Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Organisasi
    • Opini
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Organisasi
    • Opini
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Nasional

Ponpes Al Ubaidah Kerja Sama dengan Kodam V/Brawijaya Bekali Wawasan Kebangsaan Santri

2025/11/16
in Nasional
2
Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Pangdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Singgih Pambudi Arianto, mengunjungi Pondok Pesantren Al-Ubaidah, Kertosono. Foto: LINES.

Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Pangdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Singgih Pambudi Arianto, mengunjungi Pondok Pesantren Al-Ubaidah, Kertosono. Foto: LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Nganjuk (16/11). Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Pangdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Singgih Pambudi Arianto, mengunjungi Pondok Pesantren Al-Ubaidah, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur, pada Jumat (14/11). Kunjungan ini untuk memberikan wawasan kebangsaan dan menanamkan nilai toleran kepada para santri dan pengurus pondok pesantren.

“Kondisi keberagaman ini terlihat jelas pada anak muda dari berbagai pelosok Nusantara, yang datang dengan semangat yang sama, yaitu menuntut ilmu. Semangat ini merupakan bagian dari solusi terhadap krisis kebangsaan yang kita hadapi saat ini,” ujar Brigjen Singgih.

Ia menegaskan bahwa keberagaman bukan hanya soal identitas, tetapi juga sumber inspirasi bagi generasi muda untuk belajar, berkolaborasi, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Ia juga menekankan kualitas pendidikan akan optimal jika disertai kemampuan generasi muda untuk bersosialisasi, memahami perbedaan, dan membangun kerja sama.

“Dengan kemampuan beradaptasi yang baik, kita tidak hanya akan sukses secara pribadi, tetapi juga mampu memberi kontribusi nyata bagi persatuan dan kemajuan bangsa. Moderasi beragama menjadi kunci utama.

Brigjen Singgih menjelaskan kesadaran menjalankan ajaran agama secara mendalam dan menghargai ajaran agama lain akan membentuk santri yang toleran. Ia menegaskan bahwa sikap toleran harus dibangun sejak dini agar para santri mampu beradaptasi di tengah keberagaman.

“Santri harus tetap istiqomah saat kembali ke masyarakat. Istiqomah adalah hal yang paling berat. Konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai yang diperoleh di pesantren tidak selalu mudah. Namun, dengan mengingat petuah dan pesan dari para pengasuh, insyaallah santri bisa tetap istiqomah dan tidak terpengaruh budaya yang tidak sesuai dengan nilai pesantren,” pungkasnya.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Al-Ubaidah Kertosono, Nganjuk, Habib Ubaidillah Al Hasany, menjelaskan peran pondok pesantren, dalam membentuk karakter santri agar mencintai tanah air dan memahami nilai-nilai Pancasila. Ia menekankan pembentukan karakter santri tidak hanya berkaitan dengan pemahaman teori, tetapi juga praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui materi yang diajarkan, Pondok Pesantren Al Ubaidah mendorong santri untuk berkontribusi dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan, baik melalui kegiatan sosial, pengabdian, maupun penerapan ilmu yang mereka pelajari. Para santri diharapkan mampu mengamalkan ilmu agama sekaligus ilmu sosial agar manfaatnya dirasakan secara langsung oleh lingkungan sekitar,” tutur Habib Ubaid.

Ia menekankan pentingnya kesiapan santri di era digital, di mana informasi negatif dan hoaks mudah tersebar. Menurutnya, tugas pesantren yaitu membekali santri agar lebih cerdas, kritis, dan bijak dalam menyaring setiap informasi yang diterima.

“Kami memberikan pembekalan dan nasihat, sekaligus mencontohkan berbagai fenomena yang muncul di media, baik yang positif maupun negatif. Tujuannya agar santri mampu meneladani hal-hal yang positif, menghindari hal negatif, dan memiliki kesadaran akan konsekuensi dari setiap tindakan, baik di dunia maupun di akhirat,” tambahnya.

Habib Ubaidillah menjelaskan pembekalan dari Pangdam Brawijaya dianggap sebagai wujud sinergi penting antara institusi TNI dan pesantren. Kegiatan ini tidak hanya memenuhi kewajiban formal, tetapi juga memberikan manfaat bagi pembinaan karakter santri.

“Pembekalan dari Kodam sebaiknya tidak hanya dilakukan sekali. Ke depan, materi yang disampaikan perlu disesuaikan dengan situasi dan kondisi terkini, agar santri memperoleh wawasan kebangsaan yang relevan dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata,” tegasnya

Ia menegaskan dengan sinergi antara pesantren dan TNI, kami berharap para santri semakin siap menjadi generasi yang berakhlak, cerdas, dan peduli terhadap bangsa.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Al-Ubaidah Kertosono, Nganjuk, Habib Ubaidillah Al Hasany, menjelaskan peran pondok pesantren, dalam membentuk karakter santri agar mencintai tanah air dan memahami nilai-nilai Pancasila.

Ia menekankan pembentukan karakter santri tidak hanya berkaitan dengan pemahaman teori, tetapi juga praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Melalui materi yang diajarkan, Pondok Pesantren Al Ubaidah mendorong santri untuk berkontribusi dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan.

“Baik melalui kegiatan sosial, pengabdian, maupun penerapan ilmu yang mereka pelajari. Para santri diharapkan mampu mengamalkan ilmu agama sekaligus ilmu sosial agar manfaatnya dirasakan secara langsung oleh lingkungan sekitar,” tutur Habib Ubaid.

Selain itu, Habib Ubaidillah menekankan pentingnya kesiapan santri di era digital, di mana informasi negatif dan hoaks mudah tersebar. Untuk itu, pesantren membekali santri agar lebih cerdas, kritis, dan bijak dalam menyaring setiap informasi yang diterima.

“Kami memberikan pembekalan dan nasihat, sekaligus mencontohkan berbagai fenomena yang muncul di media, baik yang positif maupun negatif. Tujuannya agar santri mampu meneladani hal-hal yang positif, menghindari hal negatif, dan memiliki kesadaran akan konsekuensi dari setiap tindakan, baik di dunia maupun di akhirat,” tambahnya.

Pembekalan dari Pangdam Brawijaya dianggap sebagai wujud sinergi penting antara institusi TNI dan pesantren. Kegiatan ini tidak hanya memenuhi kewajiban formal, tetapi juga memberikan manfaat bagi pembinaan karakter santri.

“Pembekalan dari Kodam sebaiknya tidak hanya dilakukan sekali. Ke depan, materi yang disampaikan perlu disesuaikan dengan situasi dan kondisi terkini, agar santri memperoleh wawasan kebangsaan yang relevan dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Dengan sinergi antara pesantren dan TNI, kami berharap para santri semakin siap menjadi generasi yang berakhlak, cerdas, dan peduli terhadap bangsa,” pungkasnya.

Tags: Kerja SamaKodam V/BrawijayaPonpes Al UbaidahSantriWawasan Kebangsaan

Comments 2

  1. Supardo bin Kayat says:
    1 month ago

    Alhamdulillah semoga manfaat dan barokah…..Aamiin…..

    Reply
  2. Caca says:
    4 weeks ago

    Pastinya para Santri istiqomah, tapi dengan adanya kunker dari Kodam V Brawijatya,

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Khairuddin on PBNU Tegaskan Pancasila Tak Bisa Dipertentangkan dengan Agama
  • Khairuddin on PBNU Tegaskan Pancasila Tak Bisa Dipertentangkan dengan Agama
  • Supardo bin Kayat on PBNU Tegaskan Pancasila Tak Bisa Dipertentangkan dengan Agama
  • Supardo bin Kayat on PP Muhammadiyah Tegaskan Pancasila dan Islam Wasathiyah Tak Terpisahkan
  • Nanang Naswito on Resmikan Masjid Al Manshurin, Pemkab Kubu Raya Apresiasi LDII Konsisten Bina Umat
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Warga LDII Raih Indonesian Breeder Award 2025, Ketum LDII Tegaskan Komitmen Pangan Masalah Kedaulatan Bangsa

Warga LDII Raih Indonesian Breeder Award 2025, Ketum LDII Tegaskan Komitmen Pangan Masalah Kedaulatan Bangsa

December 5, 2025
Stigma ‘Masjid LDII Dipel’ Jadi Alasan Cendekiawan NU Terbitkan Buku

Stigma ‘Masjid LDII Dipel’ Jadi Alasan Cendekiawan NU Terbitkan Buku

August 15, 2025
Pengajian Suami-Istri LDII Kalbar Cermati Isu Perceraian Rumah Tangga

Pengajian Suami-Istri LDII Kalbar Cermati Isu Perceraian Rumah Tangga

December 5, 2025
Santri Wali Barokah Boarding School Raih 4 Juara Pencak Silat Rektor Cup 2025 UIN Syekh Wasil Kediri

Santri Wali Barokah Boarding School Raih 4 Juara Pencak Silat Rektor Cup 2025 UIN Syekh Wasil Kediri

December 5, 2025
Ruang Rindu

Ruang Rindu

4
PBNU Tegaskan Pancasila Tak Bisa Dipertentangkan dengan Agama

PBNU Tegaskan Pancasila Tak Bisa Dipertentangkan dengan Agama

3
LDII Dukung Pembentukan EPIKS Provinsi DKI Jakarta untuk Penguatan Ekonomi Syariah

LDII Dukung Pembentukan EPIKS Provinsi DKI Jakarta untuk Penguatan Ekonomi Syariah

3
Warga LDII Raih Indonesian Breeder Award 2025, Ketum LDII Tegaskan Komitmen Pangan Masalah Kedaulatan Bangsa

Warga LDII Raih Indonesian Breeder Award 2025, Ketum LDII Tegaskan Komitmen Pangan Masalah Kedaulatan Bangsa

15
Ketum DPP LDII: Kebangsaan Harus Dinamis dan Berorientasi pada Pembangunan SDM Unggul

Ketum DPP LDII: Kebangsaan Harus Dinamis dan Berorientasi pada Pembangunan SDM Unggul

December 17, 2025
Dosen Lemdiklat Polri Tekankan Adaptasi dan Nilai Kebangsaan sebagai Penopang NKRI

Dosen Lemdiklat Polri Tekankan Adaptasi dan Nilai Kebangsaan sebagai Penopang NKRI

December 17, 2025
Menbud Fadli Zon: Umat Islam Berperan Strategis Wujudkan Kebudayaan Maju

Menbud Fadli Zon: Umat Islam Berperan Strategis Wujudkan Kebudayaan Maju

December 17, 2025
PBNU Tegaskan Pancasila Tak Bisa Dipertentangkan dengan Agama

PBNU Tegaskan Pancasila Tak Bisa Dipertentangkan dengan Agama

December 16, 2025

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Ketum DPP LDII: Kebangsaan Harus Dinamis dan Berorientasi pada Pembangunan SDM Unggul December 17, 2025
  • Dosen Lemdiklat Polri Tekankan Adaptasi dan Nilai Kebangsaan sebagai Penopang NKRI December 17, 2025
  • Menbud Fadli Zon: Umat Islam Berperan Strategis Wujudkan Kebudayaan Maju December 17, 2025

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Organisasi
    • Opini
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.