia juga mengapresiasi kegiatan edukasi integritas, kepedulian lingkungan melalui bank sampah, serta dukungan terhadap pelaku UMKM yang turut dihadirkan.
“Hal-hal baik seperti ini perlu kita dukung dan ditiru. Dengan kebersamaan, kepedulian, dan semangat saling menghargai, kita bisa membangun masyarakat Demak yang lebih sejahtera,” kata bupati.
Eisti’anah juga meminta Camat dan Kepala Desa membantu warga memperbarui atau menyanggah data kesejahteraan. Langkah tersebut diperlukan agar data penerima bantuan akurat dan program perlindungan sosial menjangkau warga yang berhak. “Kami titip kepada Camat untuk menyosialisasikan hal ini kepada seluruh kepala desa agar ikut membantu masyarakat,” pesannya.
Kegiatan tersebut menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan, perlindungan sosial, kesehatan, donor darah, dan pojok baca. Warga juga dapat mengakses sembako murah serta kegiatan pemberdayaan UMKM dan pengelolaan bank sampah. Eisti’anah turut mengapresiasi edukasi integritas, kepedulian lingkungan, dan dukungan terhadap pelaku UMKM dalam kegiatan tersebut.
Kepala Bakesbangpol Demak, Kendarsih Iriani mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat peran organisasi kemasyarakatan sebagai mitra pemerintah. Kolaborasi itu diharapkan meningkatkan kepedulian sosial dan partisipasi masyarakat dalam mengatasi kemiskinan.
“Kami berharap kegiatan ini semakin memperkokoh persatuan dan kesatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta mewujudkan masyarakat Demak yang harmonis, mandiri, berdaya, dan sejahtera,” katanya.
Ketua DPD LDII Demak, Kurniawan Arifendi menjelaskan peran ormas tidak sebatas menyosialisasikan program pemerintah. Organisasi juga perlu menyerap aspirasi warga agar kebijakan sesuai kebutuhan di lapangan. “LDII berkomitmen untuk mendukung berbagai pihak dalam pelaksanaan program pembangunan,” ujarnya.
Kurniawan yang juga Inspektur Daerah Kabupaten Demak menambahkan, tema Gebyar Harmoni disesuaikan dengan persoalan masyarakat setiap tahun. Kegiatan sebelumnya mengangkat kesetiakawanan sosial bagi warga terdampak rob di Sayung, sedangkan tahun ini berfokus pada pengentasan kemiskinan.
Menurutnya, upaya tersebut mencakup pengurangan kantong kemiskinan, peningkatan pendapatan, dan pengurangan beban pengeluaran masyarakat, “Kami ingin masyarakat lebih mudah mendapatkan pelayanan tanpa harus datang ke banyak tempat. Ini menjadi bagian dari komitmen untuk membantu meringankan beban warga,” pungkasnya.














