Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Ikhlash

2010/01/13
in Nasehat
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Awal tahun lalu ada email yang dikirim salah satu saudara kita yang menarik perhatian saya. Kalau tidak salah berjudul Renungan Akhir Tahun: Seandainya Surga dan Neraka Tak Ada. Uraian panjang lebar itu, menurut saya intinya adalah satu yaitu masalah ikhlash. Seberapa besar sih, keikhlashan kita dalam beribadah? Sejauh mana sih pemahaman kita tentang ikhlash ini? Dan mana sih dalilnya? Kenapa begitu penting sampai – sampai dengan bombastis ditanyakan, apakah manusia mau tetap ibadah seandainya tidak ada surga dan neraka? Saya mencoba memahami dari sudut pandang yang berbeda, yaitu dari dinamika ikhlash ini, sebab dalil – dalilnya banyak kita jumpai dengan mudahnya.   
Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan agama-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang murni. (QS Az-Zumar 2 – 3)

Dari Abu Umamah ia berkata, ‘Datang  seorang lelaki kepada Rasulullah SAW dan berkata, “Bagaimana pendapatmu seorang lelaki yang berperang mencari pahala dan sebutan (nama), dia mendapatkan apa?” Rasulullah SAW berkata, “Dia tidak mendapatkan apa – apa.” Lelaki itu mengulangi pertanyaannya tiga kali dan Rasulullah SAW selalu menjawab, “Dia tidak mendapatkan apa – apa.” Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali apa yang ikhlash karenaNYa dan dimaksudkan semata demi wajahNya. (Rowahu Abu Dawud)

Dari Abu Darda’, dari Nabi SAW, beliau bersabda, ‘Dunia itu dilaknat dan apa yang ada di dalamnya dilaknat, kecuali apa yang dicari dengannya wajah Allah.” (Rowahu ath-Thabrani)

Atsar – atsar di atas dengan jelas menunjukkan pentingnya ikhlash dalam beramal. Dan salah satu cerita favorit saya masalah ikhlash ini adalah cerita tiga orang yang terjebak batu di gua. Berikut salah satu versinya.

Dari Ibnu Umar, dia berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga umat dari sebelum kalian yang sedang bepergian, sehingga mereka harus bermalam di sebuah gua, mereka masuk ke dalamnya. Lalu sebuah batu besar menggelinding dari gunung dan menutup pintu goa. Mereka berkata, “Yang bisa menyelamatkan kalian dari batu besar ini hanyalah doa kalian kepada Allah dengan amal baik kalian.” Salah seorang dari mereka berkata; ’Ya Allah! aku dulu mempunyai kedua orang tua yang sudah renta dan aku tidak berani memberikan jatah minum mereka kepada keluargaku (isteri dan anak) dan harta milikku (budak dan pembantuku). Pada suatu hari, aku mencari sesuatu di tempat yang jauh dan sepulang dari itu aku mendapatkan keduanya telah tertidur, lantas aku memeras susu seukuran jatah minum keduanya, namun akupun mendapatkan keduanya tengah tertidur. Meskipun begitu, aku tidak berani memberikan jatah minum mereka tersebut kepada keluargaku (isteri dan anak) dan harta milikku (budak dan pembantuku). Akhirnya, aku tetap menunggu (kapan) keduanya bangun -sementara wadahnya (tempat minuman) masih berada ditanganku- hingga fajar menyingsing. Barulah keduanyapun bangun, lalu meminum jatah untuk mereka. ‘Ya Allah! jika apa yang telah kulakukan tersebut semata-mata mengharap wajahMu, maka renggangkanlah rongga gua ini dari batu besar yang menutup tempat kami berada. Lalu batu tersebut sedikit merenggang namun mereka tidak dapat keluar.

Rasulullah SAW bersabda lagi: ‘Yang lainnya (orang kedua) berkata: ‘Ya Allah! aku dulu mempunyai sepupu perempuan (anak perempuan paman). Dia termasuk orang yang amat aku kasihi, pernah aku menggodanya untuk berzina denganku tetapi dia menolak ajakanku hingga pada suatu tahun, dia mengalami masa paceklik, lalu mendatangiku dan aku memberinya 120 dinar dengan syarat dia membiarkan apa yang terjadi antaraku dan dirinya; diapun setuju hingga ketika aku sudah menaklukkannya, dia berkata: ’Tidak halal bagimu mencopot cincin ini kecuali dengan haknya’. Aku merasa tidak tega untuk melakukannya. Akhirnya, aku berpaling darinya padahal dia adalah orang yang paling aku kasihi. Aku juga, telah membiarkan emas yang telah kuberikan kepadanya. Ya Allah! jika apa yang telah kulakukan tersebut semata-mata mengharap wajahMu, maka renggangkanlah rongga gua ini dari batu besar yang menutup tempat kami berada. Lalu batu tersebut merenggang lagi namun mereka tetap tidak dapat keluar.

Rasulullah SAW bersabda lagi: ‘Kemudian orang ketigapun berkata: ‘Ya Allah! aku telah mengupah beberapa orang upahan, lalu aku berikan upah mereka, kecuali seorang lagi yang tidak mengambil haknya dan pergi (begitu saja). Kemudian upahnya tersebut, aku investasikan sehingga menghasilkan harta yang banyak. Selang beberapa waktu, diapun datang sembari berkata: “Wahai ‘Abdullah! Berikan upahku!. Aku menjawab: ’onta, sapi, kambing dan budak; semua yang engkau lihat itu adalah upahmu’. Dia berkata : ’Wahai ‘Abdullah! jangan mengejekku!’. Aku menjawab: “Sungguh, aku tidak mengejekmu’. Lalu dia mengambil semuanya dan memboyongnya sehingga tidak menyisakan sesuatupun. Ya Allah! jika apa yang telah kulakukan tersebut semata-mata mengharap wajahMu, maka renggangkanlah rongga gua ini dari batu besar yang menutup tempat kami berada. Batu besar tersebut merenggang lagi sehingga merekapun dapat keluar untuk melanjutkan perjalanan’. (Rowahu al-Bukhary, Muslim, an-Nasa’i)

Kemudian hadits qudsi yang ini, dari adh-Dhahak bin Qois, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya Allah yang Maha Barokah lagi Maha Tinggi berfirman, ”Aku adalah sebaik – baik sekutu. Barangsiapa menyekutukanKu dengan seorang sekutu, maka ia untuk sekutuKu. Wahai manusia, ikhlashkanlah amal – amal kalian, karena Allah tidak menerima amal kecuali apa yang diikhlashkan untukNya. Jangan kalian berkata, ’Ini karena Allah dan kerabat, karena ia adalah karena kerabat dan tak ada sedikitpun darinya yang karena Allah. Jangan pula berkata ini karena Allah dan wajah – wajah kalian, karena ia adalah karena wajah – wajah kalian, dan tak sedikitpun darinya karena Allah.” (Rowahu al-Bazzar dan al-Baihaqi)
Nah, menerawang kembali dalil – dalil di atas, terlintaslah apa yang sering diingatkan Pak Haji Djuanda dulu untuk mengingat kembali dan meneliti agar satu-satunya diri bisa menjaga tiga kunci kemurnian selalu. Yaitu murni niat, murni pedoman dan murni amalan. Dan setelah tabrak sana – tabrak sini, kebentur sana – kebentur sini, kejedot sana kejedot sini, baru nyadar ternyata ikhlash itulah padanan lain dari kata murni. Terutama untuk kemurnian niat. Ikhlash adalah memurnikan ibadah hanya karena Allah. Ikhlash adalah memurnikan ibadah untuk mencari wajah Allah. Ikhlash adalah kesadaran beribadah karena tahu akan hak dan kewajiban atau kebaikan mengalahkan yang lain – lainnya. Bukan karena paksaan. Maka bagi yang ingin mendapatkan kejelasan lebih lanjut, bandingkanlah ikhlash ini dengan riya. Ikhlash tidak boleh ada embel – embel lain, ditumpangi atau disertai dengan lainnya. Bahkan dalam penyederhanaannya, Deddy Mizwar mencoba memberikan pemerian ikhlash dalam film Kiamat Sudah Dekat sebagai syarat terakhir dalam mencari menantu.

Membaca kembali dalil – dalil di atas, bukan bermaksud menggurui – rasanya ikhlash merupakan hal penting dalam beribadah. Ikhlash pegang peranan kunci dalam diterima atau ditolaknya amalan. Tanpa mengurangi rasa hormat, tanpa bermaksud berpanjang kali lebar, hal ini sering dinasehatkan dengan kalimat sederhana ”disertai niat mukhlish lillah karena Allah”. Dan tentunya, seiring dengan naik – turunnya keimanan itu sendiri, pemahaman, pencapaian dan pengertian ikhlash ini sangat tergantung bagaimana setiap insan mereposisi diri, mau fastabiqul khairot atau pilih yang sedang – sedang saja. Akhirnya, anda sendirilah yang bisa mengukur dan menjawabnya.

Oleh:Ustadz.Faizunal Abdillah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Ribuan Warga LDII dan Masyarakat Sukoharjo Meriahkan Jalan Sehat Kebangsaan
  • Nanang Naswito on Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat
  • Ichwan Bali on Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat
  • Azizs on Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat
  • Fauzi Achmadi on Cinta, Cinta
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

August 28, 2026
Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

August 28, 2026
Harapan LDII untuk Muktamar ke-35 NU, Sebagai Solusi Masalah Kebangsaan

Harapan LDII untuk Muktamar ke-35 NU, Sebagai Solusi Masalah Kebangsaan

August 27, 2026
Pelatihan Jurnalistik LINES DPP LDII Bekali Peserta Kelola Event dan Fotografi Jurnalistik

Pelatihan Jurnalistik LINES DPP LDII Bekali Peserta Kelola Event dan Fotografi Jurnalistik

August 31, 2026
Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

5
Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

4
Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat

Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat

3
Ribuan Warga LDII dan Masyarakat Sukoharjo Meriahkan Jalan Sehat Kebangsaan

Ribuan Warga LDII dan Masyarakat Sukoharjo Meriahkan Jalan Sehat Kebangsaan

2
LDII Kalbar Ingatkan Dampak Gawai dan Perkuat Pendampingan Bagi Anak

LDII Kalbar Ingatkan Dampak Gawai dan Perkuat Pendampingan Bagi Anak

September 2, 2026
Isi Kemerdekaan, LDII Sulawesi Selatan dan PMI Makassar Gelar Donor Darah

Isi Kemerdekaan, LDII Sulawesi Selatan dan PMI Makassar Gelar Donor Darah

September 2, 2026
Perkuat Kapasitas Pengurus, DPD LDII Sumedang Gelar Rapat Konsolidasi

Perkuat Kapasitas Pengurus, DPD LDII Sumedang Gelar Rapat Konsolidasi

September 2, 2026
LDII dan MUI Jaksel Bahas Integritas dan Nasionalisme Saat Tausyiah Kebangsaan

LDII dan MUI Jaksel Bahas Integritas dan Nasionalisme Saat Tausyiah Kebangsaan

September 2, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Kalbar Ingatkan Dampak Gawai dan Perkuat Pendampingan Bagi Anak September 2, 2026
  • Isi Kemerdekaan, LDII Sulawesi Selatan dan PMI Makassar Gelar Donor Darah September 2, 2026
  • Perkuat Kapasitas Pengurus, DPD LDII Sumedang Gelar Rapat Konsolidasi September 2, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.