Kendari (7/11). DPW LDII Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan DPP LDII menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Mahir Dasar pada 6–8 November 2026. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Diskominfo Sulawesi Tenggara, Andi Syahrir di Aula Garuda, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tenggara, pada Jumat (6/11/2026).
Ketua DPP LDII, Rulli Kuswahyudi mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan derasnya arus informasi digital.
Ia mengajak generasi muda khususnya di Sultra, untuk meningkatkan literasi digital. Menurutnya, generasi muda merupakan kelompok yang rentan terpapar informasi bohong atau hoaks, sehingga perlu memiliki kemampuan memilah dan memverifikasi informasi.
“Generasi muda harus melek digital. Mereka merupakan kelompok yang rentan terhadap hoaks. Karena itu, kami mendorong peserta pelatihan agar mampu memproduksi konten yang sehat, edukatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, LDII memiliki berbagai kontribusi di tengah masyarakat yang perlu disampaikan kepada publik melalui pemberitaan dan konten media yang informatif. “LDII memiliki banyak kontribusi di tengah masyarakat. Berbagai kegiatan dan pengabdian tersebut perlu dikomunikasikan dengan baik, agar masyarakat mengetahui manfaatnya,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Departemen Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPP LDII, Ludhy Cahyana, mendorong DPW LDII di seluruh Indonesia untuk membentuk LDII News Network (LINES) sebagai kantor berita di tingkat wilayah.
Ia menjelaskan, LINES merupakan kelompok kerja yang berada di bawah Departemen KIM. Keberadaannya diarahkan untuk membantu pelaksanaan tugas dan fungsi departemen, terutama dalam bidang produksi serta distribusi informasi.

“LINES merupakan kelompok kerja di bawah Departemen KIM. Kelompok kerja ini bertugas menyelesaikan sekitar 50 persen Tupoksi KIM, khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan teknis produksi berita,” jelasnya.
Mantan Wartawan Tempo.co itu menyebut, LINES memiliki peran strategis sebagai pelaksana teknis dalam proses jurnalistik, mulai dari pengumpulan informasi, peliputan, penulisan, hingga produksi berita yang siap dipublikasikan.
“Melalui pelatihan jurnalistik tingkat mahir dasar ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami prinsip-prinsip jurnalistik, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan produksi konten yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Penguatan kapasitas jurnalis di tingkat wilayah juga diharapkan dapat mendorong terbentuknya jaringan LINES yang lebih terstruktur sehingga informasi mengenai kontribusi dan kegiatan LDII dapat tersampaikan kepada masyarakat secara luas.















