Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Kejujuran

2010/04/07
in Nasehat
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Aku terkejut. Kaget. Kala mendapati teman lama saya berada di negeri seberang akhir bulan Maret yang lalu. Tak kusangka. Tak kukira. Dia telah menjejakkan kaki lebih dulu di negeri Singa itu. Sebuah tempat yang belum pernah saya kunjungi. Ya, di balik telepon genggamnya dia bercerita bahwa saat ini dia sedang berada di sana. Itulah keterkejutanku yang pertama. Bukan iri, bukan. Hanya terkaget – kaget saja. Tumben, dalam rangka apa dia ke sana?Dengan tangkas dia menjawab silaturohim, mumpung sudah dekat. Tinggal nyebrang dari Batam. Dan mohon doanya di sini baru tiarap, begitu katanya.
Tapi keterkejutanku makin bertambah, ketika dia bercerita tentang bagaimana dia bisa sampai ke sana. Sebab ini bukan masalah cari kerja, bukan pula tender proyek atau memburu pelarian layaknya KPK mengejar buronannya. Cuma sekedar amal sholih, hanya sebuah penyaksian semata. Penyaksian terhadap hamba Allah yang menshodaqohkan uangnya sebesar 3 M untuk pembebasan tanah, pembangunan komplek masjid, pondok dan fasilitas pendukungnya. Seorang hamba ini berada di bilangan Jakarta dan berniat amal jariah jauh – jauh untuk warga di seputar Babel sana. Mendengar 3M –nya saja, saya mengernyitkan kening, tanda takjub. Jumlah yang sangat – sangat banyak untuk ukuran orang seperti saya. Hati pun berbisik, kapan bisa shodaqoh sebanyak itu?

Keterkejutanku semakin menjadi. Hati pun jadi penasaran bin gregetan. Lho kok jauh – jauh amat sih shodaqohnya, sampai ke Babel sana? Jawaban teman saya membuat saya mati kutu. Tamparan yang hebat. Nasehat yang dalam. Cermin yang tajam menghunjam. Dia menerangkan di Jakarta dan sekitarnya sudah terjadi krisis kejujuran. Semua sudah bermain di ranah bisnis. Prinsip: obah upah. Segala macam gerak – gerik harus dikonversi dengan uang. Orang mengejar komisi dan komisi dari setiap transaksi, walau kata itu dari sedekah. Terlalu. Gila. Itu mungkin kata yang sepadan sebagai luapan emosi. Kalau di Jakarta uang 3 M itu, mungkin yang dibelikan tanah dan untuk membangun fasilitas di atasnya berkurang dari 3 M. Sebab dipotong komisi ini dan itu. Tapi kalau di Babel sini dari 3M dibelikan tanah dan dijadikan bangunan juga senilai 3M. Nggak kurang, nggak lebih. Kata – kata penutup yang tipis dan lembut, tapi menyayat bagaikan pedang.

Menyambung pembicaraan di atas, saya memberanikan diri menyebutkan beberapa proyek – bahkan sebagian boleh disebut proyek ambisisus – di seputar Jabodetabek yang bernilai M-M-an, yang menanti uluran tangan, tapi kenapa tidak diajukan saja ke yang bersangkutan? Padahal ada yang sampai bertahun – tahun malahan, pontang – panting, namun belum juga kelar. Jawabnya jelas, karena ketiadaan kepercayaan dan lunturnya sebuah kejujuran. Apa mau dikata. Itulah yang terungkap dari sedikit alasan sang dermawan mengalihkan donasinya ke daerah yang masih tumbuh dengan  akar kuat kejujuran.

Sedih bercampur haru. Bangga bercampur duka mendalam. Bangga masih ada Ustman – Ustman di jaman seperti ini. Masih ada orang – orang jujur nun jauh di sana. Masih ada orang yang mau menerima dan memberi sedekah dengan ikhlas. Amanah. Bisa dipercaya. Sedih mendengar terkikisnya nilai – nilai kejujuran umat yang terjadi di sini. Sedih dengan hilangnya sebuah pondasi dasar indahnya kehidupan yaitu kejujuran. Sedih, semakin kabur batas – batas iman dan munafiq. Selalu ada udang dibalik batu. Ataukah ini semua hanya gaya kehidupan metropolis? Potret suram budaya instan? 

Padahal kanjeng Nabi Muhammad SAW selalu mewanti – wanti, mengingatkan kepada umatnya:”Alaikum Bish – shidqi, menetapilah kalian atas kejujuran, maka sesungguhnya kejujuran itu menunjukkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan itu menuntun kepada surga, dan tidak henti – hentinya seorang laki – laki berbuat jujur dan bersungguh – sungguh mencari kejujuran/kebenaran sehingga ditulis di sisi Allah orang yang jujur – Shiddiq.”  (Rowahu at-Tirmidzi –Abwaabu birr washilah – dari Abdullah bin Mas’ud/K. Adab hal 59).

Merasa atau tidak, situasi ini perlu dicermati. Hendaklah setiap diri mau bercermin lagi. Semua harus punya andil. Apa yang dikatakan sahabat saya boleh jadi benar adanya. Terkadang kita menggadai kejujuran untuk sutau nilai yang kecil adanya. Kita rela berbohong untuk menang tender. Kita kadang suka menipu untuk keperluan tertentu. Kita rela menukar kejujuran dengan hal yang remeh dan rendah, yaitu dunia. Padahal dalam patron kehidupan yang sebenarnya akhirat adalah lebih baik dari dunia dan seisinya. Apakah kita dilupakan dengan hal itu?

Sekarang tinggal bagaimana kita semua menjawabnya. Merubah tabiat dan akhlak kita, atau malah membenarkannya. Waktu yang akan membuktikannya.

Oleh:Ustadz.Faizunal Abdillah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Edi Setyawan on Pengajian Bulanan, LDII Kota Tangerang Dorong Pengurus Jalankan Amanah Organisasi
  • Maliki, Moh on Muswil VIII Putuskan M. Ramadhani Nakhodai LDII NTB
  • Fauzi Achmadi on Mental Pemenang
  • Mijo on Ketua DPP LDII Imbau Waspadai Bahaya Abu Vulkanik Bagi Kesehatan
  • H. Warsito on LDII Lamasi Tanamkan Nasionalisme Lewat Upacara HUT ke-81 RI
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026
MUI Pondok Gede Gelar Safari Ramadan di Masjid Baitul A’laa LDII

MUI Pondok Gede Gelar Safari Ramadan di Masjid Baitul A’laa LDII

March 17, 2026
Ratusan Warga LDII Semarang Meriahkan Tarawih Keliling di Rumah Dinas Wali Kota

Ratusan Warga LDII Semarang Meriahkan Tarawih Keliling di Rumah Dinas Wali Kota

March 17, 2026
PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

April 24, 2026
LDII dan Diskominfotik Bengkulu Tandatangani PKS Penguatan Literasi Digital

LDII dan Diskominfotik Bengkulu Tandatangani PKS Penguatan Literasi Digital

3
Mental Pemenang

Mental Pemenang

1
Ketua DPP LDII Imbau Waspadai Bahaya Abu Vulkanik Bagi Kesehatan

Ketua DPP LDII Imbau Waspadai Bahaya Abu Vulkanik Bagi Kesehatan

1
Pondok Pesantren Minhajusshobirin Gelar Upacara Peringati HUT ke-81 RI

Pondok Pesantren Minhajusshobirin Gelar Upacara Peringati HUT ke-81 RI

1
LDII Perkuat Literasi dan Jurnalistik bagi Generasi Muda Hadapi Era Post Truth

LDII Perkuat Literasi dan Jurnalistik bagi Generasi Muda Hadapi Era Post Truth

September 8, 2026
Cetak Generasi Melek Digital, LDII Muntilan Kunjungi DPP LDII

Cetak Generasi Melek Digital, LDII Muntilan Kunjungi DPP LDII

September 8, 2026
Mental Pemenang

Mental Pemenang

September 7, 2026
Peringati HUT RI, Ponpes Al Ubaidah Gelar Jalan Sehat, Atraksi Pencak Silat dan Bazar UMKM

Peringati HUT RI, Ponpes Al Ubaidah Gelar Jalan Sehat, Atraksi Pencak Silat dan Bazar UMKM

September 8, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Perkuat Literasi dan Jurnalistik bagi Generasi Muda Hadapi Era Post Truth September 8, 2026
  • Cetak Generasi Melek Digital, LDII Muntilan Kunjungi DPP LDII September 8, 2026
  • Mental Pemenang September 7, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.