Bandung (25/9). Bidang Tenaga Pendidik Pembina Generasi Penerus (PPG) DPD LDII Kota Bandung menggelar Refreshment Training Metode Tilawati bagi guru dan dewan pendidik generasi penerus. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 19–20 September 2026, di GSG Sabilul Muttaqin, Buah Batu, Kota Bandung.
Kegiatan tersebut digelar untuk menyegarkan kembali pemahaman sekaligus meningkatkan kemampuan para pendidik dalam menerapkan Metode Tilawati pada pembelajaran Al-Qur’an. Peserta mendapatkan materi dan praktik mengenai penerapan metode tersebut dalam proses belajar mengajar.
Hadir sebagai pemateri, Dimas Tri Apriansyah dan Ade Irham Nurfaisal, Dewan Guru Tilawati Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri. Sementara pembinaan kegiatan diberikan oleh Tri Sugiharto selaku Dewan Pembina Tenaga Pendidik.
Dimas Tri Apriansyah mengatakan, kemampuan mengajarkan Al-Qur’an tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi, tetapi juga cara pendidik menyampaikannya kepada peserta didik. Karena itu, guru perlu memahami karakteristik peserta didik agar metode pembelajaran dapat diterapkan dengan tepat.
“Dalam mengajarkan Al-Qur’an, guru tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga harus mampu menyampaikan pembelajaran dengan cara yang mudah diterima oleh peserta didik. Karena itu, metode dan teknik mengajar menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran,” ujar Dimas.
Menurut Dimas, kegiatan refreshment menjadi kesempatan bagi para pendidik untuk kembali memperkuat pemahaman mengenai prinsip dasar Metode Tilawati, baik secara konsep maupun praktik. Ia berharap materi yang diperoleh dapat diterapkan secara konsisten di tempat masing-masing.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan pendidik menyesuaikan proses pembelajaran dengan perkembangan dan karakter generasi penerus. Dengan pendekatan yang sesuai, pembelajaran Al-Qur’an diharapkan dapat berlangsung secara nyaman dan menarik bagi peserta didik.
Hal senada disampaikan Ade Irham Nurfaisal. Menurutnya, kesamaan pemahaman antarpedidik menjadi salah satu aspek penting dalam penerapan Metode Tilawati.
“Refreshment ini penting untuk menyamakan kembali pemahaman para guru mengenai Metode Tilawati, baik dari sisi konsep maupun praktiknya. Harapannya, setelah mengikuti pelatihan, para pendidik dapat menerapkannya dengan lebih baik sesuai dengan kondisi peserta didik di masing-masing tempat,” ungkap Ade.

Ade menambahkan, pembelajaran Al-Qur’an membutuhkan konsistensi dari pendidik. Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga berperan menciptakan suasana belajar yang mendukung peserta didik dalam mempelajari Al-Qur’an.
Sementara itu, Dewan Pembina Tenaga Pendidik PPG LDII Kota Bandung Tri Sugiharto mengatakan peningkatan kualitas pendidik merupakan bagian penting dalam pembinaan generasi penerus. Menurutnya, guru memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan generasi yang sedang tumbuh dan berkembang.
“Guru memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk generasi penerus. Karena itu, peningkatan kompetensi dewan pendidik perlu dilakukan secara berkelanjutan, salah satunya melalui kegiatan pelatihan dan penyegaran seperti ini,” jelas Tri.
Tri menuturkan, pembelajaran Al-Qur’an tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan generasi penerus terhadap Al-Qur’an. Karena itu, pendidik perlu terus mengembangkan kemampuan agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal.
Ia berharap para peserta dapat menerapkan hasil pelatihan di lingkungan masing-masing secara berkelanjutan. Dengan demikian, peningkatan kapasitas pendidik dapat berkontribusi terhadap kualitas pembelajaran Al-Qur’an bagi generasi penerus LDII Kota Bandung.















