Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel

Eco-Kurban LDII untuk Merawat Alam dan Sesama

2026/05/28
in Artikel
0
Pemakaian plastik dari pati singkong untuk tebar kurban LDII. Foto: LINES.

Pemakaian plastik dari pati singkong untuk tebar kurban LDII. Foto: LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jutaan umat Islam berkurban setiap tahun atas nama ketakwaan. Bagi LDII, ketakwaan tidak cukup dibuktikan dengan keikhlasan semata, namun harus berlanjut pada tanggung jawab kepada sesama, kepada hewan yang dikurbankan, dan kepada bumi yang menopang kehidupan.

Setiap Idul Adha, gema takbir berkumandang dari masjid ke masjid, dari lapangan ke gang-gang sempit. Umat Islam merayakan salah satu momen paling sakral dalam kalender Hijriah, bulan panen pahala. Bagi yang mampu, panennya ada di Tanah Suci: wukuf di Padang Arafah, talbiyah yang terus diulang, dan air mata yang jatuh tanpa diminta. Bagi yang belum sampai ke sana, Allah membentangkan ladang yang sama luasnya: menunaikan kurban.

Penyembelihan hewan kurban menjadi simbol ketaatan sekaligus kepedulian sosial dengan berbagi kebahagiaan, melalui daging yang harganya tidak selalu bisa dijangkau semua orang. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, kebahagiaan itu terasa nyata di wajah setiap orang yang menerimanya. Namun di tengah semarak itu, muncul pertanyaan yang kian relevan: sudahkah praktik kurban kita ramah terhadap lingkungan?

Sebab dalam praktiknya, pelaksanaan kurban kerap menyisakan persoalan ekologis, karena jika darah yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari sumber air dan menjadi ladang subur bagi bakteri seperti E. coli, bahkan mengganggu budidaya ikan di sejumlah tempat. Sementara kantong plastik sekali pakai yang digunakan setiap tahun terus memperparah persoalan sampah yang butuh ratusan tahun untuk terurai.

Pertanyaan itu menjadi perhatian DPP LDII, dan mereka memilih untuk menjawabnya dengan tindakan. Tahun ini, organisasi Islam itu mengusung konsep Eco-Kurban: kurban yang tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Ketua DPP LDII Dody Taufik Wijaya mengatakan bahwa pihaknya menggunakan plastik biodegradable dan besek,  wadah anyaman bambu yang sudah ratusan tahun menjadi bagian dari tradisi berbagi di Nusantara — sebagai pengganti kantong plastik konvensional dalam pembagian daging kurban.

“DPP LDI juga memperkenalkan pembagian kurban dengan berwawasan lingkungan. Tentu menggunakan biodegradable plastik, plastik yang dapat di daur ulang, dan juga menggunakan besek.” ungkapnya.

Kantong plastik yang dipilih pun bukan sembarangan. Dibuat dari pati singkong alias Manihot esculenta — tanaman umbi yang tumbuh melimpah di tanah Indonesia, plastik ini telah diuji di Laboratorium Kementerian Perindustrian dan terbukti mampu terdegradasi oleh mikroba. Dalam kondisi kompos yang hangat dan lembap, ia bisa luruh dalam enam bulan hingga dua tahun. Jauh berbeda dari plastik konvensional berbasis minyak bumi yang bisa bertahan ratusan tahun di lingkungan.

Dody mengungkapkan langkah ini pun tidak berhenti di tingkat pusat. Untuk itu ia mengimbau seluruh jenjang organisasi, dari DPW, DPD, hingga PC dan PAC, untuk melakukan hal yang sama.

Namun bagi LDII, ramah lingkungan tidak cukup hanya soal kemasan. Ada dimensi lain yang tak kalah penting: bagaimana hewan kurban itu sendiri diperlakukan. Bukan hanya saat detik penyembelihan, tetapi sejak masa pemeliharaannya.

Untuk itu, Dody mengungkapkan para juru sembelih di lingkungan LDII telah melewati pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha), yakni program bersertifikat yang memastikan setiap hewan dikurbankan dengan cara yang meminimalkan rasa sakit, sesuai syariat sekaligus beradab. Pisau diasah hingga benar-benar tajam, hewan ditenangkan sebelum disembelih, dan seluruh prosesnya dijalankan dengan standar yang diakui BPJPH Kementerian Agama.

“Terutama dalam rangka pembersihan, dari sisi darah, kemudian juga pembersihan, isi perut, jeruannya, dan lain-lain. Itu sudah menggunakan standar. kita mendapatkan pelatihan-pelatihan. Baik di dinas kebersihan, dinas kesehatan di Pemda, pemerintah daerah, provinsi, atau kabupaten, kota masing-masing,” lanjutnya.

Di balik seluruh ikhtiar itu, Dody mengingatkan bahwa kurban sejatinya menyimpan makna yang jauh lebih dalam dari sekadar ritual sembelih, “Makna dari berkurban, pertama tentu ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT, meningkatkan ketaatan dan ketakwaan kita. Kemudian juga meningkatkan rasa berbagi dan persaudaraan,” ujarnya.

Kebersamaan itu, katanya, terasa nyata dalam setiap tahap, mulai dari menyembelih, memotong, mengepak, hingga membagikan daging kepada yang membutuhkan maupun yang sekadar datang meminta, sesuai tuntunan hadis.

“Dalam setiap penyembelihan kurban, ini rasa kebersamaan. Sama-sama bekerja sama, beramal soleh untuk menyembelih daging kurban, memotong-motong daging kurban, dan juga mengepak dan membagi-bagikan,” lanjutnya.

DPP LDII membagikan daging kurban setiap tahunnya dengan memperhatikan kemasan ramah lingkungan. Foto: LINES.

Kurban juga menggerakkan roda ekonomi dalam skala yang jarang disadari, Dody menggambarkannya dengan sederhana, “Bayangkan saja kalau misalnya, seluruh Indonesia ini umat Islamnya, mungkin 80% dari 280 juta. Kalau satu kepala keluarga, atau setiap 10 kepala keluarga berkorban, satu ekor kambing atau satu ekor sapi, ini alangkah besarnya putaran ekonomi bagi para peternak,” lanjutnya.

Dan manfaatnya tidak berhenti di kandang. Bagi mereka yang menerimanya, daging kurban adalah berkah yang konkret, “Ini juga menjadi sumber protein bagi masyarakat yang mungkin memang jarang untuk mendapatkan akses ke sumber protein,” tutupnya.

Bagi LDII, kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan dan membagikan daging. Ia adalah praktik spiritual yang mengajarkan keikhlasan, kepedulian, dan tanggung jawab — termasuk terhadap lingkungan yang menopang kehidupan.

Eco-Kurban mengingatkan bahwa menjaga bumi bukanlah agenda di luar ibadah, melainkan bagian darinya. Dengan kesadaran itu, Iduladha tidak hanya menghadirkan keberkahan bagi manusia tetapi juga bagi alam yang sudah lama menopang semarak hari raya ini dalam diam.

Tags: Eko-KurbanKetakwaanldiiMerawat Alam

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on LDII Mimika Dorong Lahirnya Wirausahawan Mandiri dalam Usaha Pengelasan
  • Wasis Wicaksono on Wapres Gibran: Permata CAI Cetak Generasi Mandiri Sambut Bonus Demografi
  • suratno 75 on LDII Sulbar Dukung Penguatan Literasi Ekonomi Syariah Hadiri Tabligh Akbar Madrasah Fair 2026
  • MANSUR GHOZALI on Lurah Air Jamban Resmikan TK IT Insan Mulia Naungan LDII Bengkalis
  • H Gatot on LDII Ingatkan 5 Pilar untuk Tentukan Masa Depan Koperasi
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ardhia Ikrimatu Zanjabila Mendengar Kalam Ilahi dalam Sunyi, Membawanya ke Panggung Nasional

Ardhia Ikrimatu Zanjabila Mendengar Kalam Ilahi dalam Sunyi, Membawanya ke Panggung Nasional

July 11, 2026
Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga, Pimpinan Komisi VIII DPR dan LDII Tolak Normalisasi Perilaku LGBTQ

Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga, Pimpinan Komisi VIII DPR dan LDII Tolak Normalisasi Perilaku LGBTQ

July 11, 2026
LDII Ingatkan 5 Pilar untuk Tentukan Masa Depan Koperasi

LDII Ingatkan 5 Pilar untuk Tentukan Masa Depan Koperasi

July 12, 2026
Yayasan Budi Luhur LDII Wonosobo Resmikan TK Budi Utomo Kampus 2

Yayasan Budi Luhur LDII Wonosobo Resmikan TK Budi Utomo Kampus 2

July 11, 2026
Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga, Pimpinan Komisi VIII DPR dan LDII Tolak Normalisasi Perilaku LGBTQ

Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga, Pimpinan Komisi VIII DPR dan LDII Tolak Normalisasi Perilaku LGBTQ

5
LDII Karawang Perkuat Pembinaan 29 Karakter Luhur dengan Festival Generasi Penerus 2026

LDII Karawang Perkuat Pembinaan 29 Karakter Luhur dengan Festival Generasi Penerus 2026

3
Kunci Keikhlasan

Kunci Keikhlasan

2
Yayasan Budi Luhur LDII Wonosobo Resmikan TK Budi Utomo Kampus 2

Yayasan Budi Luhur LDII Wonosobo Resmikan TK Budi Utomo Kampus 2

2
Silaturahim dengan Staf Ahli BNPT, LDII Tegaskan Komitmen Perkuat Inklusivitas dan Kontribusi Kebangsaan

Silaturahim dengan Staf Ahli BNPT, LDII Tegaskan Komitmen Perkuat Inklusivitas dan Kontribusi Kebangsaan

July 16, 2026
Wawalkot Padang: Perkemahan CAI Jadi Media Bentuk Karakter Generasi Muda

Wawalkot Padang: Perkemahan CAI Jadi Media Bentuk Karakter Generasi Muda

July 16, 2026
Bank Sampah Graha Pena Silaturahim dengan LDII Sumsel Diskusikan Program Kebersihan Lingkungan

Bank Sampah Graha Pena Silaturahim dengan LDII Sumsel Diskusikan Program Kebersihan Lingkungan

July 16, 2026
Bina Generasi Muda Berkarakter Luhur, LDII Banyuasin Helat Perkemahan CAI

Bina Generasi Muda Berkarakter Luhur, LDII Banyuasin Helat Perkemahan CAI

July 16, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Silaturahim dengan Staf Ahli BNPT, LDII Tegaskan Komitmen Perkuat Inklusivitas dan Kontribusi Kebangsaan July 16, 2026
  • Wawalkot Padang: Perkemahan CAI Jadi Media Bentuk Karakter Generasi Muda July 16, 2026
  • Bank Sampah Graha Pena Silaturahim dengan LDII Sumsel Diskusikan Program Kebersihan Lingkungan July 16, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.