Pasangkayu (2/11). DPD LDII Kabupaten Pasangkayu menghadiri istigasah dan doa bersama memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Kegiatan yang berlangsung di Alun-alun Kota Pasangkayu, Sulawesi Barat pada Rabu (21/10/2026) tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HSN yang berlangsung pada 19–22 Oktober 2026.
Ketua DPD LDII Pasangkayu, Lukman Efendi, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, istigasah dan doa bersama tidak hanya menjadi sarana meningkatkan keimanan, tetapi juga mempererat persaudaraan dan kepedulian sosial. “Momentum Hari Santri diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa,” ujarnya.
Lukman menegaskan, keikutsertaan LDII Pasangkayu merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan kehidupan keagamaan dan kerukunan di daerah. Ia berharap, nilai-nilai keislaman, persaudaraan, dan kebangsaan semakin tumbuh dalam kehidupan masyarakat.
Ia juga mendorong sinergi antara pemerintah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga pendidikan keagamaan terus terjalin untuk mewujudkan masyarakat yang religius, rukun, dan harmonis.

Sementara itu, Bupati Pasangkayu yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Pasangkayu, Badaruddin, mengajak seluruh masyarakat menjadikan istigasah dan doa bersama sebagai momentum untuk memohon pertolongan dan keberkahan Allah SWT. “Melalui doa bersama tersebut, diharapkan Kabupaten Pasangkayu senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, serta kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan,” katanya.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasangkayu, Maslim Halimin, turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah sekaligus upaya meneladani akhlak dan ajarannya. “Kegiatan istigasah dan doa bersama menjadi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Peringatan HSN 2026 di Kabupaten Pasangkayu tidak hanya diisi dengan kegiatan keagamaan, tetapi juga berbagai agenda edukatif dan sosial. Selama empat hari, para santri mengikuti pembelajaran di perkemahan, perlombaan seni, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), istigasah dan doa bersama, hingga karnaval santri. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk memperluas ruang belajar santri sekaligus memperkuat peran pesantren dalam kehidupan bermasyarakat.















