Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Hikmah di Balik Corona

2020/08/06
in Opini
5
foto ilustrasi: Ruwad A; Karem/pixabay

foto ilustrasi: Ruwad A; Karem/pixabay

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Lines (05/08) – Adanya pandemi corona yang belum tahu kapan berakhirnya, kita berada di garis patahan, yaitu berada di titik transformasi dari era old normal menuju era new normal. Ini adalah titik penentuan, apakah kita mampu beradaptasi dalam kesulitan atau menyerah dan pasrah menerima keadaan.

Hampir semua profesi maupun bidang pekerjaan harus beradaptasi di masa pandemi ini. Bagi pelajar, mahasiswa, guru, dan dosen, beradaptasi dengan sistem belajar mengajar secara online. Menggunakan berbagai aplikasi seperti Zoom, Google Classroom, Google Meet, dan lain-lain. Meski dengan tergagap-gagap, tapi mau tidak mau harus bisa menguasai teknologi tersebut.

Awalnya memang terasa canggung, namun harus diakui bahwa dengan memanfaatkan teknologi tersebut, belajar mengajar bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Dosen dan mahasiswa tidak harus bertemu secara langsung, masing-masing berdiam diri di rumah, namun transfer knowledge tetap bisa dilakukan. Hemat waktu, hemat biaya, dan tentu saja hemat infrastruktur.

Bagi para wirausaha kuliner maupun jual beli barang/jasa, juga tidak harus membuka toko atau pergi ke pasar membawa dagangan. Cukup dari rumah dengan aplikasi marketplace, sudah bisa memasarkan dagangannya secara online. Pembeli pun tidak perlu repot-repot pergi ke toko atau pasar. Cukup dari rumah, melalui smartphone sudah bisa memesan barang yang diinginkan.

Pembayaran juga tidak menggunakan uang secara fisik, tapi transfer melalui aplikasi internet banking. Mudah, hemat, dan cepat. Pasar tradisional pun mulai ditinggalkan. Mau tidak mau para pedagang harus belajar jualan online menggunakan teknologi digital. Hal ini pun dibuktikan pada bulan puasa tahun ini. Saat tidak ada pasar wadai (kue) seperti tahun-tahun sebelumnya, banyak orang-orang rumahan yang tetap berjualan wadai secara online, sistem pengantaran. Bahkan diantaranya juga memanfaatkan grup-grup whatsapp untuk menawarkan dagangannya.

Petani dan peternak juga tak luput dari dampak corona. Penjualan hasil panen menurun drastis.Bukan karena tidak diperlukan konsumen, tapi karena konsumen takut pergi ke pasar. Pasar sepi, penjualan otomatis menurun. Petani dan peternak juga harus memutar otak, agar bagaimana hasil panennya tetap sampai di tangan konsumen meski tidak melalui pasar. Lagi-lagi solusinya adalah memanfaatkan teknologi digital. Pasar online. Baik melalui media sosial (facebook, instagram, grup whatsapp) maupun melalui markeplace yang sudah ada.

Dengan demikian sebenarnya justru menguntungkan petani/peternak dan konsumen. Selama ini biasanya tengkulak membeli dari petani dengan harga serendah-rendahnya dan menjual kepada konsumen dengan harga setinggi-tingginya.Dengan tidak adanya tengkulak, maka petani dapat untung yang layak, konsumen pun dapat harga yang terjangkau.

Wabah corona juga telah memaksa semua orang berkumpul di rumah. Bersama keluarganya masing-masing. Selama ini sebagian besar kita disibukkan dengan pekerjaan. Bahkan tidak sedikit diantaranya yang pergi kerja saat anak-anak masih terlelap tidur, begitu pulang malam anak pun sudah tidur kembali. Sehingga sangat jarang bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan anak-anaknya.

Kini kita punya waktu selama berbulan-bulan tinggal bersama keluarga di rumah (stay at home). Maka ini kesempatan yang sangat baik untuk membangun kedekatan emosi dengan seluruh anggota keluarga. Saling bertukar cerita, berbagi pengalaman, dan memberikan nasihat-nasihat kebaikan. Sehingga hubungan dengan antar anggota keluarga pun jadi lebih intens lagi.

Stay at home dalam waktu lama memaksa istri atau suami untuk masak sendiri. Bagi yang selama ini terbiasa selalu makan di luar (warung makan atau restoran) akhirnyamau tidak mau harus belajar berbagai resep masakan. Dan ternyata dengan masak sendiri di rumah, jauh lebih hemat daripada makan di luar. Penghematan bisa mencapai 30-50%.

Agar tidak jenuh seharian berada di rumah setiap hari, bisa diisi dengan bersih-bersih halaman. Jika ada halaman yang kosong bisa dimanfaatkan untuk bertanam sayur-sayuran, atau beternak (misalnya ikan, kelinci, ayam,atau burung puyuh). Lumayan, hasilnya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur sendiri.

Maka setelah corona berakhir, semoga kita mempunyai keahlian baru yaitu: menggunakan teknologi digital, memasak, bercocok tanam, beternak, maupun keahlian yang lainnya. Dengan memiliki keahlian baru, akan mengurangi ketergantungan pada orang lain. Kita bisa lebih mandiri, bahkan bisa membantu orang lain.

Misalnya petani yang menguasai teknologi digital, ia tidak hanya berprofesi sebagai petani tapi juga sekaligus pengusaha. Karena selain menghasilkan hasil panen juga dapat memasarkan langsung kepada konsumen menggunakan teknologi digital. Ia tidak lagi tergantung pada tengkulak yang sering memainkan harga sesuka hati.

Bagi yang ahli memasak, juga bisa memasarkan masakannya secara online. Ia bisa sekaligus menjadi pengusaha kuliner. Tidak tergantung pada orang lain untuk memasarkan hasil masakannya. Yang bisa masak minimal bisa mengurangi makan di luar sehingga dapat menghemat pengeluaran keluarga.

Termasuk juga yang bisa memanfaatkan halaman pekarangannya yang kosong untuk bercocok tanam atau beternak. Ia tidak lagi sepenuhnya tergantung pada penjual sayur keliling. Tapi ia sudah bisa menghasilkan sayur mayur dan lauk pauk secara mandiri. Kalau hasil panennya banyak justru malah bisa sekalian dijual secara online. Sehingga menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.

Yang tidak kalah pentingnya, pasca corona kita harus punya pola pikir baru. Hidup lebih hemat, mengutamakan fungsi, hilangkan gengsi. Gaya hidup sesuai dengan penghasilan, agar tidak besar pasak daripada tiang. Karena sekecil apapun uangnya akan cukup bila digunakan untuk hidup, tapi sebanyak apapun uangnya tak akan pernah cukup jika untuk memenuhi gaya hidup.

Harus cerdas mengelola keuangan keluarga. Cerdas secara finansial itu sangat penting, agar penghasilan yang diperoleh tidak habis begitu saja. Apalagi terjerat hutang, gali lubang tutup lubang.Dari penghasilan yang ada harus diusahakan bagaimana caranya agar mampu menciptakan sumber penghasilan baru.

Dengan mengoptimalkan kemampuan diri sendiri, menerapkan pola pikir baru yang lebih maju, akan mampu menopang ketahanan keluarga, terutama dari sisi ekonomi. Ketahanan ekonomi keluarga ini merupakan genset bagi ekonomi nasional. Kita masih ingat saat krisis tahun 1998, banyak perusahaan besar ambruk, ekonomi nasional porak-poranda, tapi justru UMKM yang basisnya adalah ekonomi keluarga yang menjadi penyelamat krisis moneter saat itu.

Tanpa disadari, adanya pandemi corona ini menyadarkan kita semua untuk lebih menata hidup dengan lebih baik. Jaga kebersihan, terapkan pola hidup sehat, makan makanan bergizi yang seimbang, jaga jarak, tidak bersentuhan dengan yang bukan mahrom, lebih dekat keluarga, bisa mengatur keuangan keluarga dengan lebih baik.

Kita dituntut untuk selalu belajar dan belajar seumur hidup (long life education). Memiliki jiwa pembelajar. Belajar mulai dari ayunan (anak-anak) sampai liang lahat (mati). Tanpa memiliki jiwa pembelajar, kita hanya akan memiliki masa lalu. Karena masa depan hanya akan diraih oleh orang-orang yang mau terus belajar sepanjang hayat.
Demikianlah, setiap kejadian yang ada di muka bumi ini, senantiasa terselip hikmah di baliknya. Semoga kita bisa menemukannya, dan menjadi manusia yang lebih baik lagi. (*)

Anton Kuswoyo, S.Si., M.T.
Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Sistem Informasi, Politeknik Negeri Tanah Laut
Ketua DPD LDII Kabupaten Tanah Laut.

Tags: adaptasiCoronacovid19keadaanldiinormalPandemitransformasi

Comments 5

  1. Fahriah says:
    6 years ago

    Betul pa …kita melek teknologi mau atau tidak suka atau tdk…baduit atau tidak…yaa kita harus berusaha jgn ketinggalan…ilmu dunia dan akhirotnya ..🙏

    Reply
  2. Zanuar Rima Nasrullah says:
    6 years ago

    Alhamdulillah. Mendapat nasihat lagi. Alhamdulillah jaza kumullahu khoiron, admn dan timnya

    Reply
  3. Fajar arianto says:
    6 years ago

    Alhamdulillahi jaza kumullohu khoiro

    Reply
  4. Heru Wardoyo says:
    6 years ago

    Nasihat yang Luar biasa.. Alhamdulillah jazakumullohu khoiro..

    Reply
  5. Rizal says:
    6 years ago

    Keren artikelnya. Yuk kunjungi website kami

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Fauzi Achmadi on Rahmat Murka
  • abdin ma'ruf on LDII Sumedang Audiensi dengan Kemenag, Perkuat Pembinaan Generasi Muda
  • Sukiman Kasturi on Hadiri HUT ke-28 PAN, LDII Tegaskan Miliki Kesamaan Visi dalam Wujudkan Kesejahteraan Bangsa
  • kasriyat on Kekeringan Melanda, LDII dan Warga Lamasi Gelar Salat Istisqa
  • Rubiyo on Ketua DPP LDII Ingatkan Dampak Berantai Bahaya Kekeringan
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sebanyak 600-an Pemuda LDII dari Lampung dan Sumsel Ikuti Program Taaruf 2026

Sebanyak 600-an Pemuda LDII dari Lampung dan Sumsel Ikuti Program Taaruf 2026

September 14, 2026
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026
PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

April 24, 2026
MUI Pondok Gede Gelar Safari Ramadan di Masjid Baitul A’laa LDII

MUI Pondok Gede Gelar Safari Ramadan di Masjid Baitul A’laa LDII

March 17, 2026
Sebanyak 600-an Pemuda LDII dari Lampung dan Sumsel Ikuti Program Taaruf 2026

Sebanyak 600-an Pemuda LDII dari Lampung dan Sumsel Ikuti Program Taaruf 2026

12
Ketua DPP LDII Ingatkan Dampak Berantai Bahaya Kekeringan

Ketua DPP LDII Ingatkan Dampak Berantai Bahaya Kekeringan

3
DPP LDII Kembangkan Tabung Air dan Konservasi Lingkungan Hadapi Kemarau Panjang

DPP LDII Kembangkan Tabung Air dan Konservasi Lingkungan Hadapi Kemarau Panjang

2
LDII Sumedang Audiensi dengan Kemenag, Perkuat Pembinaan Generasi Muda

LDII Sumedang Audiensi dengan Kemenag, Perkuat Pembinaan Generasi Muda

1
Wujudkan Rumah Tangga Harmonis, LDII Matraman Gelar Talkshow Parenting “Cermin Ayah”

Wujudkan Rumah Tangga Harmonis, LDII Matraman Gelar Talkshow Parenting “Cermin Ayah”

September 22, 2026
Bahas Perda Terkait Penyimpangan Seksual, LDII Audiensi dengan DPRD DKI Jakarta

Bahas Perda Terkait Penyimpangan Seksual, LDII Audiensi dengan DPRD DKI Jakarta

September 22, 2026
Antisipasi Asap Karhutla, LDII Kobar Bagikan 1.000 Masker pada Warga

Antisipasi Asap Karhutla, LDII Kobar Bagikan 1.000 Masker pada Warga

September 22, 2026
Perkuat Publikasi Organisasi, DPP LDII-DPW LDII Papua Tengah Kolaborasi Gelar Pelatihan Jurnalistik Mahir Dasar

Perkuat Publikasi Organisasi, DPP LDII-DPW LDII Papua Tengah Kolaborasi Gelar Pelatihan Jurnalistik Mahir Dasar

September 22, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Wujudkan Rumah Tangga Harmonis, LDII Matraman Gelar Talkshow Parenting “Cermin Ayah” September 22, 2026
  • Bahas Perda Terkait Penyimpangan Seksual, LDII Audiensi dengan DPRD DKI Jakarta September 22, 2026
  • Antisipasi Asap Karhutla, LDII Kobar Bagikan 1.000 Masker pada Warga September 22, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.