Bandar Lampung (10/8). DPW LDII Lampung menghelat “Seminar dan Aksi Tanam Pohon”, untuk memperingati Hari Hutan Indonesia. Acara itu diselenggarakan di kantor DPW LDII Lampung, pada Jumat (7/8/2026).
“Kepedulian pada lingkungan adalah komitmen LDII dalam menjaga kelestarian alam. Hal ini sejalan dengan green dakwah, yang menjadi salah satu tagline LDII untuk mengajak masyarakat menjaga lingkungan,” ujar Ketua DPW LDII Lampung, Muhammad Aditya.
Aditya menegaskan, jika ada oknum tertentu merusak hutan. “Hal ini akan membawa bencana. Hutan yang kita nikmati hari ini, merupakan titipan dari generasi sebelumnya. Yang harus dijaga dan diwariskan pada generasi selanjutnya,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti kerusakan lingkungan yang semakin terasa dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. “Ditambah dengan adanya perubahan iklim dan fenomena El Nino. Hal ini turut mempengaruhi kondisi cuaca, termasuk suhu yang semakin panas,” katanya.
Untuk itu, Aditya mengajak para peserta, tidak menjadikan peringatan Hari Hutan Indonesia sekadar kegiatan seremonial. “Tetapi sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran dan melakukan tindakan nyata menjaga lingkungan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPP LDII, Dicky Budiman mengungkapkan, kepedulian lingkungan tidak cukup disampaikan hanya melalui ceramah atau kampenye saja. “Harus diimplementasikan melalui dakwah bil hal. Jadilah teladan dalam menjaga kebersihan, menanam pohon, dan mengelolan sumber daya alam dengan bijak,” imbuhnya.

Berbicara one health, Dicky mengatakan, krisis lingkungan tidak hanya berkaitan dengan kondisi alam. “Tetapi akan berpengaruh pada kondisi kesehatan manusia dan hewan,” tuturnya.
Ia menegaskan, kerangka one health menegaskan, kesehatan manusia, hewan dan lingkungan saling terhubung. “Sementara itu, planetary health, berkaitan dengan kesehatan manusia yang bergantung pada kelestarian sistem bumi secara keseluruhan,” kata Dicky.
Menanggulangi hal tersebut, Dicky menilai, ormas Islam berperan strategis membangun kesadaran tersebut. “Akademisi dan pemerintah dapat menjangkau kebijakan. Tetapi ormas Islam dapat menjangkau ruang keluarga, masjid, dan pengajian,” imbuhnya.
Secara lebih rinci, Dicky mengungkapkan, manusia mendapatkan amanah sebagai khalifah di muka bumi. “Untuk menjaga keseimbangan bumi, bukan mengeksploitasi bumi secara tidak bertanggung jawab,” tutupnya.













