Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Kepemimpinan 2

2010/04/28
in Nasehat
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Alhamdulillah rasanya segar kembali, ketika membaca email dari milis –tulisan Saudara Arif – beberapa waktu yang lalu. Kenapa? Sebab darinya saya mendapat feed back untuk melanjutkan kembali tulisan tentang kepemimpinan. Sebagaimana yang pernah saya tulis sebelumnya, banyak orang yang bermasalah dalam memahami konsep – konsep kepemimpinan ini. Dan berikut cerita menarik yang secara rinci disajikan oleh Saudara kita, dengan beberapa editing.
Pada suatu waktu dalam suatu perhelatan rapat/diskusi diDesa, muncul permintaan pak lurah setempat untuk “melayangkan” teguran kepada salah satu aghnia atau orang kaya. Alasannya, lantaran ia tidak bersedia memberikan pinjaman ‘uang’, menyebabkan salah satu warga desa, akhirnya pinjam ke “rentenir” dengan “bunga-berbunga” alias riba. Jadi,  terjerumusnya orang tersebut ke dalam urusan riba dikarenakan oleh “kesalahan” si orang kaya. Sebab diberi kefadholan sebagai orang kaya, tapi tidak mau memanfaatkan kekayaannya untuk membantu warga lainnya. Begitu kesimpulannya.

Saya sungguh senang membaca beberapa tanggapan yang masuk. Sangat variatif,  menambah wawasan dan menggugah pemikiran. Namanya juga orang banyak tentu banyak pendapat dan pandangan. Sebagian orang malah  menyebutnya mencerahkan. Saya sendiri memang tidak on line untuk nimbrung di dalamnya. Namun sejatinya saya amat menikmatinya. Di samping itu, ada hal penting yang perlu kita tarik dari kisah itu sebagai pembelajaran utama. Tanpa bermaksud menggurui dan memancing di air keruh, sebenarnya kita bisa menelaah dan menyederhanakan permasalahan ini dari satu sudut pandang saja. Problem utama dalam cerita di atas dan cerita – cerita sesudahnya (yang tidak saya muat di sini) tak lain adalah masalah kepemimpinan. Beginilah potret kepemimpinan yang ada di masyarakat kita, bahkan – kalau mau jujur – di negeri ini. Banyak orang yang masih bermasalah dalam memahami apa itu kepemimpinan?

Ada dua arus utama dalam hal pemahaman kepemimpinan ini. Pertama, arus orang – orang yang mengaku dirinya sebagai pemimpin. Yaitu orang – orang yang punya kedudukan atau jabatan. Orang – orang ini tidak punya kapabilitas untuk memimpin, tetapi karena kedudukan dia harus melakukan apa yang disebut memimpin dan menganggap/merasa dirinya sebagai pemimpin. Dan merasa bisa memimpin. Mereka memberikan perintah, memberikan arahan dan memberikan keputusan. Mereka didengar, mereka dihormat, tetapi sebenarnya semu. Termasuk dalam golongan arus pertama ini adalah orang yang over confidence dalam hal kepemimpinan. Dia suka ngatur dan berlagak kayaknya seorang pemimpin. Hal ini bisa dilihat di sekitar kita. Banyak orang di masyarakat kita menjadi layaknya pemimpin. Semua mau mengatur. Semua mau didengar. Semua mau dihormat. Tak ada yang mau diatur, menghormat dan sedikit mendengarkan.

Arus kedua, adalah yang berada di seberangnya, yaitu orang – orang yang tidak merasa atau bercita – cita menjadi pemimpin. Merasa tidak pantas jadi pemimpin. Merasa tidak pengin menjadi pemimpin. Bahkan mencap dirinya sebagai abdi. Sebab dia bukan pejabat, tidak punya kedudukan ataupun silsilah keturunan. Merasa menjadi bawahan terus, minta dibimbing terus dan diurusi terus. Orang – orang semacam ini punya problem kepercayaan diri. Termasuk dalam golongan ini adalah orang – orang yang minta diperhatikan terus. Diemong terus. Dan tak pernah cukup, dengan bebagai alasan. Merengek. Mentalitas seperti ini banyak tersebar di sekitar kita.  Dalam rangkaian email yang dikirimkan Saudara kita, contohnya seperti warga yang meminta pinjaman uang untuk ganti HP. Baik arus pertama maupun arus kedua umumnya terjebak pada patron: memimpin adalah mengalahkan orang lain. Inilah kesalahan itu. Memimpin bukan mengalahkan. Dan dipimpin bukan dikalahkan.

Mudah – mudahan ilustrasi berikut bisa memberikan gambaran yang tegas konsep sebuah kepemimpinan. Tersebutlah kisah persaingan antara Matahari dan Angin. Keduanya berunjuk gigi untuk memperoleh predikat siapa yang terhebat, Angin apa Matahari.  Dan jurinya adalah Langit. Suatu hari ada seorang pria berjaket kulit hitam keluar dari rumahnya. Langit pun berkata, “Mari kita uji siapa diantara kalian yang hebat? Caranya siapa yang paling cepat bisa melucuti jaket pria yang baru keluar rumah itu.”

Angin mendapat giliran yang pertama, maka dia menyerang pria itu dari kecepatan kecil, sepoi – sepoi sampai dengan kecepatan yang besar, agar pria itu mau membuka jaketnya. Namun apa yang terjadi, semakin kencang angin bertiup, justru semakin kuat pria itu mendekap jaketnya. Akhirnya si Angin pun menyerah. Ia tidak bisa melepas jaket pria itu. Giliran kedua, si Matahari. Ia hanya meningkatkan suhu di sekeliling pria itu, dari sejuk, kemudian hangat, kemudian agak panas dan terakhir panas sekali. Hasilnya, dengan suka rela si pria itu melepas jaket kulitnya. Dengan kesadarannya dia merespon apa yang terjadi di sekitarnya dengan memulainya dari dirinya sendiri. Bukan yang lain. Kepemimpinan adalah seperti matahari. Sedangkan manajerial, kekuasaan ataupun kedudukan laksana angin.

Nah, tatkala kita mengingat asasi kullukum ro’in camkanlah selalu kaidah matahari ini dalam kepemimpinan. Maka, saya pun terinspirasi dengan surat Asy-Syams (1 – 7); “Demi matahari dan cahaya (dhuha) -nya,  dan bulan apabila mengiringinya, dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila menutupinya. Dan langit serta yang membangunnya.  Dan bumi serta yang membentangkannya. Dan diri serta yang menyempurnakannya.” Sebab tanpa malu dan ragu lagi, sudah seyogyanya kita belajar pada sang mentari ini.

Oleh:Ustadz.Faizunal Abdillah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Ribuan Warga LDII dan Masyarakat Sukoharjo Meriahkan Jalan Sehat Kebangsaan
  • Nanang Naswito on Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat
  • Ichwan Bali on Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat
  • Azizs on Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat
  • Fauzi Achmadi on Cinta, Cinta
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

August 28, 2026
Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

August 28, 2026
Harapan LDII untuk Muktamar ke-35 NU, Sebagai Solusi Masalah Kebangsaan

Harapan LDII untuk Muktamar ke-35 NU, Sebagai Solusi Masalah Kebangsaan

August 27, 2026
Pelatihan Jurnalistik LINES DPP LDII Bekali Peserta Kelola Event dan Fotografi Jurnalistik

Pelatihan Jurnalistik LINES DPP LDII Bekali Peserta Kelola Event dan Fotografi Jurnalistik

August 31, 2026
Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

5
Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

4
Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat

Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat

3
Ribuan Warga LDII dan Masyarakat Sukoharjo Meriahkan Jalan Sehat Kebangsaan

Ribuan Warga LDII dan Masyarakat Sukoharjo Meriahkan Jalan Sehat Kebangsaan

2
Refleksi 81 Indonesia Merdeka: Mengapa Pendidikan Karakter Kita belum Berhasil?

Refleksi 81 Indonesia Merdeka: Mengapa Pendidikan Karakter Kita belum Berhasil?

September 2, 2026
LDII Kalbar Ingatkan Dampak Gawai dan Perkuat Pendampingan Bagi Anak

LDII Kalbar Ingatkan Dampak Gawai dan Perkuat Pendampingan Bagi Anak

September 2, 2026
Isi Kemerdekaan, LDII Sulawesi Selatan dan PMI Makassar Gelar Donor Darah

Isi Kemerdekaan, LDII Sulawesi Selatan dan PMI Makassar Gelar Donor Darah

September 2, 2026
Perkuat Kapasitas Pengurus, DPD LDII Sumedang Gelar Rapat Konsolidasi

Perkuat Kapasitas Pengurus, DPD LDII Sumedang Gelar Rapat Konsolidasi

September 2, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Refleksi 81 Indonesia Merdeka: Mengapa Pendidikan Karakter Kita belum Berhasil? September 2, 2026
  • LDII Kalbar Ingatkan Dampak Gawai dan Perkuat Pendampingan Bagi Anak September 2, 2026
  • Isi Kemerdekaan, LDII Sulawesi Selatan dan PMI Makassar Gelar Donor Darah September 2, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.