Palembang (24/6). Ketua DPP LDII, Rulli Kuswahyudi mengajak generasi muda LDII Sumatera Selatan (Sumsel) untuk bijak bermedia sosial. Hal itu ia katakan pada “Pelatihan Jurnalistik LDII Sumsel”, di kantor DPW LDII Sumsel, pada Minggu (21/6/2026).
“Era post-truth didukung dengan masifnya penggunaan media sosial. Untuk itu, kita perlu menyikapi dengan bijak bermedia sosial. Harus mampu memilah dan memilih, mana yang dapat menjadi tontonan kita,” ujar Rulli.
Rulli menegaskan, agar generasi muda LDII tidak asal menonton apa yang disajikan di dunia maya. “Karena telah bercampur, antara emas dan sampah. Harus benar-benar pintar memilah dan memilih,” tegasnya.
Untuk itu, pada pelatihan tersebut, Rulli mengatakan, pihaknya mengajari bagaimana strategi bijak bermedia sosial. “Dan kami berpesan, setelah dari pelatihan. Para peserta dapat menyampaikan kembali ilmu yang diberikan pada teman-teman generus di wilayahnya masing-masing,” pungkasnya.
Lebih lanjut, ia berharap, melalui pelatihan tersebut, LDII Sumsel dapat semakin berkembang komunikasi dan publikasinya. “LDII Sumsel telah memiliki website dan akun media sosial. Melalui LINES, media ini harus digunakan untuk menginformasikan kontribusi, karya dan kegiatan warga LDII Sumsel,” tuturnya.
Pelatihan selama tiga hari ini diisi materi berupa menulis berita, membuat skrip berita televisi, membuat konten dan bijak media sosial. “Tujuannya agar generasi muda LDII makin aktif dalam mempublikasikan berbagai kegiatan LDII di tengah masyarakat. LDII harus makin aktif mempublikasikan dirinya, hal ini agar warga masyarakat makin mengenal LDII dengan baik,” ujarnya.
Ia juga ajak para generasi muda LDII menjadi humas LDII di tengah masyarakat. Sementara itu, Ketua DPW LDII Sumsel, Rahmatullah mengungkapkan, pelatihan tersebut diselenggarakan berangkat dari kebutuhan memasifkan berita LDII. “Baik melalui media sosial, ataupun media yang lainnya. Mengacu arahan dari DPP, LDII harus berkarya, berkontribusi dan harus mampu mengkomunikasikan hasilnya. Untuk itulah kami mengadakan pelatihan ini,” tegasnya.
Ia menegaskan, dengan semakin berkembangkan teknologi informasi, para peserta pelatihan jurnalistik harus mampu memasifkan berbagai program LDII. “Sehingga masyarakat dapat lebih mengenal LDII. Bagaimana corak pendidikan di LDII. Dapat disampaikan melalui media yang dikelola,” tutup Rahmatullah.













