Jakarta (18/7). LDII DKI Jakarta menggelar pelatihan desain grafis dan mengelola media sosial untuk generasi muda. Hal itu sebagai upaya organisasi untuk mencetak pemuda yang kreatif, sekaligus responsif terhadap perkembangan teknologi digital sekarang.
Pelatihan yang diikuti 40 peserta perwakilan pemuda LDII di Aula Kantor DPP LDII, Patal Senayan, Jakarta, pada Minggu (12/7/2026) itu, menghadirkan Koordinator Desain Grafis LDII News Network (LINES) DPP LDII M. Ichsan Ramadhan dan Wakil Koordinator Harian Faishal Dzulfiqar dan pengurus KIM DPW LDII Jakarta sebagai narasumber.
Faishal menyampaikan, pesatnya perkembangan berdakwah saat ini mempengaruhi pembuatan konten edukasi apalagi media sosial organisasi. Menurutnya, edukasi pembuatan konten adalah bagian penting berstrategi dalam mengelola media sosial agar penyebaran dakwah digital tetap berada di koridor yang tepat.
“Semakin tipis batas antara kebenaran dan kebohongan. Untuk itu, saya mengajak peserta pelatihan ini untuk membuat konten dengan visual yang menarik. Mampu memilah dan memilih, serta memanfaatkan teknologi digital dengan baik. Jadilah subjek, jangan hanya jadi penonton atau objek algoritma,” tegas Faishal.
Senada dengan Faishal, Ketua Panitia acara Fadhly Nurman menyebut, selain memudahkan akses informasi, kecepatan penyebaran data di internet juga memicu tantangan besar berupa maraknya hoaks.
Karena itu, lewat acara dengan format Master Course, Fadhly mendorong generasi muda LDII Jakarta memiliki motivasi kuat dalam memproduksi dan menyebarkan berita-berita positif. Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat lebih aktif dan kreatif dalam menginformasikan kinerja serta program-program humanis LDII di wilayah masing-masing.
Sementara itu, M. Ichsan Ramadhan, juga memotivasi peserta untuk memanfaatkan keahlian mereka sebagai ladang amal. Menurutnya, keterampilan yang dimiliki harus disalurkan untuk hal-hal yang positif. “Salah satu amalan andalan itu yang kita mampu kerjakan sesuai bakat minat, seperti halnya mendesain untuk menabur kebaikan,” ujar Ichsan.
Ia menambahkan, dinamika dunia desain telah berubah drastis dalam sepuluh tahun terakhir akibat teknologi digital. Kehadiran berbagai aplikasi berbasis online, baik yang gratis maupun berbayar seperti Canva, kini semakin mempermudah siapa saja untuk membuat karya visual.

Oleh karena itu, Ichsan juga mengajak pemuda LDII agar lebih bijak dan produktif bermedia sosial. “Kemampuan desain grafis yang mumpuni diharapkan dapat menjadi sarana untuk menyebarkan informasi yang berguna dan menarik bagi masyarakat luas,” kata dia.
Selain teori, pelatihan itu juga mempraktekkan prinsip dasar desain grafis seperti cara pembuatan pamflet. Saat itu, Ichsan menekankan pentingnya keselarasan konsep agar sebuah karya visual memiliki nyawa.
“Saya berharap pelatihan ini bisa dikembangkan para peserta untuk membuat desain menarik dalam publikasi berita. Yang penting dalam mendesain, buatlah desain itu menarik agar desain itu juga bisa bernafas sesuai konsep yang telah dirancang dengan baik,” jelasnya.












