Pangkalpinang (23/7). DPW LDII Bangka Belitung (Babel) menggelar media gathering sebagai rangkaian menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) VI LDII Bangka Belitung. Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Arroyan, Semabung Lama, Pangkalpinang, Rabu (22/7) itu, menjadi ajang silaturahim dengan insan pers.
Pada kesempatan itu DPW LDII Babel memaparkan visi, arah kebijakan, dan program strategis organisasi untuk lima tahun mendatang. Ketua DPW LDII Bangka Belitung Ari Sriyanto mengatakan Muswil VI menjadi forum evaluasi program kerja sekaligus penyusunan kebijakan organisasi periode berikutnya.
Musyawarah tersebut mengusung tema “Penguatan SDM Profesional Religius untuk Mewujudkan Kepulauan Bangka Belitung Berdaya”, yang diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri atas pengurus serta mubalig LDII dari enam kabupaten dan satu kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, “Muswil menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan daerah,” ujar Ari.
Ia menjelaskan, LDII memfokuskan pengabdian organisasi melalui delapan bidang prioritas, yaitu kebangsaan, dakwah dan keagamaan, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan alami, ketahanan pangan dan lingkungan, teknologi digital, serta energi baru terbarukan.
Menurutnya, program-program tersebut dirancang untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di Bangka Belitung. Ari menambahkan, kepengurusan LDII kini telah terbentuk di seluruh kabupaten dan kota di Bangka Belitung. Para peserta Muswil berasal dari Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung, Belitung Timur, serta Kota Pangkalpinang dan akan mengikuti sidang Muswil di Grand Safran Hotel Pangkalpinang.
Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII H. Dody Taufiq Wijaya menegaskan arah pengabdian organisasi secara nasional tetap berlandaskan delapan program prioritas, yang bertujuan memperkuat kontribusi LDII bagi masyarakat dan bangsa. “Fokus utama kami adalah memperkuat semangat kebangsaan dengan meneguhkan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika,” kata Dody.
Di bidang dakwah, lanjutnya, LDII mengembangkan pendekatan moderasi beragama melalui dakwah yang mengedepankan keteladanan (dakwah bil hal), penghormatan terhadap keberagaman, serta kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat majemuk. LDII juga mengembangkan dakwah inklusif bagi kelompok rentan, di antaranya melalui pembinaan keagamaan bagi penyandang disabilitas, termasuk komunitas tuli, serta pendampingan bagi penyandang kusta agar memperoleh akses yang sama terhadap pendidikan agama.

“Setiap muslim memiliki hak yang sama untuk memperoleh pemahaman keagamaan. Karena itu, LDII berupaya membuka ruang pembinaan seluas-luasnya bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok disabilitas,” ujarnya.
Dody juga menegaskan pembinaan generasi muda tetap menjadi prioritas organisasi. LDII berupaya mencetak sumber daya manusia yang profesional, religius, berakhlak mulia, memiliki integritas, jiwa nasionalisme, serta kepedulian terhadap lingkungan sebagai bekal menghadapi Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, kepengurusan DPP LDII periode 2026–2031 juga diarahkan untuk memperkuat konsolidasi internal dan memperluas kolaborasi dengan pemerintah maupun berbagai pemangku kepentingan. Ia berharap hasil Muswil VI LDII Bangka Belitung mampu menghasilkan program kerja, yang selaras dengan kebijakan pemerintah daerah serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin setiap program yang disusun memiliki dampak yang terukur, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga kehadiran LDII semakin dirasakan melalui kontribusi nyata di bidang pendidikan, dakwah, sosial kemasyarakatan, dan pemberdayaan sumber daya manusia,” pungkas Dody.














