Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Desain dan Spanduk HARI SANTRI 2026
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Desain dan Spanduk HARI SANTRI 2026
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Hidup, amal dan cinta

2010/10/22
in Nasehat
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Untuk variasi, kadang kalau mau nderes, saya suka gambling. Ambil kitab, tegakkan dan biarkan kitab terbuka dengan sendirinya. Acak. Atau ambil kitab, pegang dan buka sembarang. Hal itu sering saya lakukan kalau pas tidak ada ide. Lagi penat bin sumpek. Kalau halaman yang terbuka ternyata tidak menarik, ritual itu diulangi lagi. Sampai dapat sesuai selera. Bahkan tak jarang malah ganti kitab. Selain cara di atas, biasanya saya juga pakai gaya kuno, telusur dari daftar isi dan buka lembar per lembar. Dari bab, sub bab kemudian ke judul, baru lari ke halaman yang dimaksud. Topiknya pasti yang menarik hati saja, hindari yang ruwet dan berat – berat. Yang menyenangkan dan menambah semangat maupun keimanan saja. Ada kalanya, kegiatan seperti itu membuahkan sesuatu yang mengharukan, seperti mendapatkan sesuatu yang benar – benar baru. Dahsyat. Laksana mendapat durian runtuh. Maklum, memory manusia memang terbatas. Lupa seolah menjadi menu dimana – mana. Padahal sebenarnya hanya pengulangan saja kan? Namanya saja deres. Namun, karena situasi dan kondisinya berbeda inilah, akhirnya hasilnya pun beda pula rasanya. Untuk  kali ini saya akan berbagi sesuatu yang saya dapatkan dari kegiatan kecil berupa deres ini, dengan hasil yang saya sebut mengharu-biru cakrawala batin saya.

Dari Sahal bin Sa’ad, dia berkata, “Jibril datang kepada Nabi SAW dan berkata, ‘Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu karena kamu pasti mati, beramallah sesukamu karena kamu akan dibalas dengannya, dan cintailah orang yang kamu cintai sesukamu karena kamu pasti berpisah dengannya. Dan ketahuilah sesungguhnya kemuliaan seorang mukmin adalah qiyamul lail (sholat malam) dan kehormatan mukmin adalah rasa kayanya (menahan diri dari meminta – minta) jauh dari sesama manusia.” (rowahu at-Thabrani fi Mu’jam al-Ausath)

Dimanakah daya tariknya? Wuih…, banyak sekali menurut saya. Pertama, dari gaya bahasanya. Saya suka sekali dengan pemakaian kata syi’ta – sesuka – sukamulah. Ngledek banget rasanya. Orang jawa bilang nglulu. Ingat sama Ahli Badar yang fenomenal itu. Kesan awal begitu menggoda, seperti mendapatkan kebebasan; terserah lho deh! Tapi dikunci dengan akhir pernyataan yang pakem. Kalimat yang imbang. Seperti dilepas, kemudian ditarik lagi. Diangkat terus dijatuhkan. Sebagai mukmin seperti ditantang kemukminannya. Tunjukkan merahmu, begitu kalau boleh meminjam salah satu iklan rokok.

Kedua, yang dibahas hal yang esensial lagi universal: hidup, amal dan cinta. Boleh hidup sesukanya, tapi ingat, semua orang pasti mati. Artinya bersiaplah untuk bekal setelah mati. Seorang bijak pernah ditanya, ”Apa yang Anda dan murid-murid Anda lakukan dalam hidup ini?” Ia menjawab, ”Kami hanya duduk, kami hanya berjalan, dan kami makan.” Si penanya tidak mengerti apa maksudnya. ”Tetapi,” lanjutnya, ”Bukankah setiap orang juga duduk, berjalan, dan makan?” ”Ya,” sahut sang bijak,” Tetapi ketika kami duduk, kami sadar kami sedang duduk. Ketika kami berjalan, kami sadar bahwa kami sedang berjalan. Ketika kami makan, kami sadar kami sedang makan.” Jadi, sadarlah selalu kemana hidup ini berjalan dan untuk apa hidup kita sebelum gerbang kematian benar – benar datang menyapa.

Boleh berlaku dan beramal seenaknya, tapi semua diri nanti akan menerima ganjarannya masing – masing. Kalau benar dapat, kalau salah ya bersiaplah; guwak byuk.  Beramal, bukan sekedar baik tapi harus tepat sasaran; buat diri dan sekitar. Ada seorang Bapak tua sedang asyik menanam pohon buah – buahan di sebuah bukit yang gundul dan gersang. Bukit itu akhirnya penuh dengan pepohonan dan buah – buahan. Orang jadi senang dan memperoleh manfaat dari budi baik si Bapak itu. Karenanya, menghantarkan si bapak menerima penghargaan sebagai pengakuan akan jasanya. Pada malam penghargaan si Bapak ditanya, “Apa yang melatarbelakangi tindakan yang mulia itu?” Si Bapak dengan spontan menjawab, “Bumi telah lama memberikan kebaikan kepada saya dan orang – orang terdahulu juga telah mewariskan kebaikan yang banyak kepada saya. Mudah – mudahan dengan tindakan kecil saya ini, saya bisa membalas budi dengan memberikan sesuatu kepada generasi berikutnya dan orang – orang yang akan datang serta menjaga kelestarian dan keindahan bumi tercinta ini.”

Terus mencinta juga begitu, silahkan mencintai siapa pun dan apapun, tapi nanti akan berpisah juga. Jangan mencinta secara membabi – buta. Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termenung sambil terus menggumam, ”Lulu…, Lulu….!” Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. ”Dokter kenapa orang ini?”, tanya si pengunjung. Si dokter menjawab, ”Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu.” Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat kamar lain ia terkejut melihat penghuninya terus – menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, ”Lulu, Lulu…., Lulu, Lulu…”. ”Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?” tanya pengunjung memastikan. Dokter kemudian menjawab, ”Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu.” Hati – hatilah dengan masalah cinta ini. Salah mencinta bisa petaka.

Ketiga, ditunjukkan dua hal yang menjadi pemuncaknya; yaitu qiyamul lail dan prawiro. Berdiri di saat yang lain tertidur. Dan tidak blubut meminta – minta kepada manusia. Ta’afuf. Terjaga. Tiba – tiba dengan cepat terlintas dalam benak saya arti 4L dalam hadits ini. Kebutuhan  berupa kebutuhan fisik untuk hidup (to live), berikutnya kebutuhan social emosional, saling kasih – sayang dan memperhatikan (to love), kemudian kebutuhan mental (to learn) dan terakhir adalah kebutuhan meninggalkan warisan (to leaving a legacy).

Keempat, seperti sebuah tamparan buat saya yang mengaku mukmin, ketika disebut qiyamul lail dan prawiro. Kata yang selalu menjadi impian tak pernah kesampaian. Dan ingin selalu didapatkan, tapi susahnya bukan kepalang. Tak lain karena jarangnya bisa melakukannya. Jadinya, seperti punguk merindukan bulan. Walau terus selalu mencoba meraihnya.

Kelima, segera saya menutupnya. Karena tak tahan mengulang dan mengulangnya. Semakin diulang semakin dalam sakitnya. Tambah lama tambah dalam dan lebar. Dan malam itu, dalam luka yang menganga, dan rindu yang dalam, tiba – tiba serasa saya dibangunkan dan punya kekuatan  untuk bersimpuh kepadaNya. Alhamdulillah, alhamdulillah……

Oleh: Ustadz.Faizunal Abdillah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Al Hilal on Perkuat Sinergi di Wilayah Perbatasan, LDII Kotabaru Silaturahim dengan LDII Paser
  • Catur Wati on Dua Pesilat Muda LDII Jateng Siap Berlaga di Uzbekistan
  • sahrudin udin on Silaturahim dengan Kapolres Baru, LDII Luwu Timur Sinergi Jaga Kerukunan
  • Rie rie on Dua Pesilat Muda LDII Jateng Siap Berlaga di Uzbekistan
  • Ayman on Dua Pesilat Muda LDII Jateng Siap Berlaga di Uzbekistan
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dua Pesilat Muda LDII Jateng Siap Berlaga di Uzbekistan

Dua Pesilat Muda LDII Jateng Siap Berlaga di Uzbekistan

October 22, 2026
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

April 24, 2026
DPP LDII Fokus Perkuat SDM Pengurus Hingga Tingkat PAC

DPP LDII Fokus Perkuat SDM Pengurus Hingga Tingkat PAC

5
Dua Pesilat Muda LDII Jateng Siap Berlaga di Uzbekistan

Dua Pesilat Muda LDII Jateng Siap Berlaga di Uzbekistan

4
Ketua Umum LDII: Ormas Harus Berdampak untuk Kemaslahatan Umat

Ketua Umum LDII: Ormas Harus Berdampak untuk Kemaslahatan Umat

4
Bolehkah Khutbah Jumat Selain Bahasa Arab?

Bolehkah Khutbah Jumat Selain Bahasa Arab?

25
Santri dari Masa ke Masa: Dari Perjuangan Kemerdekaan Menuju Indonesia Emas

Santri dari Masa ke Masa: Dari Perjuangan Kemerdekaan Menuju Indonesia Emas

October 24, 2026
Hadiri Seminar MUI, LDII Pringsewu Dukung Peran Santri dalam Memakmurkan Masjid

Hadiri Seminar MUI, LDII Pringsewu Dukung Peran Santri dalam Memakmurkan Masjid

October 24, 2026
LDII Dukung Kampanye Pencegahan Stunting Dinkes Bengkulu Selatan Wujudkan Generasi Sehat

LDII Dukung Kampanye Pencegahan Stunting Dinkes Bengkulu Selatan Wujudkan Generasi Sehat

October 24, 2026
DPP LDII: Baznas Berperan Penting dalam Upaya Pemerataan Pendidikan Nasional

DPP LDII: Baznas Berperan Penting dalam Upaya Pemerataan Pendidikan Nasional

October 23, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Santri dari Masa ke Masa: Dari Perjuangan Kemerdekaan Menuju Indonesia Emas October 24, 2026
  • Hadiri Seminar MUI, LDII Pringsewu Dukung Peran Santri dalam Memakmurkan Masjid October 24, 2026
  • LDII Dukung Kampanye Pencegahan Stunting Dinkes Bengkulu Selatan Wujudkan Generasi Sehat October 24, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

TELEGRAM

Untuk mengirim berita dari daerah Anda, silakan install aplikasi TELEGRAM lalu klik tautan berikut:

https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Desain dan Spanduk HARI SANTRI 2026
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.