Makkah (2/6). Musyrif Diny KH Sabela Rosyada, mengajak para petugas haji untuk menjadikan pelayanan kepada jemaah sebagai ladang ibadah dan pengabdian. Menurutnya, membantu jemaah haji, sekecil apa pun bentuknya, memiliki nilai pahala yang besar di sisi Allah SWT.
“Membantu jemaah, memberi minum, mengantar, atau memudahkan mereka dalam beribadah merupakan bagian dari amal kebaikan,” ujarnya saat ditemui Tim Media Center Haji, Makkah, (31/5/2026).
Salah satu pengasuh Ponpes Wali Barokah Kota Kediri itu menjelaskan, sejak zaman dahulu, pelayanan terhadap jemaah haji merupakan tugas mulia yang telah diatur dan diberikan kepada orang-orang tertentu. Karena itu, setiap petugas yang mendapat amanah melayani tamu Allah hendaknya mensyukuri kesempatan tersebut dan menjalankannya dengan penuh keikhlasan.
Baca Juga: Kemenhaj Siapkan Haji 2027, Fokus pada Peningkatan Layanan
“Rasulullah SAW bersabda, man dalla ‘ala khairin falahu mitslu ajri fa’ilihi, barang siapa menunjukkan atau membantu seseorang kepada suatu kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya,” ujarnya.
Ia menegaskan, petugas haji tidak perlu menonjolkan identitas atau latar belakangnya saat bertugas. Menurutnya, yang lebih penting adalah memberikan pelayanan terbaik dan menjalankan tugas sesuai amanah yang diberikan. “Dengan akhlak dan kinerja yang baik, masyarakat akan mengenal seseorang melalui perbuatannya, bukan melalui klaim atau pengakuan yang disampaikan sendiri,” tambahnya.
Dewan Penasihat DPP LDII itu juga berbagi pengalaman pribadinya selama bertugas bersama berbagai tokoh dan ulama dari beragam latar belakang organisasi Islam. Ia mengaku merasakan suasana kebersamaan dan saling menghormati yang kuat di antara para petugas. “Bahkan, sejumlah tokoh yang baru mengenalnya mengaku memiliki kesan positif setelah melihat langsung sikap dan cara berinteraksinya di lapangan,” paparnya.
Baca Juga: Menhaj Soroti Evaluasi Mina dan Istithaah Kesehatan untuk Haji 2027
Menurutnya, keberadaan kader-kader LDII yang dipercaya menjadi petugas haji merupakan bentuk kontribusi dalam mendukung pelayanan kepada jemaah dan membantu negara dalam penyelenggaraan ibadah haji. Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk terus menjaga profesionalisme, integritas, dan semangat melayani.
“Kalau kita bisa menjaga akhlak, membantu orang lain, dan menjalankan tugas dengan baik, maka kontribusi kita akan membawa manfaat. Orang akan merasa terbantu dan senang dengan kehadiran kita,” katanya.
Baca Juga: Mengenal Rukun Haji, Amalan yang Menentukan Sahnya Ibadah
KH Sabela mengajak seluruh petugas haji untuk tetap menjaga kekompakan, menjalankan tugas sesuai standar operasional yang telah ditetapkan, serta menjadikan pelayanan kepada jemaah sebagai sarana meraih keberkahan. Ia berharap pengabdian para petugas tahun ini dapat menjadi jalan kebaikan bagi sesama muslim yang akan menunaikan ibadah haji pada tahun-tahun mendatang.
“Semoga semua yang kita lakukan menjadi amal saleh, membawa manfaat bagi jemaah, dan menjadi jalan keberkahan bagi kita semua. Yang terpenting adalah terus berbuat baik, menjaga kerukunan, dan memberikan kontribusi terbaik untuk umat dan bangsa,” tutupnya. (Faqihu Sholih/MCH 2026)










