Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Pesan Ramadhan

2011/08/02
in Nasehat
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Beberapa waktu yang lalu, saya dilanda perasaan kehilangan yang luar biasa. Ada sebuah dalil, yang membuat saya mabok. Saya merasa telah memilikinya bahkan hafal, tetapi tak kunjung mendapatkan rujukannya.  Sudah bolak – balik beberapa kitab dan catatan, tapi belum nemu juga. Sudah bertanya kepada kawan dan teman, belum juga ada kepastian. Penasaran sekali rasanya. Begitu sulit. Tetapi akhirnya, dengan sisa – sisa tenaga dan kepasrahan, ketemu juga. Dalil itu adalah ini.

Dari Abi Hurairah, dia berkata Rasulullah SAW bersabda: “Kadang – kadang (banyak) orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan dari puasanya kecuali lapar dan kadang – kadang (banyak) orang yang beribadah pada malam hari namun tidak mendapatkan darinya kecuali hanya begadang saja”.1[1]
Terus – terang dalil ini membuat saya takut. Kenapa? Pertama, ketika rubba diberi makna banyak, selain makna pertama yaitu: kadang – kadang. Dengan arti kadang – kadang saja sudah membuat merinding, apalagi dikuatkan dengan makna banyak. Artinya  kemungkinan terkena dalil ini semakin besar. Siapapun bisa terimbas. Alhasil, puasa bisa tak berpahala, hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja. Idu bacin. Abab bau. Demikian juga dengan qiyamul lailnya. Naudzubillah.

Kedua, pada kenyataannya hati kecil merasakan kebenaran dalil itu. Bukan pada orang lain, tetapi pada diri ini sendiri. Menjaga role of thumb berpuasa tidaklah mudah. Diri ini seperti sudah terlalu parah terjangkit penyakit kehidupan dunia ini. Mulai dari suka ngrasani, suka bohong, bicara gak baik dan nimbrung ke dalamnya. Walau pakai embel – embel tak sengaja. Semua serasa menjadi perilaku yang jamak dan lumrah. Maka tak pelak, bayangan yang ada hanyalah perasaan berat dan ketakberdayaan. Takut, puasa hanyalah rasa lapar dan dahaga yang menggoda. Tak lebih.

Dari tahun ke tahun belum ada kemajuan yang signifikan. Padahal sudah lebih dari 33 kali diri ini menjalani puasa wajib ini. Kebodohan dan kebodohan, kalau boleh menyebut itu sebagai kebodohan, terulang dan terulang lagi. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi SAW ia bersabda : ”Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan bohong dan amalan kebohongan serta tindakan bodoh (jahil), maka tidak ada bagi Allah hajat ( untuk menerima ) dalam hal ia meninggalkan makan dan minumnya.” (Rowahu Bukhary). Kesalahan yang sama, terjadi dan terjadi lagi. Ada sesuatu yang salah.  Tetapi saya tidak mampu menemukan apa dan bagaimana? Sampai akhirnya muncullah program 5 sukses yang sangat menginspirasi. Dimana setiap diri dipacu untuk bisa meraih 5 hal di dalam bulan puasa ini sebagai katagori suksesnya. Alih – alih memenuhi target 5 sukses ini, jawaban demi jawaban muncul ke permukaan tanpa disangka.

Belenggu pertama yang menghambat kemajuan berpuasa diri ini adalah mind set bahwa bulan puasa adalah bulan mengepolkan amalan. Di satu sisi betul dan baik, gak salah. Dalilnya pun jelas; pintu surge dibuka, pintu neraka ditutup dan setan dibelenggu. Yang berbuat baik diajak mengepolkan dan yang berbuat jahat disuruh berhenti. Sebab kebaikan dan kejelekan sama – sama dilipatgandakan. Tetapi di sebelahnya tersimpan jebakan yang membahayakan. Salah setting bisa cilaka. Nyatanya – menurut saya – banyak yang tercemplung ke ruang sebelah itu. Jika beranggapan seperti ini, biasanya hanya di bulan puasa saja diri itu rajin dan tekun ibadah.  Sholat sunah rajin, tarawih tertib, alquran khatam, sedekah gak ketinggalan, datang ke masjid setiap malam. Namun setelah bulan ramadhan, kembali ke habitat semula. Di bulan puasa menjadi hamba yang manis lagi baik. Setelah paripurna, hilang tak berbekas. Kemana perginya perilaku ibadah yang hebat itu?

Kedua, adalah belum adanya niat dan sikap bahwa di bulan puasa ini adalah bulan pelatihan. Ramadhan bulan untuk melatih diri. Bagaimana bisa tertib sholat sunnahnya? Bagaimana bisa tertib baca qurannya? Bagaimana bisa rajin sodaqohnya? Bagaimana mau I’tikaf? Bagaimana bisa taqorrub ilallah dengan laku ibadah – ibadah lain atau setidaknya program 5 sukses tadi? Dalam keterbatasan dan kondisi puasa, dan daily activity yang seperti biasa. Normal, tapi ibadah dimempengi. Ini adalah kondisi yang luar biasa untuk melatih diri. Dengan sikap seperti ini, mengasah diri secara konsisten di tengah keterbatasan, maka setelah bulan puasa terlampaui keberlanjutan amalan tadi terus terjaga dengan baik sampai bertemu puasa tahun depan.   

Belenggu berikutnya adalah jangan menganggap/mengukur kesuksesan hanya berlaku lokal di bulan puasa saja. Justru kesuksesan itu apabila mampu menembus batas local menuju program 5 sukses di luar bulan puasa. Setelah puasa, 11 rekaat tetap terjaga. Khataman quran bisa berjalan. Sholat rowatib rajin. Datang ke masjid tak ketinggalan. Sedekah mempeng. Puasa sunah terus berjalan. Inilah yang disebut fastabiqul khairat. Inilah rule of thumb yang seharusnya ketika kita memasuki puasa. Ada kepuasan, ada kegairahan, ada kerinduan sehingga idiom meramadhankan semua bulan akan terasa. Resapilah dua hadits berikut sebagai telaah lebih lanjut.

Dari Abi Salamah bin Abdurrahman bahwasanya ia bertanya pada Aisyah RA tentang shalat Rasulullah SAW di bulan Ramadhan. Maka ia menjawab: “Tidak  pernah Rasulullah SAW kerjakan di bulan Ramadhan dan di luar Ramadhan lebih dari 11 rakaat. Ia shalat 4 (rakaat) jangan engkau tanya tentang bagus dan panjangnya, kemudian ia shalat 4 (rakaat) jangan engkau tanya panjang dan bagusnya, kemudian ia shalat 3 rakaat“. (HR Bukhary).

Ibnu Abbas r.a. berkata, “Rasulullah saw. adalah orang yang paling suka berderma, dan paling berdermanya beliau adalah pada bulan Ramadhan ketika Jibril menjumpai beliau. Ia menjumpai beliau pada setiap malam dari bulan Ramadhan [sampai habis bulan itu], lalu Jibril bertadarus Al-Qur’an dengan beliau. Sungguh Rasulullah SAW adalah [ketika bertemu Jibril ] lebih dermawan dalam kebaikan daripada angin yang dilepas.” (Rowahu Bukhary)

Dengan memandang sedikit jauh ke depan, mudah – mudahan puasa kita lebih bermakna, dari waktu ke waktu. Dan semoga Allah menerima dan meridhoinya. Amin.

Oleh :Ustadz.Faizunal Abdillah

Tags: nasehat ramadhan ldii

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Ribuan Warga LDII dan Masyarakat Sukoharjo Meriahkan Jalan Sehat Kebangsaan
  • Nanang Naswito on Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat
  • Ichwan Bali on Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat
  • Azizs on Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat
  • Fauzi Achmadi on Cinta, Cinta
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

August 28, 2026
Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

August 28, 2026
Harapan LDII untuk Muktamar ke-35 NU, Sebagai Solusi Masalah Kebangsaan

Harapan LDII untuk Muktamar ke-35 NU, Sebagai Solusi Masalah Kebangsaan

August 27, 2026
Pelatihan Jurnalistik LINES DPP LDII Bekali Peserta Kelola Event dan Fotografi Jurnalistik

Pelatihan Jurnalistik LINES DPP LDII Bekali Peserta Kelola Event dan Fotografi Jurnalistik

August 31, 2026
Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

5
Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

4
Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat

Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat

3
Ribuan Warga LDII dan Masyarakat Sukoharjo Meriahkan Jalan Sehat Kebangsaan

Ribuan Warga LDII dan Masyarakat Sukoharjo Meriahkan Jalan Sehat Kebangsaan

2
LDII Kalbar Ingatkan Dampak Gawai dan Perkuat Pendampingan Bagi Anak

LDII Kalbar Ingatkan Dampak Gawai dan Perkuat Pendampingan Bagi Anak

September 2, 2026
Isi Kemerdekaan, LDII Sulawesi Selatan dan PMI Makassar Gelar Donor Darah

Isi Kemerdekaan, LDII Sulawesi Selatan dan PMI Makassar Gelar Donor Darah

September 2, 2026
Perkuat Kapasitas Pengurus, DPD LDII Sumedang Gelar Rapat Konsolidasi

Perkuat Kapasitas Pengurus, DPD LDII Sumedang Gelar Rapat Konsolidasi

September 2, 2026
LDII dan MUI Jaksel Bahas Integritas dan Nasionalisme Saat Tausyiah Kebangsaan

LDII dan MUI Jaksel Bahas Integritas dan Nasionalisme Saat Tausyiah Kebangsaan

September 2, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Kalbar Ingatkan Dampak Gawai dan Perkuat Pendampingan Bagi Anak September 2, 2026
  • Isi Kemerdekaan, LDII Sulawesi Selatan dan PMI Makassar Gelar Donor Darah September 2, 2026
  • Perkuat Kapasitas Pengurus, DPD LDII Sumedang Gelar Rapat Konsolidasi September 2, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.