Gresik (18/8). DPD LDII Kabupaten Gresik bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang (KC) Kartini menjajaki peluang kerja sama untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah. Pengurus DPD LDII Gresik menyambut hangat silaturahmi BSI KC Kartini pada Jumat (31/7/2026) lalu.
Pertemuan ini berfokus pada rencana pendampingan bagi para pelaku UMKM lokal, yang tergabung dalam program Usaha Bersama (UB) di pesantren dan masjid.
Menurut Ketua DPD LDII Gresik, KH Khusnul Hamidi kolaborasi ini penting. Ia berharap, usaha warga tidak hanya berkembang, tetapi juga mandiri dan berlandaskan prinsip syariah, “Kami menyambut baik silaturahim ini sebagai langkah awal membangun kolaborasi yang lebih konkret,” kata Khusnul.
Program UB mayoritas digerakkan oleh para pelaku UMKM. Sehingga, mereka memerlukan dukungan berupa pendampingan, peningkatan keterampilan, serta perluasan akses pasar agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Kemitraan bersama BSI diharapkan dapat memperkokoh ekosistem ekonomi syariah melalui program literasi keuangan, pelatihan manajemen usaha, dan pembinaan unit bisnis warga, “Harapannya, program Usaha Bersama yang telah berjalan dapat terus berkembang sehingga mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui ekosistem usaha yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah,” ujarnya.

Di sisi lain, Branch Manager BSI KC Kartini Gresik, Kurniawan, menyampaikan bahwa BSI terus membuka kesempatan bermitra dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan. Sinergi ini dianggap penting untuk memperluas jangkauan layanan dan edukasi keuangan syariah kepada publik.
“Kami berharap komunikasi dan kerja sama yang terjalin dengan LDII Gresik dapat terus berkembang melalui berbagai program yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. BSI siap menjadi mitra dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah dan peningkatan literasi keuangan,” katanya.
Kedua belah pihak bersepakat untuk segera menindaklanjuti pertemuan ini melalui program-program nyata. Melalui kolaborasi tersebut, para pelaku UMKM di basis masjid dan pesantren diharapkan dapat menaikkan kapasitas usahanya sekaligus memperkuat pondasi kemandirian ekonomi berbasis syariah.














