Pemalang (29/7). Generasi muda LDII Kabupaten Pemalang menorehkan prestasi di bidang pendidikan. Rosa Oktiani Tri Sabila mengikuti Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Internasional di Thailand Selatan selama 21 Mei hingga 21 Juli 2026. Program tersebut merupakan hasil kerja sama Universitas Pancasakti Tegal dengan Association of Education and Culture International (AECI).
Selama dua bulan, Rosa menjalankan tugas sebagai guru bahasa Inggris di Ban Khlong Rua School. Ia mengajar siswa mulai tingkat taman kanak-kanak hingga kelas VI sekolah dasar.
Selain melaksanakan proses pembelajaran sesuai kurikulum sekolah, Rosa juga mempelajari budaya setempat dan menyesuaikan diri dengan sistem pendidikan di Thailand, “Pengalaman ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi pedagogik, kemampuan komunikasi, serta kepekaan terhadap lingkungan multikultural,” kata Rosa.
Dalam proses belajar mengajar, Rosa menerapkan berbagai metode interaktif agar siswa lebih mudah memahami materi. Kegiatan belajar dikemas melalui bernyanyi, bermain, mewarnai, menulis, serta permainan mencocokkan gambar dengan kosakata bahasa Inggris.
Ia juga memanfaatkan media pembelajaran seperti flashcard dan platform digital Wordwall untuk mengukur kemampuan siswa melalui pre-test dan evaluasi pembelajaran. ‘Pendekatan ini membuat suasana kelas lebih aktif dan mendorong siswa lebih percaya diri menggunakan bahasa Inggris,” ujarnya.
Rosa mengatakan pengalaman mengajar di Thailand memberikan banyak pelajaran yang tidak diperoleh di ruang kuliah. Menurutnya, menjadi guru di lingkungan internasional menuntut kemampuan beradaptasi, kesabaran, dan komunikasi yang baik.
Selama berada di Thailand, ia juga memperkenalkan budaya Indonesia kepada para siswa, termasuk mengenalkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Di sisi lain, ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempelajari budaya lokal sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat setempat.
“Program ini memberi pengalaman yang sangat berharga. Saya belajar memahami karakter peserta didik dari latar belakang budaya yang berbeda. Saya juga belajar membangun komunikasi yang efektif dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Pengalaman ini akan menjadi bekal penting untuk pengembangan diri sebagai pendidik,” ujar Rosa.

Rosa berharap pengalaman yang diperolehnya dapat dibagikan kepada mahasiswa lain maupun generasi muda LDII di Kabupaten Pemalang. Menurutnya, kesempatan belajar di luar negeri tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membangun rasa percaya diri, kemandirian, dan kemampuan berkolaborasi dengan masyarakat internasional.
“Saya berharap semakin banyak generasi muda yang berani mengambil kesempatan seperti ini. Pengalaman internasional membuka cara pandang yang lebih luas. Kita dapat belajar sekaligus memperkenalkan Indonesia kepada dunia melalui pendidikan,” katanya.














