Bandung (25/10). Pemerintah Kabupaten Bandung menggelar Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang dirangkaikan dengan pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-48 tingkat Kabupaten Bandung. Kegiatan tersebut untuk memperkuat peran santri dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, dan mempersiapkan diri sebagai generasi penerus bangsa.
Upacara itu digelar di Lapangan Upakarti, Soreang, pada Kamis (22/10/2026). Dalam sambutannya, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengingatkan peran santri dan ulama dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, termasuk melalui Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945.
Ia berharap santri terus mengembangkan kemampuan, baik dalam bidang keagamaan maupun ilmu pengetahuan dan keterampilan umum. “Saya yakin dari kalangan santri bisa lahir pemimpin yang sukses, pengusaha yang sukses, polisi, dan generasi yang mengabdikan diri untuk menjaga negara kita,” terangnya.
Pada kesempatan itu, LDII Kabupaten Karawang mengikutsertakan dua peleton santri yang berasal dari lembaga pendidikan binaan LDII, di antaranya Pondok Pesantren Baitul Amal, SMP Tri Sukma Mandiri, dan Pondok Schooling Darul Ilmi (PSDI).
Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, Didin Suyadi, berharap para santri tumbuh menjadi generasi penerus yang berakhlak mulia serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. “Semoga para santri yang hari ini mengikuti upacara dapat semakin menumbuhkan semangat belajar, kedisiplinan, dan membentuk karakter luhur sebagai bekal untuk masa depan,” ujarnya.
Ia berharap momentum Hari Santri Nasional dapat mendorong para santri untuk mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari, terus mengembangkan kapasitas diri, serta mengambil peran dalam membangun masyarakat dan bangsa.














