Makassar (20/7). DPD LDII Kota Makassar menggelar pengajian pendalaman Al Quran bagi para mubaligh-mubalighoh. Kegiatan yang diadakan di Masjid Nurul Huda Makassar pada 19–21 Juni 2026 ini diikuti sekitar 380 peserta dari berbagai DPD LDII kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk pendalaman Al Quran ini, merupakan upaya memperkuat kualitas dakwah sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Acara tersebut dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Muhammad. Sementara materi pendalaman Al-Qur’an disampaikan pengajar Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri KH Royyanul Musthofa.
Dalam sambutannya, Muhammad menegaskan pendalaman Al Quran menjadi bekal penting bagi para mubaligh dan mubalighot dalam menyampaikan dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman serta mampu memperkuat persatuan di tengah masyarakat. “Pendalaman Al-Qur’an menjadi bekal penting bagi mubalig dan mubaligah dalam menjalankan dakwah di tengah masyarakat yang terus berkembang,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi LDII yang dinilai semakin terbuka dalam membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat maupun pemerintah. Menurutnya, organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan memiliki peran strategis dalam menciptakan kehidupan sosial yang aman, damai, religius, dan harmonis.
“Saya melihat LDII sekarang semakin banyak berkolaborasi. Ini hal yang baik karena organisasi keagamaan harus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan umat,” katanya.
Lebih lanjut, Muhammad mengajak seluruh peserta menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidup yang mampu memperkuat keimanan, membentuk akhlak mulia, sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan.
Menurutnya, nilai-nilai Al Quran akan selalu relevan dalam menjawab dinamika kehidupan masyarakat modern. “Al Quran akan selalu relevan sepanjang zaman. Semakin kita memahami kandungannya, semakin matang pula cara pandang kita dalam menjalani kehidupan dan menghadapi berbagai tantangan zaman,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Makassar, Muammar Asykur menjelaskan kegiatan pengajian pendalaman Al Quran merupakan bagian dari program pembinaan, sekaligus regenerasi mubaligh dan mubalighoh agar mampu menjawab kebutuhan dakwah di era modern.
Ia menegaskan bahwa seorang juru dakwah tidak cukup hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga harus memiliki wawasan kebangsaan, kepedulian sosial, serta kemampuan membangun ukhuwah di tengah keberagaman masyarakat.
“Harapan utama kami adalah lahirnya generasi mubaligh dan mubalighoh yang religius serta memiliki wawasan kebangsaan. Dakwah tidak hanya berbicara tentang hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga hubungan dengan sesama manusia, bangsa, dan negara yang harus terus dijaga,” ungkap Muammar.

Melalui kegiatan ini, LDII berkomitmen mencetak mubaligh dan mubalighot yang profesional, moderat, adaptif terhadap perkembangan zaman, peduli terhadap lingkungan, serta mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
Pendalaman Al Quran tersebut juga menjadi bagian dari ikhtiar LDII untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang dakwah. Sehingga para mubaligh mampu menyampaikan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, memperkuat persatuan, dan mendorong terwujudnya masyarakat yang harmonis, humanis, religius, serta berkemajuan di Kota Makassar maupun Sulawesi Selatan.













